
Jakarta - Ketua PP Muhammadiyah Bambang Sudibyo mengatakan, Indonesia sebenarnya berpeluang menjadi negara besar. Namun, hal itu terhambat patologi kronis bahkan sudah stadium 4 di dalamnya, yakni korupsi. Untuk mengatasinya, perlu tobat nasional.
“Kunci pemberantasannya adalah penegakan hukum yang tegas,” kata mantan Menteri Pendidikan Nasional itu di Gedung PP Muhammadiyah, di Jakarta Kamis (2/6).
Untuk penegakan hukum yang tegas, kata Bambang, perlu adanya kepemimpinan nasional dengan visi yang sangat baik. Dan bahkan kalau perlu seluruh pemimpin melakukan pertobatan nasional seperti apa yang dilakukan para nabi-nabi dimasa lalu, demi menyelamatkan peradaban.
"Kondisi negara tercinta memang seperti itu, dibutuhkan kepemimpinan hukum, bermoral, jujur, dan mengajak kembali ke kebenaran dan kejujuran. Kalau perlu melakukan pertobatan."
(rif)
Selengkapnya.....
Media Komunikasi -- berita dan kebijakan persyarikatan -- Guna Meningkatkan Syiar Organisasi
Senin, 06 Juni 2011
Bambang Sudibyo : Perlu Taubat Nasional untuk Perbaiki Bangsa
Minggu, 05 Juni 2011
PP Aisyiyah Berencana Kembangkan Woman Crisis Centre

JAKARTA--PP Aisyiyah berencana mengembangkan Woman Crisis Centre dan Pusat Konsultasi Keluarga. Kedua program itu merupakan salah satu hasil Konsolidasi Pimpinan dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PP Aisyiyah yang berlangsung di Jakarta sejak Kamis (2/6) dan ditutup oleh Ketua PP Aisyiyah Masyitoh, Sabtu (4/6).
“Program-program itu bersifat gerakan,” terang Masyitoh. Menurutnya, dakwah dalam koridor amar ma’ruf nahi munkar yang menjadi misi Aisyiyah tidak cukup dengan dakwah billisan. Dakwah yang lebih membawa dampak, katanya, adalah dakwah bil haal yang hanya bisa direalisasikan melalui gerakan.
Masyitoh menegaskan, kegiatan yang diikuti perwakilan 33 provinsi tersebut bertujuan merevitalisasi dan mengoptimalkan program-program yang telah ada. Serta menggagas program-program baru yang dapat menjadi solusi atas berbagai permasalahan aktual di masyarakat, baik di tingkat daerah maupun nasional. “Semua dalam koridor dakwah,” katanya.
Dalam bidang hukum misalnya, Majelis Hukum dan HAM PP Aisyiyah berkeinginan membuat woman crisis center. Sedangkan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) menjadikan lembaga konsultasi keluarga sebagai salah satu program unggulannya.
Selain itu, kedepannya Dikdasmen juga akan mengoptimalkan pendidikan non sekolah melalui pelatihan life skill bagi anak-anak yang putus sekolah. Wakil Ketua Majelis Dikdasmen Fitri Wilis mengatakan, keterampilan itu sebagai bekal untuk merajut kehidupan yang lebih baik. “Jika mau, mereka juga bisa sekolah dari hasil keterampilannya itu,” ujarnya.
Dalam program Pendidikan Satu Atap, Aisyiyah juga berharap dapat mengoptimalkan pendidikan SD berkarakter. Pendidikan tersebut, kata Fitri, menitikberatkan pembentukan sikap dan kepribadian siswa.
Ia menambahkan, sebelum program-program tersebut ditularkan ke tingkat cabang dan ranting, hasil konsolidasi di tingkat pusat akan dikonsolidasikan lagi di tingkat wilayah. “Tahap selanjutnya adalah rakerwil (rapat kerja wilayah),” pungkasnya.*** rep.
Selengkapnya.....
'Aisyiyah Membangun Karakter Bangsa dan Mencetak Masyarakat Madani


Jakarta -- Memasuki usianya yang ke-97 tahun, Pimpinan Pusat Aisyiyah menyelenggarakan Konsolidasi Pimpinan dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Majelis-Lembaga Aisyiyah (2-4/6). Pembukaan kegiatan dilaksanakan di Wisma Maraka Universitas Indonesia. Dalam kesempatan ini, hadir Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin serta Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar.
