
KabarIndonesia - Meskipun infeksi jamur pada vagina jarang berakibat serius, tapi jangan pula dianggap sepele karena dapat menimbulkan ketidaknyamanan, termasuk terhadap pasangan Anda.
Bagi kebanyakan perempuan, gejala infeksi jamur biasanya hanya berupa gangguan seperti rasa gatal, cairan berbau, dan rasa panas, namun infeksi jamur vagina ini jarang berbahaya. Tetapi, Anda dapat mengambil langkah-langkah untuk mencegah terjadinya infeksi jamur. Berikut adalah beberapa kiat yang dapat membantu Anda mencegah munculnya infeksi jamur.
1. Jaga kebersihan
"Perawatan pribadi dan menjaga kebersihan penting untuk mencegah infeksi jamur pada vagina. Untuk itu, pastikan untuk selalu mencuci daerah intim dengan baik. Menjaga vagina bersih tidak hanya akan membuat Anda segar, tapi juga dapat membantu mencegah infeksi jamur. Ketika mandi, pastikan untuk membersihkan lipatan bagian dalam vagina, yang menjadi tempat jamur tumbuh," kata Dr. Samantha Dunham, MD, seorang ginekolog di Langone NYU Medical Center dan asisten profesor kedokteran di NYU School of Medicine di New York.
"Langkah berikutnya adalah mengeringkan vagina secara menyeluruh setelah pergi ke toilet. Karena jamur tumbuh subur di lingkungan lembab, penting untuk mengeringkan daerah vagina keseluruhan setelah mandi atau buang air kecil. Anda bisa saja menggunakan pengering rambut yang diatur pada putaran rendah dan dingin untuk membuang sisa-sisa air," saran Dr. Dunham.
2. Pilih pakaian yang tepat
Cara Anda berpakaian dapat mempengaruhi risiko terkena infeksi jamur pada vagina. Untuk mencegah infeksi tersebut, upayakan untuk mengenakan pakaian dalam berbahan katun atau serat alami. Pakaian berbahan katun dan sutra dapat menyerap kelembaban, sehingga menjaga Anda tetap kering. Sementara pakaian berbahan nilon dan kain sintetis lainnya dapat menjebak keringat sehingga memicu kelembaban pada kulit Anda, yang akhirnya mendorong pertumbuhan jamur.
Salah satu tips yang disarankan adalah mengganti pakaian yang basah dengan yang kering sesegera mungkin setelah Anda beraktivitas, berolahraga, dan berenang. Jangan biasakan duduk berlama-lama dengan pakaian basah oleh keringat atau usai berenang, karena sering mengganti pakaian yang basah dengan yang kering dapat mencegah kelembaban.
3. Hindari hal-hal yang memicu infeksi jamur
Beberapa produk kosmetik bisa mendorong produksi jamur. Untuk itu, Anda perlu menghindari bahan-bahan yang dapat memicu tumbuhnya jamur, seperti douche. Douching [mencuci bagian dalam vagina dengan cairan] tidak hanya menghancurkan bakteri berbahaya, tetapi juga bakteri yang membantu mengendalikan jamur," kata Dunham. Douching juga dapat menyapu lapisan pelindung alami dari vagina, sehingga Anda lebih rentan terhadap jamur dan infeksi vagina lainnya.
Menggunakan sabun wangi, mandi busa, dan semprotan untuk area intim sebaiknya juga dihindari. Parfum bisa menyebabkan iritasi pada daerah sensitif di dalam vagina, dan dapat meningkatkan risiko terkena infeksi jamur. Selain itu juga perlu menghindari tampon beraroma dan kertas toilet berwarna atau dicetak karena dapat menyebabkan iritasi.
Jamur adalah organisme yang menyukai lingkungan hangat dan lembab. Jadi, untuk mencegah pertumbuhan jamur, hindari berlama-lama mandi air panas atau berendam di bak mandi dengan air panas. Juga jangan memakai pakaian ketat yang akan menghambat sirkulasi udara di daerah selangkangan, terutama di musim panas.
4. Waspadai penggunaan obat-obatan
Penggunaan obat kimia seringkali menyebabkan efek samping. Itulah sebabnya Anda perlu untuk selalu memperhatikan obat yang Anda konsumsi. Antibiotik tidak hanya membunuh bakteri jahat, tetapi juga "bakteri baik" yang dapat mencegah pertumbuhan berlebih jamur.
"Penggunaan antibiotik, seperti untuk infeksi kandung kemih, merupakan salah satu faktor risiko yang paling umum untuk terkena infeksi jamur," kata Dunham.
Mengkonsumsi steroid dan pil KB juga dapat meningkatkan risiko infeksi jamur. Jika Anda sering mengalami infeksi jamur, berkonsultasilah dengan dokter Anda mengenai obat yang Anda gunakan, dan mungkin ada obat alternatif.
5. Perawatan pribadi
Seperti kebanyakan penyakit dan infeksi, merawat tubuh Anda secara keseluruhan dapat membantu Anda tetap sehat. Maka dari itu, pastikan Anda mendapatkan tidur yang cukup. Biasanya sistem kekebalan tubuh dapat membantu menjaga pertumbuhan jamur tetap terkendali. Tetapi jika Anda kurang tidur, sistem kekebalan tubuh mungkin tidak dapat melakukan tugasnya dengan baik.
Cobalah untuk menjaga jadwal tidur yang teratur dan menghindari melakukan aktivitas fisik berlebihan, mengkonsumsi kafein atau makanan berat dalam waktu tiga jam sebelum tidur. Penyakit yang menekan sistem imun, seperti diabetes dan HIV, juga dapat meningkatkan risiko infeksi jamur. Selain itu, jika Anda memiliki diabetes, penting untuk menjaga kadar gula darah tetap terkendali untuk mencegah infeksi jamur.
6. Ubah pola makan
Beberapa studi menunjukkan bahwa makan yogurt yang mengandung kultur aktif dapat membantu tubuh memerangi pertumbuhan jamur yang berlebih. Dunham juga merekomendasikan membatasi asupan gula. Ada beberapa bukti bahwa gula dapat membantu meningkatkan pertumbuhan jamur.
Nah, dengan mengetahui bagaimana cara untuk mencegah infeksi jamur, akan sangat membantu Anda mengurangi risiko berurusan dengan gejala infeksi jamur. (Denny Krisnadhy
Selengkapnya.....
Media Komunikasi -- berita dan kebijakan persyarikatan -- Guna Meningkatkan Syiar Organisasi
Rabu, 22 Juni 2011
Enam Cara Mencegah Infeksi Jamur pada Organ Kewanitaan
Jumat, 10 Juni 2011
10 Persen Warga Kulonprogo Katarak

KULONPROGO - Sekitar sepuluh persen penduduk Kabupaten Kulonprogo terserang penyakit katarak. Jumlah ini relatif tinggi dibandingkan dengan daerah lain.
"Sekitar sepuluh persen penduduk kita terserang katarak," jelas Direktur RSU PKU Muhammadiyah Wates, dr Suwardi, Rabu (8/6/2011).
Penyebab utama kelainan penglihatan ini, kata Suwardi, karena faktor usia. Mayoritas penderita berusia di atas 50 tahun. Selain itu usia, penyakit ini juga dipengaruhi faktor kejiwaan, trauma, dan kondisi ekonomi.
Menurut Suwardi, penyakit ini bisa disembuhkan dengan cara operasi, mengangkat selaput putih yang menutupi retina. Hanya saja, untuk operasi ini, biaya yang dikeluarkan tidak sedikit. Kerap warga yang ekonominya redah tidak mampu melakukannya. "Jika kondisi fisiknya bagus, sekali operasi sudah sembuh. Tetapi ada pula yang sampai dua atau tiga kali," tuturnya.
RSU PKU Muhammadiyah, belum lama ini menggelar pengobatan mata dan operasi katarak gratis. Operasi ini dilaksanakan bekerjasama dengan RSUP dr Sardjito Yogyakarta. *** kps
Selengkapnya.....
Senin, 06 Juni 2011