Menurut Ketua Umum PP Asisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini, kegiatan ini bertujuan untuk menerapkan hasil Muktamar ke-46 Aisyiyah yang berlangsung di Yogyakarta, pada Juli 2010 silam. "Apa yang telah diputuskan dalam muktamar, maka melalui Konsolidasi dan Rakernas Aisyiyah ini, kami ingin mengaplikasi berbagai kebijakan itu dalam praktik di lapangan," ujar Noordjannah.
Ia menambahkan, tujuan lainnya adalah menyamakan pandangan dan membangun komitmen bersama bagi Aisyiyah dalam gerakan praksis. Hal itu, lanjutnya, untuk menunjang misi dakwah Aisyiyah dalam menegakkan amar makruf nahi mungkar pada seluruh aspek kehidupan.
Kegiatan rakernas ini diikuti sebanyak 290 Pengurus Wilayah (PW) Aisyiyah se-Indonesia dan mengangkat tema tentang 'Pembangunan Karakter Bangsa untuk Penguatan Ekonomi dan Peningkatan Kesejahteraan Ummat'. Sedangkan
konsolidasi pimpinan diikuti empat dari 11 majelis yang ada di Aisyiyah, yakni Majelis Kesehatan, Kesejahteraan Sosial, Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Majelis Hukum dan HAM. "Sedangkan konsolidasi pimpinan untuk tujuh majelis lainnya, kata Noordjannah, dilaksanakan 20 Mei lalu di Yogyakarta.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan, konsolidasi ini hendaknya menekankan revitalisasi tiga dimensi pergerakan Muhammadiyah. Ketiga dimensi itu, katanya, harus didukung dengan penguatan pemberdayaan di berbagai lini meliputi pelayanan sosial, ekonomi, kesehatan, dan pendidikan. "Pemberdayaan harus berkesinambungan dan terarah," ujarnya.
Sementara itu, Menkumham Patrialis Akbar dalam sambutannya menjelaskan, upaya mewujudkan masyarakat madani perlu diawali dari penegakan hukum dan HAM.
Karena itu, kata Patrialis, supremasi hukum adalah sebuah kebutuhan. Kebebasan sebagaimana tertuang dalam UUD 1945 haruslah kebebasan yang memiliki batas. Di antaranya, ia dibatasi oleh HAM. "Karenanya, jika ada kebebasan HAM, ada kewajiban HAM," katanya.
Sebagai perwujudan dari kewajiban HAM, katanya, setiap perbuatan yang dilakukan dalam kehidupan berbangsa harus menghargai hak asasi orang lain. Batasan kebebasan lainnya adalah aturan perundang-undangan dan agama.
Dalam kesempatan ini, Patrialis mengajak perempuan Aisyiyah untuk menggalang penegakan hukum dan HAM dalam rangka menegakkan masyarakat madani. Hal itu, menurutnya, dapat direalisasikan dengan bentuk aksi yang mencakup lima butir intisari dari Piagam Madinah. "Itulah teladan dari Rasulullah," katanya.
Butir pertama adalah membangun interaksi secara baik sesama Muslim ataupun dengan non-Muslim. Kedua, saling membantu menghadapi musuh yang tidak lagi berbentuk penjajahan secara fisik. Ketiga, membela masyarakat yang teraniaya. Keempat, saling menasihati di antara sesama, dan butir terakhir adalah menghormati kebebasan beragama sebagaimana terwujud dalam pasal 29 ayat 1 UUD 1945. "Kemerdekaan penduduk untuk memeluk agamanya telah dijamin negara," ujarnya.
Dari situ, Patrialis menggarisbawahi sebuah poin penting bahwa pembatasan HAM dengan nilai-nilai keagamaan adalah perjuangan Muhammadiyah dan juga Aisyiyah. "Itu seratus persen perjuangan Anda," katanya. c15
Aisyiyah Tingkatkan Kualitas Kader
Globalisasi dan modernisasi menuntut peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kompetisi individu. Karena itu, para kader Aisyiyah pun harus meningkatkan kualitas.