JAKARTA (voa-islam.com) – Kenali cara terbaik minum kopi agar minuman ini bisa memberikan dampak positif bagi kesehatan dan kebugaran tubuh. Dengan cara yang benar, kopi adalah sahabat, bukan musuh kesehatan.
Bagi pencinta kopi, minuman ini adalah pendongkrak energi. Tak mengherankan jika mereka bisa minum lebih dari satu cangkir kopi sehari.
Jika Anda mengetahui cara minum kopi yang baik dan bisa mengendalikan asupan kopi setiap harinya, minuman ini memang bisa memberikan dampak positif bagi tubuh. Antara lain:
1. Melindungi jantung.
Peminum kopi yang mengonsumsi 1-2 cangkir kopi hitam per hari memiliki risiko terkena stroke lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak minum kopi. Hal ini disebabkan oleh adanya antioksidan yang terkandung dalam kopi.
Kopi memiliki antioksidan lebih banyak dibandingkan blueberry. Antioksidan yang terkandung di dalamnya membantu menahan efek buruk dari peradangan pada arteri. Sesaat setelah meminumnya, kopi meningkatkan tekanan pada darah dan denyut jantung. Namun setelah beberapa lama, kopi justru menurunkan tekanan darah, karena antioksidan pada kopi mengaktifkan asam nitrat pada tubuh sehingga terjadi pelebaran pembuluh darah.
2. Mencegah diebetes
Antioksidan kopi, khususnya asam klorogenat dan guinides, memainkan peranan untuk meningkatkan sel tubuh terhadap insulin yang membantu mengatur gula darah. Faktanya, orang yang minum kopi setiap harinya memiliki risiko lebih rendah terkena 2 tipe diabetes, menurut beberapa penelitian.
3. Menjaga kesehatan hati
Kopi juga bisa meminimalkan risiko munculnya sirosis dan penyakit hati lainnya. Satu analisa dari sembilan penelitian menemukan bahwa kopi bisa menurunkan risiko kanker hari sebanyak 43%. Hal ini karena peran antioksidan dan kafein di dalamnya.
….Antioksidan di dalam kopi menangkal kerusakan sel otak dan membantu jaringan saraf untuk bekerja lebih maksimal sehingga otak bekerja lebih baik….
4. Meningkatkan kekuatan otak
Minum kopi secara teratur juga dapat membantu mengurangi risiko demensia dan Alzheimer, sama halnya seperti Parkinson. Antioksidan yang terkandung di dalam kopi menangkal kerusakan sel otak dan membantu jaringan saraf untuk bekerja lebih maksimal sehingga otak bekerja lebih baik.
5. Membantu menghilangkan sakit kepala
Penelitian membuktikan, 200 miligram kafein dapat membantu menghilangkan sakit kepala, termasuk migran. Walaupun begitu belum ada penelitian yang membuktikan bagaimana cara kafein menghilangkan sakit kepala, namun para peneliti meyakini bahwa kafein meningkatkan aktivitas sel otak yang mengakibatkan pembuluh darah di sekitarnya menegang.
"Penegangan pembuluh darah ini membantu menghilangkan tekanan yang mengakibatkan rasa sakit," ujar Robert Shapiro, M.D., Ph.D., profesor saraf dan Director the Headache Clinic dari Universitas Vermont Medical School, seperti dikutip oleh laman Yahoo! Shine.
Namun, di balik kenikmatannya, kopi menyimpan efek negatif bagi mereka yang tidak mengetahui cara minum kopi yang baik. Minum kopi berlebihan bisa menimbulkan dampak buruk, antara lain, meningkatnya kadar kolesterol jahat dan trigliserida yang akan membuat darah lebih pekat.
Selain itu, kopi akan sangat berbahaya bagi penderita tekanan darah tinggi, karena kafein dapat meningkatkan tekanan darah secara tiba-tiba. Bagi wanita hamil, kopi dapat meningkatkan risiko kematian pada bayi. Kopi pun mengakibatkan tulang keropos. Bagi penderita maag, kopi adalah musuh besar yang harus dihindari karena kafein meningkatkan produksi asam lambung. Kopi pun membuat gelisah, insomnia, dan tremor (tangan bergetar).
Untuk dapat menghindari efek negatif pada kopi, pilih racikan kopi tanpa tambahan gula dan susu, serta mengurangi dosis kopi yang Anda minum setiap harinya. Selain itu, pilih juga jenis kopi yang tanpa kafein. Dan agar 'racun' dalam kopi bisa diminimalisasi, jangan lupa untuk selalu konsumsi 2 gelas air putih untuk setiap satu cangkir kopi yang anda minum. [taz/viv]
Selengkapnya.....
Minuman Penurun Kolesterol

KOMPAS.com — Kolesterol jahat memang sebaiknya jangan ditumpuk karena berbahaya untuk kesehatan. Namun, urusan menurunkan kolesterol ternyata tidak mudah. Selain mengurangi asupan makanan yang mengandung lemak dan berolahraga, beberapa jenis minuman juga efektif untuk menurunkan kolesterol.
- Jus lemon atau segelas air hangat yang diberi perasan jeruk lemon. Minuman ini baik untuk memelihara kesehatan hati dan menurunkan kolesterol. Menurut American Dietetic Association, limonoids dalam lemon yang menyebabkan rasa pahit pada jeruk berguna untuk menurunkan kolesterol. Di dalam lever, kolesterol dibuat dari bahan yang disebut apolipoprotein B dan trigliserida. Salah satu jenis limonoids, yaitu limonin, bekerja memperlambat produksi apolipoprotein dan trigliserida tadi.
Lemon juga kaya vitamin C, antioksidan yang kuat. Dalam Nigerian Journal of Physiological Sciences dilaporkan bahwa vitamin C dari lemon ini setelah dikonsumsi selama 30 hari dapat menurunkan kolesterol secara signifikan.
- Jus anggur atau anggur merah (wine) sangat kaya antioksidan, yang akan membantu meningkatkan HDL.
Riset yang dilakukan pada tahun 2004 oleh dr Jane Freedman dari Boston University Medical School menunjukkan, minum jus anggur dalam 14 hari berturut-turut akan menaikkan kadar HDL dan menurunkan kolesterol total.
- Susu kedelai yang mengandung protein juga dapat membantu menurunkan kolesterol total.
- Jus yang menggunakan bawang putih juga baik untuk meluruhkan kolesterol.
Studi di Munich University, Jerman, menemukan bahwa menambahkan bawang putih ke dalam diet akan menurunkan kolesterol jahat sekitar 10 persen dalam empat bulan. Mengonsumsi bawang putih segar sering jadi masalah bagi banyak orang karena rasa yang tidak enak dan aromanya menyengat. Supaya lebih mudah masuk ke tubuh kita, bawang putih bisa dikreasikan dengan buah-buahan yang enak, menjadi jus kaya manfaat.
Selengkapnya.....
Kamis, 24 Februari 2011
'Aisyiyah Rumuskan Peran Perempuan Lindungi Generasi Muda dari Rokok

Jakarta - Sebagai salah satu wujud kepedulian terhadap kesehatan perempuan dan anak, Pimpinan Pusat (PP) 'Aisyiyah Majelis Kesehatan akan menghelat Workshop dengan tema "Peranan Perempuan dalam Melindungi Keluarga dan Generasi Muda dari Bahaya Rokok", Jum'at-Sabtu (25-26/2) di Gedung Diklat Kemendagri (Gedung D) Jl. Taman Makam Pahlawan Kalibata No.8 Jakarta Selatan.
Menurut Ketua PP 'Aisyiyah Majelis Kesehatan, Dra. Hafni Rochmah, SKM, MPH, workshop yang turut menghadirkan Ketua Umum PP 'Aisyiyah, Dra. Hj. Siti Noordjannah Djohantini, MM, M.Si, sebagai keynote speaker ini, ditujukan untuk meningkatkan pemahaman para peserta tentang bahaya merokok bagi perokok aktif maupun perokok pasif serta memahami pentingnya pengendalian produk tembakau (rokok) dan peraturan pemerintah.
Berlanjut pada Aksi
Selain mendengarkan paparan pemateri soal relasi perilaku merokok dengan kesehatan, gaya hidup, dan kesetaraan gender, serta pengendalian produk tembakau sesuai amanat UU Kesehatan No. 36, semua peserta acara ini juga akan dibagi dalam kelompok advokasi dan kelompok aksi. Pasalnya, workshop ini juga ditujukan untuk merumuskan rekomendasi kepada pemerintah tentang pentingnya pengendalian produk tembakau (rokok) demi kesehatan dan masa depan bangsa berikut rencana aksi tindak lanjut, khususnya pada tingkat komunitas. (Ifah)
Selengkapnya.....
Selasa, 27 Juli 2010
Umar Zein: Penanggulangan HIV/AIDS Butuh Peran Swasta

Medan, (Penanggulangan HIV/AIDS di tanah air membutuhkan peran serta swasta. Karena fenomena HIV/AIDS tetap bagaikan gunung es, yang terlihat hanya sebagian kecil dari kasus sebenarnya. Kalau saat ini, sudah banyak kasus HIV/AIDS ditemukan, tapi sebenarnya, lebih banyak lagi kasus yang sedang
‘beredar’ di sekeliling masyarakat.
Demikian Dr dr Umar Zein DTM&H SpPd KPTI di sela-sela pemembukaan Klinik Penyakit Tropik dan Infeksi di kawasan Jalan Denai Medan, Sabtu (24/7).
Diakuinya, saat ini pemerintah dan lembaga donor sudah berupaya menanggulangi HIV/AIDS, tapi, kondisinya masih perlu perhatian lintas sektor lainnya.
"Selama ini, mungkin hanya segelintir orang yang berani membuka diri dan ikut dalam program yang dibuat pemerintah seperti klinik voluntary and testing (VCT). Lalu, bagaimana mereka yang sebenarnya sangat berisiko terkena, tapi tidak ingin masuk dalam program pemerintah. Di sini, kita mengambil peluang membantu pemerintah dengan membuka klinik swasta," jelas Umar Zein.
Teknisnya nanti, para pasien ‘swasta’ yang terpapar HIV/AIDS ke klinik dia untuk mendapatkan pelayanan konseling dan perawatan. "Sedangkan obat-obatan atau fasilitas lainnya dari pemerintah, pasien tetap kita rujuk," ucapnya.
Pertama kali di Sumut
Apa yang dilakukan mantan Kepala Dinas Kesehatan Medan itu, merupakan pertama kali di Sumatera Utara. "Karena pada prinsipnya, saya ingin berbuat di tengah masyarakat. Tidak ada istilah non job bagi saya. Banyak hal bisa dilakukan untuk bangsa ini," ungkap Umar Zein.
Sebagai pakar penyakit tropik, menurutnya, selain HIV/AIDS, di Sumut ini juga merebak malaria, Demam Berdarah Dengue (DBD), Leptospirosis, Cikungunya, Flu Babi, Flu Burung, Kecacingan.
Kasus terbesar di Sumut, masih malaria. Sedangkan Kota Medan, penyakit tropik DBD masih mendominasi daerah lain. Selain itu, kecacingan sendiri banyak menimpah warga karena tingkat kebersihan lingkungan yang masih kotor dan kurang terawat.
Dalam peresmian Klinik Penyakit Tropiknya itu dan menjadi pertama di Medan yang dengan spesialistik penanganan penyakit tertentu ini disambut antusias oleh warga. Banyak pasien lansia terlihat ditangani di klinik yang berdekatan dengan jembatan Denai ini sekaligus menyampaikan ucapan terima kasih sebesar-besarnya atas pengobatan gratis yang diberikan.
Pengobatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB, Sabtu (24/7), itu mendapat bantuan tenaga medis dan dokter ahli dari Medical Mergency Rescue-Commitee (MER-C), Prodia dan Perhimpunan Konselor VCT-HIV Indonesia (PKVHI) Sumut. (nai/ans)
Selengkapnya.....
Senin, 26 Juli 2010
Kepatuhan Kunci Utama Enyahkan Kolesterol

GAYA hidup tak sehat bisa memicu berbagai masalah kesehatan. Salah satunya adalah menumpuknya kolesterol dalam tubuh seseorang. Kolesterol membawa dampak baik untuk kesehatan apabila kadarnya dalam darah masih dalam keadaan normal.
Namun bila jumlahnya melebihi batas normal,maka akan memberi dampak negatif dan membahayakan kesehatan. Tingginya kadar kolesterol dalam darah akan menyebabkan penumpukan kolesterol di dinding pembuluh darah, yang biasa disebut dengan plak ateroma.Keadaan ini menyebabkan terjadinya pengerasan, penyempitan, atau penyumbatan aliran darah di bagian pembuluh darah tempat plak tersebut terbentuk. Dikatakan oleh ahli jantung dari Rumah Sakit Jantung Bina Waluya Jakarta, Dr M Munawar SpJP, bahwa kolesterol merupakan bagian dari lemak (lipid).
Lemak ini sebagian besar diproduksi dalam tubuh, tepatnya pada hati (sekitar 70%) dan sisanya berasal dari makanan atau diet. Peranan kolesterol dalam metabolisme tubuh, di antaranya untuk membantu pembentukan hormon atau vitamin D, memecah karbohidrat dan protein, serta membangun dinding sel dan membentuk hormon seks yang penting untuk perkembangan dan fungsi organ seksual. ”Apabila kadar kolesterol dalam darah menjadi tinggi, maka bisa sebabkan plak ateroma,yaitu penumpukan kolesterol di dinding pembuluh darah,” tuturnya.
Selain terjadi plak ateroma, tingginya kadar kolesterol dalam darah juga bisa menyebabkan terjadinya pengerasan, penyempitan, atau penyumbatan aliran darah di bagian pembuluh darah tempat plak tersebut terbentuk. Bila proses aterosklerosis ini terjadi pada pembuluh darah penting yang berfungsi mengalirkan darah dan makanan ke organ vital seperti jantung dan otak, maka fungsi kedua organ itu akan terganggu bahkan bisa berakibat fatal.
Jika hal tersebut terjadi,maka akan berdampak pada jantung di mana bisa menyebabkan nyeri pada dada (angina pectoris), gangguan irama jantung (arrhythmia),serangan jantung akut (acute myocard infarct),bahkan sampai henti jantung (cardiac arrest). Sedangkan pada otak yang bisa menyebabkan serangan stroke, bahkan dapat menyebabkan kerusakan permanen pada otak. Agar kadar kolesterol selalu dalam kondisi normal, maka sebaiknya terapkan pola hidup sehat, pola makan sehat, dan rutin berolahraga.
Berbeda halnya dengan pasien yang sudah dalam kondisi dislipidemia, dianjurkan untuk melakukan perubahan pola hidup sehat (Therapeutic Life-style Changes) serta berkonsultasi teratur ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai. Medical check up rutin juga penting dilakukan, setidaknya setahun sekali,untuk mengetahui kadar kolesterol serta mendapatkan informasi medis sejak dini yang berhubungan dengan kolesterol.
Namun, jika seseorang sudah harus menjalani terapi obat,maka yang dibutuhkan adalah kedisiplinan dalam menjalankan terapi tersebut. Karena berdasarkan fakta, sebanyak 68,7% pasien hiperkolesterolemia di Indonesia yang menjalankan pengobatan untuk menurunkan kadar kolesterol gagal mencapai target terapi. Hasil studi independen Pan- Asian yang juga dikenal dengan CEPHEUS1,2 (CEntralised Pan- Asian Survey on THE Under-treatment of hypercholeSterolemia) telah melakukan studi berskala besar yang melibatkan delapan negara di wilayah Asia dengan total responden 7.281 pasien. Di mana 11,5% di antaranya atau sekitar 834 responden merupakan sampel populasi Indonesia.
Studi yang bertujuan untuk melihat karakteristik pengobatan hiperkolesterolemia di Asia termasuk Indonesia ini, juga bertujuan untuk melihat bagaimana interaksi antara dokter dan pasien dalam mencapai target terapi hiperkolesterolemia, khususnya kolesterol LDL (low-density lipoprotein), pada pasien yang menerima obat penurun kolesterol. Hasil studi ini mengungkapkan bahwa hampir setengah dari mereka yang menjalankan terapi, kerap lupa mengonsumsi satu dosis obat dalam jangka waktu satu minggu atau lebih.
Selain itu, sebanyak 65,1% pasien mengaku lupa mengonsumsi obat penurun kadar kolesterol beberapa kali dan menganggap hal tersebut tidak memengaruhi kadar kolesterol mereka. ”Hal ini menjadi salah satu faktor penyebab kegagalan terapi dalam mencapai target kadar kolesterol yang sesuai dengan panduan tata laksana lipid dari NCEP ATP III,” tuturnya dalam acara temu media mengenal hasil Studi Pan Asian Terbesar yang diadakan oleh AstraZeneca beberapa waktu lalu. (inggrid namirazswara/si)
Selengkapnya.....
Kamis, 22 Juli 2010
5 Tanda Jantung Sehat

Bila jantung berhenti berdenyut hanya dalam beberapa menit saja, diikuti berhentinya sirkulasi darah, maka hidup kita yang berharga ini pun akan berakhir. Itu sebabnya mengapa sangat ditekankan pentingnya pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah.
Secara umum ada lima tanda vital jantung yang sehat.
1. Kolesterol
Bila diibaratkan, LDL atau kolesterol jahat adalah pembakar rumah dan HDL atau kolesterol baik sebagai petugas pemadam kebakaran. "Petugas pemadam kebakaran yang baik biasanya bisa mencegah kerusakan jangka panjang," kata Roger Blumenthal, dari Johns Hopkins Cicarone Center.
Semakin tinggi kadar kolesterol HDL, makin rendah pula risiko terjadinya ateroklerosis. Untuk jantung sehat, target kolesterol jahat tidak lebih dari 130 mg/dl dan HDL harus lebih tinggi dari 40 mg/dl. Kadar HDL cenderung meningkat dengan berolahraga, menurunkan berat badan dan mengonsumsi banyak serat.
2. Tekanan darah
Jika dibiarkan tak terkendali dalam beberapa tahun, tekanan darah tinggi dapat merusak arteri seluruh tubuh, sehingga dinding pembuluh darah akan menebal dan kaku lalu tersumbat sehingga alirah darah ke organ vital tersumbat. Tekanan darah yang optimal lebih rendah dari 120/80 mmHg.
Variasi berbagai makanan dengan kombinasi berbagai zat gizi yang tepat akan bermanfaat bagi tekanan darah. Berbagai penelitian juga menunjukkan mengurangi stres juga efektif menurunkan tekanan darah. Para peneliti dari Spanyol menyebutkan, konsumsi aspirin setiap hari juga menurunkan kadar tekanan sistolik 6,8 mmHg dan tekanan diastolik 4,6 mmHg.
3. Denyut jantung
Hidup tidak berada di tangan Anda, tapi di jantung Anda. Jumlah detak jantung per menit (resting heart rate) merupakan salah satu cara untuk memprediksi usia. Dalam studi yang dimuat dalam New England Journal of Medicine disebutkan, pria yang memiliki resting heart rate di atas 75 denyut per menit (bpm) tiga kali lebih beresiko terkena serangan jantung. Denyut yang normal adalah 65 bpm.
"Bila Anda melakukan latihan kardio dengan intensitas rendah dan menambahnya menjadi intensitas tinggi dua minggu sekali, detak jantung per menit akan berkurang," kata Neal Henderson, ahli kedokteran olahraga. Lakukan latihan olahraga minimal 30 menit dengan jumlah 60-80 persen dari maksimum heart rate.
4. Gula darah puasa
Kadar gula darah puasa merupakan tanda ada tidaknya risiko diabetes. Makin tinggi kadar gula darah Anda, makin besar pula risiko terkena diabetes. "Penderita diabetes punya risiko yang lebih besar terkena penyakit jantung, ginjal dan gangguan mata," kata Johanthan Samet, M.D dari Johns Hopkins.
Untuk menurunkan kadar gula darah puasa, kita perlu meningkatkan kemampuan tubuh menggunakan gula darah atau dengan kata lain meningkatkan sensitivitas insulin. Cara terbaik untuk mencapai ini adalah mengurangi berat badan.
5. Protein C-reactive
Protein C-reavtive atau CRP adalah protein plasma yang diproduksi oleh hati sebagai reaksi dari adanya infeksi, luka dan proses inflamasi. Kadar tinggi CRP menunjukkan adanya peradangan di dalam tubuh. Karena penyakit jantung terjadi karena adanya peradangan di dinding arteri maka CRP bisa digunakan sebagai penanda umum risiko penyakit jantung.
Peningkatakan kadar CRP biasanya diiringi dengan peningkatan kolesterol. Kadar CRP yang tinggi, yakni lebih dari 1 miligram per liter, juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker prostat. Pengukuran CRP dilakukan dengan pengambilan darah dari bagian siku atau belakang telapak tangan. (kps)
Selengkapnya.....
Rabu, 21 Juli 2010
MUI: Kopi Luwak Halal Asal Dicuci