Hal tersebut dikatakan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muham -ma di yah, Din Syamsuddin, saat membuka Konsolidasi Pimpinan dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Majelis dan Lembaga Aisyiyah di Depok, Jawa Barat, Kamis (2/6). “Globalisasi yang berbicara adalah kualitas bukan kuantitas,” ujar dia. Upaya peningkatan tersebut, menurut Din, membutuhkan konsolidasi dan sinergi yang kuat, yang dimulai dari internal organisasi.
Di bidang ekonomi, misalnya, kebangkitan Cina mesti disi kapi serius. Tanpa penyikapan itu, kekuatan ekonomi nasional bisa terancam, termasuk perekonomian umat. “Kedai ekonomi kita bisa runtuh.”
Din mengatakan, konsolidasi tersebut hendaknya menekankan revitalisasi tiga dimensi pergerak -an Muhammadiyah sebagai gerak -an pencerahan (harakat tanwiriyyah). Yakni, pembebasan ke -yakinan umat dari belenggu takhayul, bid’ah, dan khurafat. Dimensi itu, tegas Din, mesti didukung dengan penguatan pemberdayaan di berbagai lini, meli -puti pelayanan sosial, ekonomi, kesehatan, dan pendidikan.
Pem -berdayaan perlu dilaksanakan secara berkesinambungan dan terarah.
Ketua Umum PP Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini, mengatakan, pemberdayaan ekonomi, lanjut Noordjannah, merupakan komitmen utama Aisyiyah dalam upaya meningkatkan kesejahteran umat. *** rep
Selengkapnya.....
AISYIYAH MEMILIKI BEBERAPA PROGRAM UNGGULAN UNTUK TINGKATKAN KUALITAS KESEHATAN MASYARAKAT

Jakarta – Program TB menjadi salah satu program unggulan ‘Aisyiyah, khususnya unggulan bagi Majelis Kesehatan. Demikian ditegaskan Ketua Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Dra Hafni Rochmah SKM, MPH didampingi Bendahara PP Aisyiyah Dra. Hj Noor Rochman ( selaku Bendahara PPA dan PR TB Aisyiyah) pada rapat kerja Majelis Kesehatan di Kampus UI, Depak Jakarta, Jumat (3/6).
Rakernas berlangsung 2-4 Juni 2011 diikuti oleh Pimpinan Wilayah Aisiyiyah dari 33 Provinsi di Indonesia. PWA Sumatera Utara hadir Ketua Dra. Sulhati Syam MA, Yuniar R. Yoga dan Dra. Azwinar Apt (selaku Ketua dan Sekretaris Majelis Kesehatan). Konsolidasi dan Rapat Kerja Majelis Kesehatan kali ini mengambil tema : Konsolidasi Majelis Kesehatan ‘Aisyiyah sebagai Gerakan Praksis Pelayanan dan Pengembangan Kesehatan Ummat Menuju’Aisyiyah Satu Abad.
Ketua Majelis Kesehatan PPA Dra. Hafni Rochmah menjelaskan bahwa pada tahun 2009 Aisyiyah terpilih menjadi koordinator npenanggulangan TB oleh civil society di Indonesia yang didanai oleh Global Fund. Kenapa Global Found memiliih ‘Aisyiyah ? Dra Hafni mengatakan ada 3 hal (1) Aisyiyah adalah organisasi yang memiliki akar rumput cukup banyak, (2) Aisyiyah memiliki SDM yang bisa diandalkan dan (3) Aisyiyah memiliki amal usahan kesehatan. Hafni menjelaskan tafsir QS Al-Maidah 32 ....“Barangsiapa yang memelihara kehidupan seseorang maka dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya”.
Dalam pengelolaan program TB ini Aisyiyah memiliki mitra kerja di 16 Propinsi dan 36 kabupaten diseluruh Indonesia termasuk di Sumatera Utara serta Kabupaten Langkat ( PW Aisyiyah Sumut dan PDA Langkat).
Masih menjelaskan landasan organsiasi dan misi dari majelis kesehatan, Hafni mengatakan adalah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya perempuan, anak dan bayi dengan berbasis pelayanan kesehatan dan komunitas. Misi itu merujuk pada spirit QS Al-Maun.