Jakarta - Menanggapi pertanyaan dari BUMN yang akan mengembangkan bisnis kopi luwak, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan, biji kopi yang dikeluarkan kembali dari tubuh luwak halal asalkan dicuci sebelum dikonsumsi.
"Bijinya memang terkena najis atau mutanajis dan harus dicuci bersih. Kalau sudah bersih, silakan diapakan saja," kata Ketua MUI Bidang Fatwa Ma'ruf Amin dalam jumpa pers di kantor MUI, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa.
Fatwa halal itu dikeluarkan MUI atas pertanyaan yang diajukan beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII di Jawa Timur yang akan mengembangkan usaha kopi luwak yang merupakan kopi termahal di dunia itu. "PTPN Jawa Barat, Pengalengan, juga akan mengembangkan ini. Jadi mereka bertanya ini halal ataukah tidak," kata Ma'ruf.
Oleh karenanya, setelah melalui beberapa kali rapat internal, MUI akhirnya menetapkan fatwa bahwa jenis najis yang menempel di kopi luwak termasuk yang bisa dibersihkan sehingga halal dikonsumsi setelah dicuci.
"Karena itu najis biasa, cukup dicuci dengan air. Tidak harus dicuci tujuh kali karena ini bukan najis babi atau anjing," papar Ma'ruf. Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa biji kopi yang dihalalkan adalah yang utuh dan keras dan "jika ditanam bisa tumbuh" sehingga bagi biji yang pecah tidak disarankan untuk dikonsumsi karena dikhawatirkan najis berupa kotoran luwak dapat menyerap ke bagian lunak biji kopi.
Kopi luwak diperoleh dari kotoran luwak, sejenis tupai yang mengkonsumsi buah kopi tersebut. Setelah melalui proses pencernaan hewan tersebut, kopi luwak mengalami perubahan karena adanya enzim pencernaan luwak dan menjadikan rasanya lebih enak daripada kopi biasa. Karena proses mendapatkannya yang unik dan langka, kopi luwak menjadi kopi termahal di dunia. (Ant)
Selengkapnya.....
Selasa, 20 Juli 2010
MENGATASI SAKIT MAAG DENGAN PISANG RAJA

Saya ada pengalaman unik tapi juga nyata. Kemaren waktu jalan -jalan ke bumi nyiur melambai ada satu hal yang tidak terlupakan. Di waktu mau berangkat ke sana kan saya terkena sakit yang di kira hanya masuk angin belaka. Tapi apa lacur setelah beberapa hari tidak sembuh akhirnya mencari dokter dan konsultasi pada waktu itu dokter memberi tahu kalau saya kena maag. Dokter memberikan obat-obatan buat penyembuhan dan sesampainya di rumah langsung saya minum tetapi kondisi tidak berubah masih saja terus muntah dan muntah.
Sambil melanjutkan perjanan mengelilingi bumi nyiur melambai ketemulah saya dengan tukang buah-buahan karena satu - satunya hal yang pengen di makan di kala muntah waktu itu adalah buah yang seger dan waktu itu setelah browshing lansung sepanjang jalan hanya menemukan buah pepaya dan pisang yang menarik perhatian . Akhirnya kami menepikan mobil dan membeli satu buah pepaya dan saya makan langsung biar perut terisi.
Nah dari ngobrol sama ibu - ibu sulawesi tukang buah saya cerita kalau lagi terkena maag dan muntah terus, sama ibu-ibu itu di sarankan untuk makan pisang raja. Langsung saja saya coba karena di tempat itu memang jual pisang raja. Selesai makan kira - kira 5 menit langsung muntah lagi. Tapi karena mungkin sudah ada bagian pisang yang sudah masuk pencernaan terasa sedikit mendingan dan rasa mual tidak kerasa lagi. Sampai di rumah mencoba makan nasi dan berlanjut sampai ke saat ini , kondisi normal kembali. Jadi mungkin bagi teman - teman yang lagi terkena maag dan ingin mencoba obat yang alami bisa di coba seperti pengalaman saya. Tapi wallahualam apakah memang pisang raja itu ada efeknya apa tidak tapi ini just case dari pengalaman pribadi.
Sekilas tentang maag “
Sakit maag — kerap juga disebut radang lambung — dapat menyerang setiap orang dengan segala usia. Pada keadaan yang cukup parah, radang lambung dapat menimbulkan perdarahan (hemorrhagic gastritis) sehingga banyak darah yang keluar dan berkumpul di lambung. Satu saat, penderita bisa muntah yang mengandung darah.
Ada sejumlah gejala yang biasa dirasakan penderita sakit maag seperti mual, perut terasa nyeri, perih (kembung dan sesak) pada bagian atas perut (ulu hati). Biasanya, nafsu makan menurun secara drastis, wajah pucat, suhu badan naik, keluar keringat dingin, dan sering bersendawa terutama dalam keadaan lapar.
Menurut dokter Rino A Gani SpPD-KGH, berbagai hal bisa menyebabkan terjadinya sakit maag. ”Penyebabnya banyak,” tutur spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta ini. Namun biasanya, kata dia, penyakit maag terjadi karena dua hal, yaitu gangguan fungsional kerja dari lambung yang tidak baik dan terdapat gangguan struktur anatomi. Gangguan fungsional berhubungan dengan adanya gerakan dari lambung yang berkaitan dengan sistem syaraf di lambung atau hal-hal yang bersifat psikologis. Gangguan struktur anatomi bisa berupa luka, erosi, atau bisa juga tumor.
Dalam berbagai literatur disebutkan, pola makan tidak teratur dapat menimbulkan gejala sakit maag seperti perih dan mual. Hal itu terjadi karena lambung memproduksi asam — disebut asam lambung — untuk mencerna makanan dalam jadwal yang teratur. Bahkan, saat tidur pun lambung tetap saja memproduksi asam walaupun tak ada makanan yang harus dihancurkan.
Asam lambung sangat diperlukan untuk membantu pencernaan. Tanpa asam lambung, makanan yang masuk dalam tubuh tidak dapat tercerna dengan baik, sehingga zat-zat gizi tidak dapat diserap secara optimal oleh tubuh. Asam lambung dalam jumlah seimbang memang diperlukan tubuh. Tapi jika berlebihan akan menimbulkan penyakit. Produksi asam lambung biasanya meningkat pada saat tubuh memerlukannya, yaitu ketika makan. Sebaliknya, pada saat tubuh tidak memerlukan, produksi asam lambung akan menurun kembali.
Karena itu, jadwal makan yang tidak teratur kerap membuat lambung sulit beradaptasi. Bila hal ini berlangsung terus-menerus, akan terjadi kelebihan asam dan akan mengiritasi dinding mukosa lambung. Rasa perih dan mual pun muncul.
Selain pola makan tak teratur, penyakit maag juga bisa disebabkan oleh stres. Hal ini dimungkinkan karena sistem persyarafan di otak berhubungan dengan lambung, sehingga bila seseorang mengalami stres maka bisa muncul kelainan pada lambung. ”Dalam hal ini, terjadi ketidakseimbangan,” tuturnya. Perlu Anda tahu, stres bisa menyebabkan terjadinya perubahan hormonal di dalam tubuh. Nah selanjutnya, perubahan itu akan merangsang sel-sel di dalam lambung yang kemudian memproduksi asam secara berlebihan. Asam yang berlebihan ini membuat lambung terasa nyeri, perih, dan kembung. Lama-kelamaan, hal ini dapat menimbulkan luka pada dinding lambung.
Kurangi makanan asam dan pedas
Untuk mengatasi penyakit maag ini, Rino menyarankan untuk mengurangi konsumsi makanan yang dapat mengganggu lambung. Seperti apa makanan yang bisa mengganggu lambung? Di antaranya adalah makanan yang terlalu asam dan pedas. Rino juga menyebut beberapa jenis makanan yang bisa membentuk gas sehingga mengakibatkan perut kembung, seperti ubi dan nangka.
Selain itu, Anda pun mesti mengenali beberapa hal yang perlu diwaspadai berkait dengan sakit maag. Misalnya, kata Rino, gejala sakit maag yang baru timbul di usia 40 tahun atau sakit maag yang sudah diobati berulang kali namun tidak kunjung sembuh. Bila hal ini terjadi, dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. ”Kemungkinan ada luka di lambung atau bisa saja tumor,” tuturnya. Karena itu, waspadalah.
Bisakah sakit maag disembuhkan? Tentu saja bisa, asal penderita mau mengubah pola hidup dan rajin berkonsultasi pada dokter. Menurut Rino, maag fungsional dapat disembuhkan bila penderita menerapkan pola makan dan tidur yang teratur. Selain itu, harus pula menghindari stres. Penderita sebaiknya juga melakukan latihan fisik secara teratur sesuai kemampuan. Latihan fisik yang cukup dan teratur akan membuat tubuh menjadi bugar dan sehat. Selain itu, olahraga juga dapat menghindarkan stres.
Sementara itu, untuk meredakan rasa sakit akibat penyakit ini, penderita bisa mengonsumsi obat sakit maag yang biasanya mengandung antasida. Obat ini berguna untuk menetralisir asam lambung. Namun, bila rasa sakit tak kunjung reda, sebaiknya segera berobat ke dokter agar dapat diketahui penyebabnya.
Selengkapnya.....
Hati-hati Jajanan Anak Mengandung Formalin, Boraks, Rhodamin B

Karawang - Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengingatkan agar masyarakat berhati-hati karena saat ini jajanan yang berbahaya bagi anak-anak masih beredar di sekolah dan di pusat hiburan.
"Mengkonsumsi jajanan yang berbahaya akan mengganggu kesehatan dan perkembangan anak," kata Kepala Seksi Pengawas Zat dan Makanan Berbahaya, Dinas Kesehatan Karawang, M Alwi, di Karawang, Senin.
Dikatakannya, jajanan anak yang berbahaya tersebut biasanya beredar di sekolah-sekolah atau di pusat-pusat hiburan. Oleh karena itu, para orang tua diharapkan lebih berhati-hati dan bisa mengawasi jajanan anaknya masing-masing.
Jenis jajanan berbahaya bagi anak itu diantaranya ialah makanan atau jajanan yang mengandung zat pewarna, boraks, formalin, atau makanan yang menggunakan zat-zat berbahaya lainnya.
"Dari beberapa pengawasan kami dilapangan, anak-anak bisa mengonsumsi jajanan yang berbahaya jika kurang dari pengawasan orang tuanya. Jadi, para orang tua diharapkan lebih meningkatkan pengawasan jajanan anak-anaknya," kata Alwi.
Kondisi itu terjadi akibat minimnya kesadaran masyarakat, khususnya para orang tua, mengenai jajanan yang sehat dan tidak sehat bagi anak. Sehingga anak-anak masih terus mengonsumsi makanan yang berbahaya itu.
Para pedagang jajanan anak-anak, kata Alwi, biasanya menjual makanan yang mengandung bahan-bahan berbahaya seperti zat pewarna, dan dengan bungkus yang unik sebagai daya tarik bagi jajanan itu.
Umumnya, makanan berbahaya yang masih beredar itu ialah makanan atau jajanan yang mengandung pewarna kuning metanil atau zat sintesis berwarna kuning kecoklatan dan berbentuk padat atau serbuk. Pewarna jenis ini berbahaya, karena biasa digunakan sebagai pewarna tekstil dan cat.
Selain itu, ada pula makanan atau jajanan berbahaya yang mengandung formalin, boraks, pewarna rhodamin B, dan lain-lain. (MAK/K004)
Selengkapnya.....
Hadapi Puasa, PMI Akan Gelar Donor Darah Malam Hari

Jakarta, Untuk mencukupi persediaan kantong darah selama bulan puasa yang biasanya turun akibat kurangnya donor darah, Palang Merah Indonesia (PMI) akan menggelar donor darah pada malam hari.
“Kita bisa lakukan donor darah ada malam hari,” ungkap Ketua PMI M Jusuf Kalla usai pencanangan “Gerakan Berobat Sebelum Terlambat” di Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta, Senin. Selain itu menurut Kalla, upaya donor darah juga bisa dilakukan dengan sasaran kepada masyarakat non muslim. “Kan banyak orang yang ga puasa. Kita bisa melakukan donor darah melalui gereja dan vihara,” tambahnya.
Mengenai “Gerakan Berobat Sebelum Terlambat” Jusuf Kalla mengatakan, kegiata itu cukup bagus sehingga perlu dukungan semua pihak. “Gerakan ini perlu digelorakan dan harus didukung semua elemen bangsa,” ujarnya. Menurut Kalla, untuk menjaga kesehatan, masyarakat perlu menjaga lingkungan dan melakukan kebiasan hidup yang baik. “Ini untuk mencegah terjadinya penyakit,” katanya.
Namun demikian, jika sudah terkena penyakit, diharapkan masyarakat segera berobat. “Jangan menunggu penyakitnya parah. Ini memakan biaya yang sangat besar dan potensi sembuhnya sangat kecil,” saran mantan Wakil Presiden tersebut.
Bagi PMI, meurut Kalla, “Gerakan Berobat Sebelum Terlambat“ sangat penting, karena mengingatkan masyarakat agar tetap sehat. “Jika masyarakat masyarakat banyak yang sakit, PMI sulit mencari darah,” katanya.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Priyo Sidipratomo SpRad (K) mengatakan, jika penyakit dapat dideteksi sejak dini, maka penanganannya lebih gampang dan kemungkinan untuk sembuh lebih besar serta dengan biaya yang lebih kecil.
Karena itu, ia menghimbau masyarakat agar melakukan tindakan preventif terhadap penyakit. “Jika sudah terkena penyakit, segera berobat,” sarannya. Ia mengungkapkan, Sistem Jaminan Soial Nasional (SJSN) yang diprogramkan pemerintah sampai sekarang belum berjalan, sehingga sebagian besar biaya kesehatan harus ditnaggung masyarakat. “Padahal 70 persen pengeluaran kesehatan harus ditanggung pasien,” ujarnya.
Dokter Sonar Sony Panigoro Dirut RS Dharmais mengungkapkan, 70 persen penderita penyakit kanker yang datang ke rumah sakit yang dipimpinnya dalam kondisi sangat terlambat. Dalam penanganan penyakit kanker, lanjut Paniogoro, tidak ada penyakit yang bisa disembuhkan 100 persen seperti semula. “Rata-rata sembuhnya 90 persen. Itu pun untuk kanker tertentu yang dating berobat sejak dini,” ujarnya.
Irwan Hidayat Dirut PT Sido Muncul mengajak masyarakat untuk segera berobat sebelum terlambat jika terkena penyakit. “Kita perlu menyadarkan masyarakat tentang pencegahan penyakit sebelum parah. Jika terlambat berobat akan memakan biaya sangat besar,” ujarnya. Pada kesempatan tersebut, Irwan juga menyerahkan bantuan sebesar Rp150 juta kepada RS Dharmais yang diterima dr Sonar Sony Panigoro. (try)
Selengkapnya.....
Senin, 19 Juli 2010
Kematian Lansia karena Diabetes Rangking No 2 di Indonesia
Surabaya - Bagi kalangan lanjut usia jangan menyepelekan penyakit diabetes melitus (DM). Karena diabetes khususnya penderita berumur di atas 45 tahun tercatat penyakit yang mematikan nomor urut dua di Indonesia.
"Ya lihat-lihat umurnya. Kalau dibawah umur 15 tahun, tingkat (nomor urut penyebab kematian, Red) 9. Kalau diatas 15 sampai 45 tahun tingkat 6. Sedangkan diatas 45 tahun tingkat 2," kata Ketua PB Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA), Dr dr Achmad Rudijanto, SpPD-KEMD saat jumpa pers usai acara Hari Kebersamaan Diabetes Nasional 2010, di lapangan Makodam V Brawijaya, Surabaya, Minggu (18/7/2010).
Dari data hasil RISKESDAS (2007) menunjukkan prevalensi diabetes sebesar 5,7 persen. Sedangkan prevalensi pre-diabetes sebesar 10,8 persen dan prevalensi obesitas sentral sebesar 18,8 persen. Kedua keadaan tersebut merupakan faktor risiko timbulnya diabetes.
Sementara itu, International Diabetes Federation (IDF) memperkirakan terjadinya peningkatan jumlah pasien DM di Indonesia, dari 7 juta pada tahun 2009 diprediksi mencapai 12 juta pada tahun 2030. Sedangkan World Health Organization (WHO) memperkirakan kenaikan jumlah yang lebih besar, yakni dari 8 juta pasien pada tahun 2000 menjadi 21 juta pada tahun 2030.
Ketua PERSADIA Cabang Surabaya, Prof DR dr Agung Pranoto, MSc, SpPD, K-EMD, FINASIM menambahkan, pasien diabetes dapat menggunakan insulin lebih dini dapat memberikan harapan yang lebih baik bagi pasien, dalam mengontrol gula darah dan mencegah terjadinya komplikasi vaskular.
"Pemberian insulin pada saat yang tepat akan memberikan hasil yang lebih baik pada pasien diabetes. Tapi kenyataannya, sampai saat ini masih terdapat persepsi yang salah tentang pemberian insulin. Pasien diabetes kerap menganggap pemberian insulin sebagai pilihan terapi terakhir," tuturnya.
Sementara itu, Widji Soerati (59) salah satu penderita diabetes mengatakan, jika penyakit diabetes tidak bisa diusir (disembuhkan), dapat dijadikan sebagai teman baik. Asalkan kontrol rutin dan menjaga kadar gula darah, menjaga pola hidup sehat dan rajin berolah raga.
"Tekad untuk bisa hidup lebih sehat dan dapat menjalankan semua aktivitas secara normal membuat saya bisa berdamai dengan diabetes. Dan rasa nyeri saat menyuntikkan insulin menjadi tidak berarti. Resep saya untuk tetap bersemangat menjalani pola hidup yang sehat dan selalu ikut aturan," ujar Soerati.
Selengkapnya.....
Jumat, 16 Juli 2010
Kekisruhan Kepesertaan Jamkesmas dan JPKMS Segera Dibenahi