Kata Hafni, dalam pengelolaan program penanggulangan TB itu, Majelis Kesehatan memiliki konsep program dengan berusaha meningkatkan program peran serta masyarakat dalam menyuluh, menemukan suspect serta mendampingi proses pengvobatan pasien dengan strategi DOTs, meningkatkan peran serta UPK non-pemerintah dalam pelayanan dan pengobatan pasien TB, juga dengan strategi DOTs
Program Unggulan
Selain TB, Aisyiyah melalui majelis kesehatan juga memiliki program dalam pencegahan penyakit menular seperti malaria, HIV/AIDS serta mengkampanyekan program PHBS (Pedoman Hidup Bersih dan Sehat) di rumah tangga serta kesehatan reproduksi.
Aisyiyah juga kini lebih fokus pada program unggulan lainnya yakni program Qoryah Thoyyibah Kesehatan. *** Yuniar R. Yoga – Jakarta.
Selengkapnya.....
Sabtu, 04 Juni 2011
Din Syamsudin Usul Pemerintah Bentuk Densus 99 Buru Koruptor

Analisa/muhammad arifin.
Medan, (Analisa) -- Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan Muhammadiyah harus bisa menjadi tenda besar bagi bangsa Indonesia. "Menjadi tenda besar artinya orang lain nyaman bernaung di bawah tenda besar Muhammadiyah. Meskipun ada perbedaan tapi dapat hidup berdampingan,"kata Din Syamsuddin ketika menyampaikan tausiah pada taaruf Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) dan Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Sumut di Auditorium Kampus UMSU,Jalan Muktar Basri Medan, Minggu (29/5).
Din menegaskan, Muhammadiyah sebelum kemerdekaan menjadi tenda besar bagi bangsa Indonesia, tokoh-tokoh Muhammadiyah seperti Ki Bagus Hadi Kusuma menyelamatkan Republik Indonesia. Walaupun sudah bersepakat, dasar negara yang salah satu sila pertama, berbunyi Ketuhanan Dengan Kewajiban Menjalankan Syariat Islam Bagi Pemeluknya dan terjadi penolakan dan keberatan kalau ini dipaksakan Indonesia akan terpecah-pecah, karena sebagian dari Indonesia timur menolak bergabung. Tapi dengan dengan kebijaksanaan, kearifan dan wawasan luas dari tokoh Muhammadiyah ki Bagus Hadi Kusuma yang cerdas mengusulkan dan memasukan kata menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa".
"Itulah yang menyelamatkan Indonesia.
Inilah wawasan kebangsaan Muhammadiyah, dan ini harus dimiliki warga Muhammadiyah. Sekarang ini forum internasional, Muhammadiyah sangat dikenal baik organisasi yang punya wawasan yang luas dan wawasan kerja, di luar negeri saya diakui sebagai President of Muhammadiyah Indonesia, yang memiliki Organisasi Islam Modern yang terbesar," kata Din yang menilai kekuatan besar tidak dilihat dari jumlah, tapi pengakuan kerja.
Kekuatan Muhammadiyah menjelmakan iman dalam amal sehingga lahir amal-amal yang banyak.
Menurutnya, Muhmmadiyah harus punya kepercayaan diri menjadi tenda besar. PP Muhammadiyah MoU kini telah menjalin kerjasama dengan banyak pihak, termasuk dengan pemerintah negara-negara barat. Ada MoU dengan Australia, Inggris, dan akan datang dengan New Zeland dan Amerika. Tapi, mentalitas umatIslam, mentalitas kaum minoritas, kalau ada apa-apa takut dan khawtir, padahal kelompok terbesar, sehingga mentalitas sebagian mentalitas umat Islam "orang kalahan". Ini harus dirubah, umat Islam harus memiliki kepercayaan diri, kita besar, kita punya kelebihan.
Karena selama ini saya sampaikan kepada warga Muhammadiyah dan umat Islam, mari kita menjadi tenda besar. Menjadi tenda besar bagi semua, bagi semua umat Islam, walaupun berbeda paham keagamaan,
Densus 99
Din Syamsuddin mengaku kecewa dengan kepemimpinan Presiden SBY. Dia bercerita sudah mengkritik dengan kata-kat ayang lembut, bahkan dalam pertemuan empat mata hingga 6kali, dimana disampaikan kepentingan Muhammadiyah dan umat Islam. Ternyata tidak dijalankan.
Dia menilai, soal terorisme, soal ekonomi kerakyatan, ekonomi kapitalistik yang dijalankan pemerintah sekarang hanya memunculkan kelompok tertentu yang berjaya dan itu menjadikan umat Islam korban, karena robohnya kedai, dan Muhammadiyah mengalami kesulitan.
"Tolong bapak presiden, tolong kembalikan ekonomi nasional kepada ekonomi berdasarkan ekonomi konstitusi, UUD yakni ekonomi kerakyatan, kalau ini dibiarkan seperti sekarang umat Islam jadi korban, ini akan terus kita desak dan kita berjuangkan, saya sudah sampaikan secara langsung dan waktu bertemu dengan tokoh agama yang saya prakarsai di Istana. Saya sedikit tegas, dan bilang ini harus diubah," ucapnya.
Menurutnya, kalau umat Islam tidak berjalan di bidang ekonomi, akibat kebijakan negara tidak tepat. Saat ini the power of the money, Keuangan yang Maha Kuasa, menjadi yang sangat besar. Korupsi dimana dan lingkungan Istana.
"Pemerintah tidak serius memberantas korupsi, termasuk presiden SBY, saya nilai presiden mangkir dari amanat reformasi, memberantas korupsi. Lari dari persoalan, begitu ada persoalan dan ada di lingkungan terdekat, dan seharusnya saatnya presiden turun tangan, malah mengatakan cukup diserahkan ke KPK. Ini namanya sikap lari dari masalah. Ini disebut "mangkir" dari terhadap realitas yang dihadapi. Orang yang mangkir dari amanat orang kita sebut melakukan perbuatan mungkar, maka harus ditegakkan amar mahruf nahi munkar," ucapnya.
Dia mengusulkan kepada pemerintah agar membentuk Tim Densus 99/Antiteror untuk memburu koruptor atau teroris ekonomi bangsa ini. "Kalau Tim Densus 88 untuk memburu teroris, tapi Densus 99 khusus memburu koruptor. Sebab koruptor bangsa ini tidak jauh beda dengan teroris, bedanya koruptor merupakan teroris ekonomi,
dia menjelaskan, jika pemerintah baik dan benar, kita berada di garda terdepan mendukung pemerintah, tapi kalau pemerintah menyeleweng, menyimpang termasuk dari nilai agama, maka Muhammadiyah akan menjadi pengkritik.
Sedangkan Turut memberikan sambutan, Ketua PWM Sumut, Prof Dr H Asmuni, MA dan Rektor UMSU, Drs Agussani, MAP. Adapun susunan PWM Sumut, Ketua PWM, Prof Dr Asmuni, MA, Wakil Ketua, Drs Dalail Ahmad, MA, Prof Dr H Hasyim Nasution, MA, Drs Sarwo Edhi, MA, H Suhrawardi K Lubis, SH, SpN,MH, Koordinator Bidang, Drs Mario Kasduri, MA, Prof Dr Ibrahim Gultom, MA, Drs H Askolan Lubis, MA, H Bahril Datuk, SE, MM, Drs Shohibul Anshor Siregar, MSi. Sekretaris, HM Nasyir Wahab SE. MBA, wakil sekretaris, Irwan Syahputra, dan Bendahara. Drs Agussani, MAP. Sedangkan Pengurus PWA, Ketua, H Elynita, Sekretaris, Nur Rahma Amini,MA, Bendahara Endang Pilihaning Rahayu dan dibanti wakil ketua dan bidang. (maf/ANALISA)
Selengkapnya.....
HATTA RAJASA BICARA EKONOMI INDONESIA DI DIDEPAN PIMPINAN 'AISYIYAH


Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diakui Dunia Tahun Ini Ditargetkan Tumbuh 6,8 Persen
BANTUL - Kondisi masyarakat Indonesia dapat dibilang masih karut marut. Apalagi jika dilihat dari tingkat kesejahteraan, banyak rakyat kecil yang belum dapat hidup layak. Meski demikian, pemerintah mengklaim pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh baik. Hal tersebut disampaikan Menko Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Hatta Radjasa ketika menjadi keynote speech dalam Rakernas dan Milad ke-97 Aisyiyah di Sportarium UMY, kemarin (20/5). Ikut hadir dalam acara ini, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, SE, MM, dan Ketua PP Muhammadiyah Dr. Haedar Nashir.
Hatta Radjasa menegaskan, sudah ada kemajuan di Indonesia yang patut disyukuri. Apalagi dalam kuartal pertama ini, pertumbuhan ekonomi sudah mencapai 6,5 persen. Padahal target pertumbuhan ekonomi tahun 2011 berada di angka 6,4 persen.