Medan, Persoalan kekisruhan pendataan kepesertaan Jamkesmas dan Jamkesda harus dibenahi sesegera mungkin. Karena, ini merupakan persoalan asasi bagi kebutuhan rakyat miskin. Soalnya, program itu dibuat untuk seutuhnya demi kepentingan rakyat.
Sebenarnya, kata Direktur Jaringan Kesehatan Masyarakat (JKM) Sumut dr Delyuzar SpPA di kantor JKM Jalan Pancing Medan, Kamis (15/7), persoalan untuk mendapatkan data valid sangat mudah.
"Mudah sekali dapatkan data orang miskin di Medan khususnya. Asal jujur dan transparan. Di sini Kepala Lingkungan harus benar-benar dilibatkan. Sehingga dia memiliki tanggungjawab penuh dengan program," sebut Delyuzar.
Menurutnya, persoalan utama yang harus dituntaskan, memvalidkan data kepesertaan Jamkesmas. Kalau Medan mendapat kuota 412.249 jiwa peserta Jamkesmas, maka masyarakat penerima harus benar-benar tahu bahwa mereka terdaftar di Jamkesmas.
Dia memahami, saat ini sudah pertengahan tahun program kerja, tapi, kevalidan data Jamkesmas itu merupakan titik kunci pemecahan masalah jaminan kesehatan daerah baik untuk kabupaten/kota maupun provinsi.
Cara mudah, sebutnya, cukup mengeprint data kepesertaan dan kemudian di umumkan di setiap lingkungan. "Kenapa pengumuman Daftar Pemilih Tetap (DPT) bisa, untuk Jamkesmas tak bisa," jelasnya.
Dengan begitu, masyarakat akan mengoreksi dan mengklarifikasi serta mengetahui langsung bahwa mereka sebenarnya terdaftar sebagai peserta Jamkesmas.
Keuntungannya, bagi yang belum tahu bahwa mereka terdaftar sebagai Jamkesmas mereka bisa memanfaatkan itu untuk meminta kartu pengganti dari pengelola kepesertaan Jamkesmas (PT Askes-red). Begitu juga bagi mereka yang kartunya hilang.
"Dengan diumumkan maka masyarakat yang sebenarnya tidak layak sebagai peserta tentu akan malu. Di sini, bisa kelihatan langsung ada peran serta masyarakat," ucap Delyuzar.
Bagaimana teknis untuk mengumumkan itu, tergantung koordinasi instansi terkait. "Jika memang diperlukan payung hukum, bisa saja dengan membuat Peraturan Walikota untuk Kota. Karena ini untuk kepentingan masyarakat banyak dan menyangkut hak asasi manusia," tukas Delyuzar.
Dengan kepastian akurasi kepesertaan Jamkesmas tersebut, maka Pemko Medan khususnya bisa jelas membuat kebijakan sasaran JPKMS. Tentunya, masyarakat yang tidak tercover Jamkesmas. "Karena persoalan sosial masyarakat ini bisa berubah tiba-tiba. Dulu mungkin kaya, tapi tiba-tiba miskin. Hal ini harus menjadi perhatian juga," ungkap Delyuzar lagi.
Sangat Penting
Menurutnya, pengklarifikasian kepesertaan Jamkesmas ini sangat penting. Karena menyangkut dengan kebijakan Pemprov dan Pemko untuk masyarakat miskin serta menguntungkan masyarakat.
"Soalnya, pelayanan Jamkesmas tanpa batas dan skala nasional. Di sisi lain, ini bisa menghemat kas daerah. Sehingga, keuangan daerah bisa dimanfaatkan untuk tindakan promotif dan preventif agar rakyat tidak sakit.
Mungkin, kalau peserta Jamkesmas di Medan sudah tuntas dengan baik, maka sebagian besar dari program kesehatan Medan untuk promosi dan preventif agar rakyat tidak sakit. Ini sangat penting. Jangan kita hanya terfokus pada pengobatan saja. Sekarang ini, kita ibarat memadamkan api terus, tidak mengurangi apinya," tutur Delyuzar.
Jadi, untuk lebih memastikan terdatanya kepesertaan Jamkesmas dan JPKMS, maka selain melibatkan kepala lingkungan, masyarakat secara luas, juga ada tim atau lembaga independen yang siap mengawasi apakah benar data itu sesuai dengan realita di lapangan.
Persoalan kepesertaan Jamkesmas dan JPKMS ini sudah sering ditemui. Bahkan terbaru, seorang anak warga miskin, M Ibnu Saragih (3) warga Jalan Masjid Taufik, Gang Lontu Medan Perjuangan, terpaksa dirawat di RSUD dr Pirngadi Medan dengan status pasien umum.
Padahal, orangtuanya Abdul Rizki Saragih (28) bekerja membawa beca bermotor. Dan istrinya, Rini (26) sebagai ibu rumah tangga. "Kami berusaha bagaimana anak kami bisa berobat gratis. Sekarang, kami masuk sebagai pasien umum," sebut Rini.
Mendapat informasi kasus M Ibnu Saragih, Plt Ketua DPRD Medan H Sabar Syamsurya Sitepu datang menjenguk dan memberikan bantuan, Rabu (14/7). Sabar Syamsurya merasa heran. Mengapa masih ada orang miskin yang tidak terdaftar sebagai peserta Jamkesmas dan JPKMS. "Informasi kelemahan validitas data kepesertaan JPKMS ini akan saya sampaikan ke anggota dewan di Komisi B yang membidanginya agar bisa dicarikan solusi yang baik," ungkap politisi Partai Golkar Medan ini. (nai)
Selengkapnya.....
Rabu, 14 Juli 2010
Jumlah Kematian dan Penderita Baru HIV Tak Lagi Melonjak Besar

Wina, Data terbaru jumlah kematian dan penderita baru HIV-AIDS dunia per tahun 2008 cukup membuat tenang karena tidak ada lonjakan kasus secara drastis. Jumlah kematian dan penderita baru HIV sama seperti tahun 2007.
Di tahun 2008, jumlah penderita baru yang terkena infeksi HIV sama besarnya seperti 2007, yaitu 2,7 juta jiwa. Begitu juga dengan jumlah kematian di tahun 2008 akibat HIV sama seperti tahun 2007 yang sebesar 2 juta.
Tidak adanya lonjakan serius kematian dan penderita HIV diduga karena kesadaran tentang seks yang aman mulai muncul. Begitu juga dengan pengobatan penderita HIV dengan terapi antiretroviral yang sangat aktif yang membantu penderita HIV hidup lebih lama.
Berdasarkan laporan Program Bersama HIV/AIDS PBB (UNAIDS), di tahun 2008 terdapat 33,4 juta jiwa di seluruh dunia diperkirakan terinfeksi human immunodeficiency virus (HIV) yang menyebabkan AIDS.
Untuk membahas kemajuan terbaru penyakit ini, ribuan ilmuwan, petugas kesehatan, aktivis dan pejabat pemerintahan akan berkumpul dalam konferensi besar AIDS internasional di Wina pada 18 Juli 2010.
Dilansir dari Reuters, Rabu (14/7/2010), berikut beberapa gambaran tentang HIV-AIDS di seluruh dunia:
Gambaran global
Kematian global dari AIDS diperkirakan mencapai 2 juta pada tahun 2008, jumlah yang sama seperti pada tahun 2007. Sejak pandemi AIDS dimulai pada awal 1980-an, hampir 60 juta jiwa telah terinfeksi virus ini dan 25 juta jiwa meninggal karena penyebab terkait HIV.
Pada tahun 2008, sekitar 430.000 anak lahir dengan HIV. Ini menambah jumlah total menjadi 2,1 juta anak di bawah usia 15 tahun yang hidup dengan HIV. Dan orang muda mencapai sekitar 40 persen dari seluruh dewasa baru (usia 15 tahun ke atas) terinfeksi HIV di seluruh dunia.
Jumlah tahunan infeksi HIV baru tetap sama pada tahun 2008 dan 2007, yaitu sebesar 2,7 juta jiwa. Angka ini menurun dari 3 juta pada tahun 2001.
Meskipun 33,4 juta orang terinfeksi HIV pada tahun 2008, kebanyakan dari penderita tersebut telah hidup dengan HIV sebelumnya. Ini setidaknya sebagian disebabkan oleh efek menguntungkan dari obat AIDS, yang dikenal dengan terapi antiretroviral yang sangat aktif.
Saat ini, ada 26,3 juta orang dewasa di atas usia 25 tahun yang hidup dengan infeksi HIV.
Afrika dan Asia
Sub-Sahara Afrika tetap merupakan wilayah yang paling banyak kasus HIV, jumlah total sebesar 67 persen dari seluruh penderita HIV di seluruh dunia. 71 persen kematian di daerah tersebut terkait dengan AIDS dan 91 persen dari infeksi baru adalah anak-anak.
Diperkirakan 1,9 juta orang baru terinfeksi HIV di sub-Sahara Afrika pada tahun 2008. Ini menambah jumlah orang yang hidup dengan HIV di Afrika menjadi 22,4 juta jiwa.
9 negara di Afrika Selatan terus menanggung bagian yang tidak proporsional dari beban global AIDS. Masing-masing memiliki tingkat HIV orang dewasa lebih dari 10 persen.
Dengan prevalensi HIV dewasa 26 persen pada tahun 2007, Swaziland, Afrika, memiliki tingkat infeksi terburuk di dunia. Epidemi Lesotho, Afrika, tampaknya telah stabil, dengan tingkat HIV dewasa 23,2 pada tahun 2008.
Afrika Selatan terus menjadi rumah bagi populasi terbesar di dunia yang hidup dengan HIV, yaitu 5,7 juta pada tahun 2007. Lebih dari 250.000 warga Afrika Selatan meninggal karena penyakit terkait AIDS pada tahun 2008 dan hampir 2 juta anak di sana telah kehilangan salah satu atau kedua orang tuanya karena epidemi.
Asia, rumah dari 60 persen populasi dunia, merupakan wilayah kedua setelah sub-Sahara Afrika yang paling banyak terinfeksi HIV. Diperkirakan 4,7 juta jiwa orang hidup dengan HIV di Asia pada tahun 2008.
Dan India menyumbang sekitar setengah dari kasus HIV di Asia. Dengan pengecualian Thailand, yang mana HIV mempengaruhi 1,4 persen orang dewasa, setiap negara di Asia memiliki tingkat infeksi HIV dewasa kurang dari 1 persen.
Wilayah lain
Tingkat HIV di Eropa Timur dan Asia Tengah meningkat, dengan epidemi yang serius dan terus berkembang di Ukraina dan Rusia. Dengan prevalensi dewasa sebesar 1,6 persen di tahun 2007, Ukraina memiliki prevalensi tertinggi di Eropa. Di Eropa Timur 1,5 juta orang hidup dengan HIV.
Di Amerika Latin, infeksi HIV baru mencapai kira-kira 170.000 pada tahun 2008, menambah jumlah menjadi 2 juta orang yang hidup dengan HIV disana. Diperkirakan 77.000 orang meninggal karena penyakit yang berkaitan dengan ADIS tahun lalu.
Dan ada 2,3 juta orang yang hidup dengan HIV pada tahun 2008 di Amerika Utara, Eropa Barat dan Eropa Tengah.
Selengkapnya.....
ARTIKEL: ORANG MISKIN DILARANG SAKIT !