Dengan hasil yang dianggap memuaskan itu, pada tahun ini, diperkirakan pertumbuhan ekonomi akan mencapai 6,8 persen. ’’Indonesia diakui di dunia internasional, bahwa sudah ada kemajuan yang dicapai. Tentu itu harus disyukuri,’’ ujarnya di hadapan ratusan peserta Rakernas.
Hatta Radjasa menjelaskan, dalam upaya memperbaiki kondisi masyarakat, saat ini sedang dijalankan enam program prorakyat. Keenam program itu bertujuan untuk menyejahterakan warga, sehingga derajat kehidupannya meningkat.
Keenam program itu, meliputi rumah sangat murah yang dibagi menjadi rumah sangat murah dan rumah murah. Ada program angkutan murah untuk penumpang dan barang, serta air bersih untuk rakyat serta program listrik murah dan hemat. Program prorakyat lain yakni peningkatan kehidupan nelayan dan masyarakat pinggiran perkotaan.
’’Bersama-sama kita jadikan Indonesia maju, program prorakyat ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat,’’ tandasnya.
Hatta menambahkan, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang maksimal, masih diperlukan banyak usaha. Tak hanya dengan program yang dijalankan, tapi juga peningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas.
’’Kita butuh sumber daya manusia yang memiliki kemandirian, kompetitif, jujur, dan bertanggung jawab. Bagaimana itu bisa terwujud, ya dengan pembangunan karakter,’’ ungkapnya.
Rakernas dan Milad ke-97 Aisyiyah dihadiri ratusan peserta. Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah Dra. Siti Noordjannah Djohantini, MM, MSi mengungkapkan, momentum Milad ke-97 tahun yang berlangsung bersamaan dengan agenda konsolidasi dan rapat kerja nasional majelis dan lembaga itu, akan menjadi sejarah bagi Asiyiyah untuk berperan aktif dalam menyelesaikan problem dan tantangan umat.
Siti menjelaskan, gerakan yang akan dilakukan Aisyiyah melalui konsolidasi pimpinan dan rapat kerja nasional ini ada beberapa hal. Pertama, mendorong kehidupan keluarga yang berkualitas sesuai konsep Keluarga Sakinah dan Qaryah Thayyibah. Ikut serta membangun dan menciptakan kultur kemandirian ekonomi umat dan akses permodalan, serta membangun dan menumbuhkan prilaku keagamaaan umat yang penuh dengan rahmat dan kasih sayang.
Selain itu, melakukan advokasi terkait berbagai prilaku kekerasan social. Baik terhadap anak maupun terhadap kalangan perempuan. Juga melakukan kampanye, sosialisasi, dan pendidikan terhadap gerakan antikekerasan.
’’Kami juga ikut serta dalam mendorong program-program pemerintah yang mendukung perbaikan dan kesejahteraan masyarakat secara luas. Seperti pelestarian hutan dengan melakukan gerakan pembibitan pohon mulai dari level akar rumput hingga nasional,’’ ucapnya. (ila)
Selengkapnya.....
Jumat, 03 Juni 2011
Ketua PPA Noordjannah Djohantini: Lima Langkah Strategis Aisyiyah

Jakarta – Ketua PP Aisyiyah Dra. H. Siti Noordjannah Djohantini menyampaikan ceramahnya dengan judul " Tantangan dan Dinamika 'Aisyiyah sebagai Gerakan perempuan Berkemajuan dan Arah Program Nasional Aisyiyah.
Noordjannah Djohantini menjelaskan beberapa langkah strategis yang harus dilakukan ‘Aisyiyah lima tahun kedepan. Pesan itu disampaikannya dihadapana ratusan Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Majelis pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang berlangsung di Kampus UI, Depok Jakarta, 2 Mei 2011. Rakernas yang berlangsung 2-4 Juni 2011 juga menghadirkan tokoh-tokoh Muhammadiyah dan pejabat pemerinatahan.
Ketua PP ‘Aisyiyah Noordjannah Djohantini menegaskan beberapa langkah strategis yang harus dilakukan ‘Aisyiyah dan ini disebutnya sebagai Langkah Prioritas Revitalisasi Aisyiyah.