Oleh : Juniper Silitonga
Barangkali judul tulisan ini sedikit mengherankan oleh sebagian pihak. Namun ada juga sebagian lagi yang menganggap ini memang benar adanya dan sudah menjadi rahasia umum.
Apalagi di saat kondisi perekonomian bangsa ini belum begitu menggembirakan. Setiap warga dipaksa ataupun diwajibkan untuk tetap hidup sehat. Tapi siapapun orangnya, kondisi untuk tetap hidup sehat tidak bisa semata-mata berjalan mulus sebagaimana yang diharapkan. Adakalanya juga setiap orang akan mengalami sakit.
Demikian juga halnya yang dialami oleh ibu Susi Siahaan (35) penduduk Jalan Pelita IV, Gg. Pos III kecamatan Medan Perjuangan. Melalui pemberitaan di harian Analisa, 1 Juli 2010-penulis merasa prihatin dengan kondisi yang diderita sang ibu. Karena latar belakang ekonomi tidak mampu, sang ibu terpaksa mengurungkan niatnya untuk membawa si anak yang bernama Binsar Immanuel (13) berobat ke rumah sakit. Kemudian terlintas dalam pikiran penulis ketika membaca berita tersebut untuk menuliskan artikel ini. Pastinya penulis ingin sedikit menggugah warga kota ini secara umum dan para pemangku kebijakan di kota ini secara khusus terkait masalah kesehatan yang dialami oleh ibu Susi Siahaan.
Diberitakan dalam harian Analisa bahwa sang anak mengalami penyakit lumpuh layu sejak 13 tahun yang lalu. Sebagai orang tua tunggal, sang ibu masih tetap bersikukuh memelihara dan merawat anaknya tersebut. Sang ibu menghidupi dua anaknya sekarang dengan penghasilan dari berdagang di pasar. Setiap hari sang ibu harus meninggalkan anaknya yang sakit tersebut untuk pergi berjualan. Sesekali sang ibu harus pulang sebentar ke rumahnya untuk memberikan obat kepada Binsar dan pergi lagi untuk melanjutkan jualannya.
Sepanjang 13 tahun inilah, Binsar tidak pernah dibawa berobat ke rumah sakit karena sang ibu tidak memiliki uang. Pada tanggal 26 Juni lalu si Binsar mengalami sakit keras dengan gejala tubuhnya panas dan kejang-kejang. Hingga akhirnya dengan pasrah sang ibu membawa anaknya itu untuk berobat ke RSUD Dr. Pirngadi bermodalkan surat keterangan lurah Sidorame Barat II. Surat sakti ini menyatakan bahwa Binsar termasuk daftar nama yang diusulkan sebagai peserta Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Medan Sehat (JPKMS) untuk menjadi rujukan bagi pihak RSUD Dr. Pirngadi.
Awalnya memang Binsar ditangani oleh petugas medis di Instalasi Gawat Darurat. Sang ibu dengan penuh percaya dirinya, menunjukkan surat sakti dari kantor kelurahan tempatnya tinggal. Anehnya setelah dicek oleh petugas medis dalam daftar penerima JPKMS, nama Binsar tercantum tapi tidak ada nomor registrasinya. Hingga si Binsar tidak bisa dikategorikan sebagai penerima JPKMS. Dari petugas medis rumah sakitpun menyatakan bahwa jatah penerima JPKMS sudah habis. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Demikianlah pada akhirnya ibu Susi Siahaan tidak bisa lagi melanjutkan upayanya untuk memperoleh akses berobat gratis dari RSUD Dr. Pirngadi sebagai rumah sakit milik Pemko Medan ini.
Administrasi Buruk
Demikianlah sepenggal cerita warga miskin di kota ini yang cenderung haknya diabaikan. Meskipun kelihatannya kasuistik, tapi setidaknya gambaran ibu Susi ini sudah merepresentasikan sebagian warga miskin di kota ini yang haknya diabaikan. Diabaikan hanya karena persoalan administrasi yang notabene bukan tanggung jawab orang miskin di negeri ini. Karena tanggung jawab tersebut sepenuhnya diemban oleh pejabat Pemko Medan sebagai aparatur negara. Persoalan ini sebenarnya sederhana bila saja ada kepedulian (human interest) dari petugas medis rumah sakit kebanggaan kota Medan ini.
Setidaknya ibu Susi Siahaan ada mendapat arahan dari pihak rumah sakit bagaimana selanjutnya upaya untuk bisa mendapatkan akses berobat gratis. Si anak dibolehkan untuk sementara dirawat, sedangkan si ibu diarahkan untuk mengurus segala kekurangan administrasi yang dibutuhkan oleh pihak rumah sakit. Namun harapan demikian ternyata tidak diperoleh warga miskin di kota ini yang notabene sudah menjalankan kewajibannya membayar pajak misalnya. Lagi-lagi alasan administrasi menjadi tameng aparat pemerintah di kota ini.
Padahal diketahui sejak tahun 2008, Pemko Medan sudah meluncurkan program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Medan Sehat (JPKMS). Tujuannya adalah untuk membantu masyarakat miskin diluar kuota Jamkesmas yang diprogramkan oleh pemerintah pusat. Namun pada kenyataannya di lapangan, dalam kepesertaan penerima program JPKMS terjadi tumpang tindih. Dalam perencanaannya, Pemko Medan menetapkan kuota 500 ribu untuk keanggotaan peserta JPKMS. Namun dalam penetapan itu, Pemko Medan disinyalir kurang berlandaskan pada keakuratan data. Seharusnya Pemko Medan sudah memiliki data seberapa banyak rakyat miskin yang tidak masuk ke dalam kuota penerima program Jamkesmas. Hingga kemudian, berdasarkan data yang akurat itulah Pemko Medan dapat menentukan berapa jumlah masyarakat miskin yang akan menjadi peserta program JPKMS.
Ternyata lagi diketahui bahwa Program Medan Sehat melalui JPKMS tidak melayani semua jenis penyakit. Maka sudah bisa dipastikan, warga miskin dilarang untuk sakit. Karena program yang dijalankan ternyata hanya bersifat setengah hati. Bukan berdasarkan untuk bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas umum yang layak sesuai amanat UUD 1945 pasal 34 ayat 3. Artinya pemerintah dalam hal ini Pemko Medan sudah mengabaikan atau melanggar undang-undang hanya karena alasan manajemen administrasinya yang buruk, rumit, usang dan sudah primitif.
Tentunya kondisi atas buruknya sistim administrasi pemerintah tidak dapat dimaklumi begitu saja. Karena hari ini, warga miskin yang berdomisili dimanapun ingin mendapat pelayanan kesehatan yang baik dan bertanggung jawab. Masyarakat miskin tidak akan pernah mengerti dengan alasan pemerintah kalau namanya belum teregistrasi sebagai penerima jaminan kesehatan dalam bentuk apapun. Jika pelayanan buruk ini sudah berlangsung dari sejak dimulainya program JPKMS tahun 2008 yang lalu sampai sekarang, maka bisa dipastikan warga miskin memang benar-benar dilarang untuk sakit di kota ini atau di Indonesia sekalipun. ***
Penulis, pemerhati sosial, Email: dani_iper@yahoo.co.idThis e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it
Selengkapnya.....
Menkes Distribusikan Vaksin Untuk Jemaah Haji

Jakarta - Tak hanya Kementerian Perhubungan yang sudah siap dalam penyelenggaraan ibada haji 2010. Kementerian Kesehatan pun menyatakan siap, khususnya dalam pengadaan vaksin mengenitis.
Dikatakan Menteri Kesehatan Endang Sediyaningsih usai rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta, Selasa (13/7), Kementerian Kesehatan selama penyelenggaraan haji akan melayani kesehatan para calon jemaah haji mulai dari di tanah air sampai kembali lagi ke tanah air.
Namun petugas kesehatan dari Kementerian Kesehatan akan tetap berada di Arab Saudi selama 10 hari, guna memantau
atau melayani para jemaah yang masih menjalani perawatan disana. Menkes juga mengatakah bahwa Kementerian Kesehatan juga telah menyediakan vaksin mengenitis bagi para calon jemaah haji.
"Kami sudah melakukan pengadaan dan distribusi vaksin, vaksin itu harus diberikan paling lambat dua minggu dari kloter pertama berangkat. Artinya setelah lebaran vaksin ini langsung diberikan ke Puskesmas dan rumah sakit, dalam waktu dua minggu 211 ribu calon haji ini harus sudah selesai divaksin," ujarnya.
Kementerian Kesehatan juga menyediakan Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) di Mekkah dan Madina. "Di Mekkah disediakan BPHI, setarap rumah sakit tipe C dengan 180 tempat tidur dan di Madinah dengan kapasitas yang lebih kecil yaitu 55 tempat tidur," tutur Endang.
Sementara untuk petugas kesehatan, Kementerian Kesehatan telah membuka pendaftaran secara online bagi para sukarelawan yang ingin membantu dalam penanganan kesehatan jamaah haji. Perekrutannya sendiri telah dilaksankan pada April 2010, dan saat ini para sukarelawan yang lulus dalam masa pelatihan.
"Kita melaksanakannya secara online ada 35 ribu lebih orang yang mendaftar yang memasukan berkas lengkap sekitar 22 ribu dan akhirnya yang terpilih atau terseleksi adalah 11 ribu sekian. Sekarang mereka sedang dalam masa pelatihan," pungkasnya. [win/jib]
Selengkapnya.....
Jumat, 02 Juli 2010
Seminar Autis Ditindaklanjuti Pembentukan Forum Peduli Anak Autis Sumut