1. Penguatan Cabang dan Ranting
2. Pengembangan Pimpinan dan Kader ‘Aisyiyah
3. Amal usaha ‘Aisyiyah
4. Optimalisasi peran Aisyiyah dalam berbagai kehidupan jelang satu abad
5. Menciptakan model-model kegiatan di masing-masing majelis dan lembaga
Diharapkan dengan spirit Aisyiyah jelas satu abad dengan segala potensi yang dimiliki maka Aisyiyah mampu berbuat lebih baik bagi bangsa dengan negara. *** Yuniar R. Yoga-Jakarta
Selengkapnya.....
Din Syamsuddin : Muhammadiyah Tidak Menutup Kasus Andi Nurpati

JAKARTA - Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menegaskan bahwa Muhammadiyah takkan menutup proses hukum terhadap kadernya Andi Nurpati terkait kasus dugaan pemalsuan dokumen pemilihan kepala daerah di Sulawesi Selatan semasa menjabat sebagai Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat.
"Sikap kami sebagai gerakan Amar Ma'ruf Nahi Munkar cukup jelas. Sikap ini tidak hanya keluar tapi juga ke dalam organisasi, termasuk orang Muhammadiyah, birokrasi, legislatif, politik, kami serahkan ke proses hukum. Muhammadiyah tidak menutupi diri atau menghalang-halangi semua proses hukum," jelasnya dalan pertemuan dengan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (2/6).
Hingga kini Din mengaku tidak mengikuti kasus yang menerpa mantan staf ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) itu. Namun ia memastikan Muhammadiyah tetap akan memberikan bantuan hukum terhadap Andi Nurpati jika masalah ini memasuki wilayah hukum.
Ia menyatakan Muhammadiyah memiliki pengacara untuk Andi Nurpati. "Kalau minta bantuan, ada organisasi bantuan hukum di Muhammadiyah oleh karena itu saya serahkan kepada proses penegakan hukum," tandas Din. (MI-AO/OL-2)
Selengkapnya.....
Aisyiyah Siapkan Advokasi Kesehatan Reproduksi

Aisyiyah mengadakan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan menjelang seabad organisasi perempuan Persyarikatan Muhammadiyah itu. Aisyiyah akan mengadakan advokasi kesehatan reproduksi.Pada April, Aisyiyah Yogyakarta telah mengadakan kampanye memerangi tuberculosis (TB). Aisyiyah juga telah membentuk kelompok penanggulangan TB berbasis komunitas yang lazim disebut Community TB Care.
“Kami memperingati Hari TB Sedunia dengan kampanye perang terhadap TB dengan mengadakan lomba paduan suara dengan lagu wajib mars TB dan lagu pilihan Islami bebas,” ujar Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Aisyiyah DIY Zulaikhah Ajron baru-baru ini.
Lirik mars lagu TB ini memuat pesan dan pemahaman bahwa TB bukanlah penyakit akibat guna-guna maupun penyakit keturunan. Zulaikhah juga menyampaikan, lagu mars TB ini diciptakan oleh anggota PW Aisyiyah DIY, Dyah Sulistyowati.
Aisyiyah telah berusia 100 tahun pada 17 Mei 2011. Aisyiyah pun mengadakan kampanye kesehatan reproduksi. Aisyiyah percaya tidak ada perempuan yang menghendaki aborsi. Namun, fakta-fakta diperlukannya aborsi dalam kasus penyakit fisik atau cacat berat pada ibu maupun janin, trauma psikologis pada perempuan akibat tindak kekerasan seksual, dan sebagainya, mendorong Aisyiyah untuk melakukan advokasi terhadap praktik aborsi.
Aisyiyah akan melakukan lima hal penting untuk advokasi terhadap aborsi. Pertama, Aisyiyah perlu memastikan semua orang, apa pun status perkawinannya, memiliki akses terhadap alat kontrasepsi. Aisyiyah perlu memastikan bahwa tidak satu pun alat kontrasepsi yang gagal secara teknologi. Aisyiyah juga perlu mengupayakan agar pendidikan kesehatan reproduksi diterima sebagai bagian dari kurikulum.