Seminar Pemberdayaan Keluarga dalam Penanganan Anak Autis di Sumatera Utara yang dilangsungkan Biro Pemberdayaan Perempuan, Anak & Keluarga Berencana Setdaprovsu
bekerjasama dengan HIMPSI dan Forum P5 A Sumut, berlangsung penuh keharuan dan ditindaklanjuti dengan pembentukan Forum Peduli Anak Autis Sumut, di Binagraha Medan, Rabu (30/6).
"Saat ini, jumlah angka pertumbuhan anak autis dilaporkan semakin meningkat, meski belum diperoleh angka pasti data anak autis di Sumut. Autis yang belum diketahui sebabnya ini, membawa dampak bagi perkembangan anak dan kehidupan keluarga penderitanya. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk bersama-sama mendapatkan solusi dan penanganan atas hal ini," ujar Ketua TP PKK Sumut, Ny Hj Fatimah habibie Syamsul Arifin, dalam sambutannya membuka kegiatan seminar yang digagasnya itu.
Dijelaskannya, dari data yang ada terdapat sekitar 1.752 sekolah yang menangani anak autis dan hingga kini di Sumut masih sangat sedikit tempat pendidikan yang bisa menampung anak autis tersebut. Kalaupun ada, biayanya cukup besar. Tentu saja hal ini menjadi keprihatinan bersama jika anak autis dimaksud berasal dari keluarga yang kurang mampu.
"Untuk itulah seusai seminar ini kita tindaklanjuti dengan pembentukan Forum Peduli Anak Autis Sumut yang diharapkan dapat memberikan pencerahan bagi para orangtua anak autis. Forum itu sendiri selain beranggotakan orangtua dari anak autis juga para terafis, guru dan pendamping, lembaga swadaya masyarakat, psikolog dari HIMPSI dan tentu saja Pemerintah," ujar Kabiro PP, Anak & KB Hj Vita Lestari Nasution.
Pembina
Ditambahkannya, adalah kebahagiaan sendiri saat Hj Fatimah Habibie menyatakan kesediaannya sebagai Pembina dalam forum tersebut. Demikian juga penasehat forum tersebut antara lain Prof Hasballah, Kabiro PP, Anak & KB, Kadis Kessos, HIMPSI dan Forum P5A Sumut.
Dijelaskan Kadis Kessos, Syaiful Safrie, pihaknya telah menyediakan kantor untuk Forum peduli Autis tersebut di Jln T Amir Hamzah, tempat yang selama ini juga digunakan sebagai penitipan bagi anak yang orangtuanya bekerja.
Sementara itu, disebutkan Ketua Forum P5A Sumut, Saurma MGP Siahaan, seminar tersebut merupakan langkah awal yang ditunjukkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bekerjasama dengan HIMPSI dan Forum P5A Sumut untuk menunjukkan komitmen kepedulian terhadap anak berkebutuhan khusus, termasuk anak autis.
Sementara itu, Ketua II HIMPSI Sumut, Taufik Fadhila juga menyatakan menyambut baik dan akan mendukung keberadaan forum tersebut sehingga memberi manfaat bukan saja dalam hal penanganan bagi keluarga dengan anak autis, tetapi juga bagi anggota masyarakat lainnya agar bisa memahami kondisi dari anak autis tersebut dan tidak mengucilkannya.
Acara seminar sehari yang diikuti 400 peserta itu diwarnai keharuan ketika beberapa orang ibu dari anak autis menyampaikan bagaimana upaya mereka yang tidak ada habisnya untuk menangani masalah anaknya yang autis. Apalagi ada pula sekolah yang disebutkan kurang mampu menerima kondisi anaknya. Semua itu menjadi masukan bagi seluruh peserta seminar setelah beberapa narasumber memberikan arahan dan pencerahan.
Narasumber yang hadir antara lain Prof Hasballah Thayeb, MA, Dra Elvi Andriani MSi PSi, dr Elmeida Effendi Sp Kj dan Andy Chandra SPsi MPsi. Masing-masing menyampaikan berdasarkan bidang masing-masing, mulai dari spiritual, medis hingga psikolog. (Saur/ans)
Selengkapnya.....
Launching Program Kesehatan Pertamina dan Pkpu

Medan, PT. Pertamina Persero dan Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU melaunching program kesehatan di Kelurahan Banjar Kecamatan Siantar Barat Kota Pematang Siantar Sumatera Utara, baru-baru ini. Demikian siaran pers Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU Cabang Sumatera Utara yang diterima Harian Analisa, Rabu (28/6).
Launching program kesehatan ini, ditandai dengan penyerahan seragam kepada tim medis oleh Rustam Aji dari Pertamina Regional 1 Medan kepada dr Fitria yang merupakan salah seorang anggota tim medis Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU dan pemberian makanan tambahan kepada perwakilan Balita penerima manfaat program kesehatan. Kegiatan dilanjutkan dengan pelayananan kesehatan yang terdiri dari pengobatan umum, gigi dan pemberian makanan tambahan serta penimbangan untuk Balita.
Rustam Aji dari Pertamina Regional 1 Medan mengatakan dari program ini 3000 masyarakat sebagai penerima manfaat program kesehatan dan program ini dilaksanakan di 3 lokasi kelurahan yang berada di Kota Pematang Siantar dan Kota Kisaran Sumatera utara.
Program kesehatan Pertamina bekerjasama dengan Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU yang memiliki pengalaman sejak tahun 1999 melakukan program pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan seperti program pelayanan masyarakat keliling (PROSMILING), Ibu sadar gizi (BUDARZI), Program perlindungan kesehatan masyarakat miskin (POLISKIN) dan Program pelestarian lingkungan (Komunitas Hijau)
Menurutnya, PT. Pertamina memiliki program sosial kepada masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi dan penanggulangan bencana yang di rangkai dalam program Pertamina Peduli. " Semoga program- program ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat umum khususnya masyarakat di 3 kelurahan yang berlokasi di Kota Pematang Siantar dan Kota Kisaran Sumatera Utara," ujarnya.
Lukmanul Hakim dari Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU, mengucapkan terima kasih atas kepercayaan PT. Pertamina kepada PKPU untuk menjalankan program kesehatan di tahun 2010 ini. "Semoga program ini dapat memberikan manfaat yang sangat besar kepada masyarakat di Sumatera Utara dan Pertamina merupakan mitra terbaik PKPU dalam melakukan program-program pemberdayaan di masyarakat," tukasnya.
Sedangkan Lurah Banjar Kota Siantar, Syaiful Rizal, mengatakan program kesehatan ini sejalan dengan program pemerintah daerah provinsi Sumatera Utara, yang memiliki visi agar rakyat tidak sakit, tidak bodoh, tidak lapar dan memiliki masa depan. (rel/maf/ans)
Selengkapnya.....
Jumat, 25 Juni 2010
Awas! Perilaku Seks Bebas

Sebut saja namanya Lani. Dia masih berumur 17 tahun saat ”kecelakaan” itu terjadi. Gara-gara ”kecelakaan” itu, dia harus berhenti sekolah karena perutnya yang makin membuncit tak lagi bisa dia sembunyikan. Ya, Lani hamil di luar nikah. Gara-garanya karena dia tak punya pengetahuan dan bergaul terlalu bebas sama pacarnya.
Rumah orangtua Lani memang dekat sama sebuah kampus ternama. Karena itu, orangtuanya membangun kamar kos untuk mahasiswa yang kuliah di kampus tersebut. Sebenarnya kos itu di rumah orangtua Lani itu buat mahasiswi, tetapi kenyataannya banyak mahasiswa yang berkunjung menemui teman mahasiswi mereka di kos di sana. Seorang di antaranya—sebut saja—Rudi. Orangnya cakep dan gaul. Enggak heran kalo Lani naksir Rudi.
Pertemanan Lani dan Rudi berlanjut menjadi pacaran. Lani yang masih kelas II SMA itu ge-er setengah mati karena punya pacar ganteng, sampai kemudian mereka ”kebablasan” bergaul. Buntutnya Lani hamil di luar nikah. Akibatnya, dia harus berhenti sekolah.
Gejolak remaja
Remaja adalah mereka bisa dibilang makhluk unik. Mereka masuk masa peralihan: dari anak-anak menjadi manusia dewasa. Pada masa peralihan ini, enggak cuma pengin diperhatikan teman-teman, tetapi mereka juga pengin diperhatikan orangtua, guru, dan sekolah serta lingkungan sekitar.
Ketua Satgas Perlindungan Anak Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Rahmat Sentika menyatakan, remaja punya rasa ingin tahu yang sangat besar, semangat untuk mencoba-coba. Kalau enggak mendapat bimbingan dan perhatian yang cukup dari orangtua, mereka bisa terjebak pada perilaku berisiko, misalnya seks bebas.
Seks bebas ini makin lama makin banyak pelakunya. Enggak jarang banyak yang berujung pada meningkatnya jumlah pengidap HIV/AIDS di kalangan anak-anak dan remaja Indonesia. Serem, kan?
Ketua Kelompok Kerja Pornografi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Masnah Sari prihatin terhadap kasus meningkatnya jumlah pengidap HIV/AIDS anak-anak dan remaja itu.
Perkembangan hormonal
Rahmat Sentika mengungkapkan, remaja yang mengalami perkembangan hormonal yang sangat tinggi jika enggak diimbangi dengan pengetahuan yang cukup, mereka justru bisa menjadi korban.
Fenomena kekerasan anak dan remaja di kota Bandung sangat memprihatinkan. Ketua Unit Koordinasi Kerja Pediatric Sosial dan Tumbuh Kembang IDAI dr Kusnandi Rusmil pada Pekan Ilmiah Tahunan IDAI ke-4 Februari 2010 di Medan memaparkan, dari 96 persen perempuan yang bekerja di dunia hiburan, 36 persennya adalah anak-anak dan remaja di bawah usia 19 tahun. Sebanyak 48,6 persen di antaranya mengaku belum menikah tetapi sudah melakukan hubungan seksual sejak umur di bawah 15 tahun.
Sementara penelitian Dr Rita Damayanti dari IDAI mencari tahu penyebab utama seorang anak atau remaja jadi berperilaku berisiko dengan berhubungan seksual secara bebas. Ternyata 62 persen karena ajakan teman sebaya (peer group), 18 persen karena mendapat akses yang mudah (berdugem), 11 persen karena kurang komunikasi dengan orangtuanya, dan 6 persen karena produk pornografi.
”Kesimpulannya, remaja lebih mengikuti ajakan temannya. Akan berbahaya jika temannya memiliki perilaku yang berisiko,” kata Rahmat.
Jadi, kalo menyimak paparan para ahli di atas, kalian sudah seharusnya waspada, baik terhadap ajakan teman atau lingkungan sekitar kalian.
Terlebih saat ini marak beredar video porno mirip artis yang bebas diunggah di internet dan tersebar dari handphone ke handphone. Kalian, cewek dan cowok yang masih ABG atau remaja, harus bisa menyikapinya secara tepat. Kalo enggak, malah kalian sendiri juga bisa menjadi korban. Hal yang jelek enggak usah dicontoh. Kalian sudah dianggap dewasa, jadi pasti tahu mana hal yang benar dan yang enggak benar. Sepakat? (LOK/KPS)
Selengkapnya.....