Aisyiyah juga harus terus menghapus anggapan bahwa anak di luar hasil perkawinan yang sah adalah anak jadah. Dengan kata lain, anak-anak yang lahir dari perkawinan yang sah maupun tidak, memiliki proporsi penerimaan yang sama. Terakhir, Aisyiyah perlu mendorong perubahan pada undang-undang yang menyatakan bahwa anak di luar pernikahan adalah milik sang ibu.* (Koranmuslim.com)
Selengkapnya.....
Kamis, 02 Juni 2011
PROF MALIK FAJAR : AISYIYAH ORGANISASI YANG VISIONER

Ketua PP Muhammadiyah Prof. Drs. Malik Fajar MA hadir ditengah ratusan pimpinan wilayah ‘Aisyiyah dengan topik “ Kepimimpinan Aisyiyah Jelas Satu Abad”. Prof. Malik Fajar, mantan Menteri Pendidikan itu mengatakan : Aisyiyah adalah satu organisasi masa yang besar yang memiliki masa sangat banyak. Organisasi ini juga selain modern juga memiliki cita-cita yang besar bagi kepentingan bangsa dan negara. Kata Malik Fajar, Aisyiyah juga adalah organisasi yang memiliki visi yang jelas.
Sepuluh orang peserta Rapat Konsolidasi Pimpinan dan Rapat Kerja Nasional Majelis Aisyiyah itu masing-masing dua Ketua Wilayah : Dra. Sulhati Syam MA, Dra. Wimaslina, Yuniar R. Yoga dan Dra. Azwinar Apt (Ketua dan Sekretaris Majelis Kesehatan),Rasta Kurniawati Pinem MA dan Dra. Yurisna Tanjung MAP (Ketua dan Sekretaris Majelis Hukum dan HAM), Dra. Ermita Sabri Msi dan Ramadhani (Ketua dan Wkl Sekretaris Majelis Dikdasmen), Dra, Ratnawati MA dan Dra. Asmiani (Ketua dan Anggota Majelis Kes-Sos). *** Yuniar R. Yoga - Jakarta
Selengkapnya.....
KERJASAMA PP AISYIYAH – BANK RAKYAT INDONESIA

YOGYAKARTA: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT BRI Syariah bekerja sama dengan Pimpinan Pusat Aisyiyah mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi untuk memberdayakan ekonomi umat.
“Kami memiliki komitmen terhadap pengembangan ekonomi kerakyatan yang populer dengan aktivitas usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi,” kata Dirut PT BRI Syariah Ventje Rahardjo di Yogyakarta, Jumat (20/5).
Menurut dia pada penandatanganan nota kesepahaman antara PT BRI (Persero) Tbk dan PT BRI Syariah dengan Aisyiyah, dengan adanya kerja sama itu akan diperoleh sinergi yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan umat.
“Kami akan menawarkan berbagai produk atau jasa perbankan syariah. Dengan berbagai produk yang kami miliki, kami bertekad membantu mendorong kegiatan pemberdayaan ekonomi anggota Aisyiyah,” katanya.
Dirut PT BRI (Persero) Tbk Sofyan Basyir mengatakan, BRI sebagai salah satu bank pelaksana Kredit Usaha Rakyat (KUR) akan menyediakan fasilitas untuk mendukung dan mengoptimalkan potensi usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi.
Dalam kerja sama itu Aisyiyah menyiapkan usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi yang produktif dalam bentuk individu, kelompok, kemitraan, dan klaster yang dapat dibiayai dengan KUR.
“Selain itu, juga melakukan pembinaan dan pendampingan usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi sebelum dan selama masa kredit atau pembiayaan,” katanya.
Ketua Umum PP Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini mengatakan, kerja sama itu dalam rangka memudahkan akses bagi usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi binaan Aisyiyah untuk mendapatkan KUR.
Menurut dia, kerja sama yang merupakan bagian dari rapat kerja nasional dan Milad ke-97 Aisyiyah itu juga untuk mendukung kegiatan kelompok ekonomi Aisyiyah agar dapat berkembang.
“Kami selama ini telah bergerak membina kelompok ekonomi mikro, kecil, menengah, dan koperasi yang berkembang cukup baik di berbagai daerah, yang harus terus ditingkatkan,” katanya. (Ant)
Selengkapnya.....
HAEDAR NASHIR HADIR DI RAKERNAS AISYIYAH

Ketua PP Muhammadiyah Dr. Haedar Nashir Msi hadir ditengah ratusan Pimpinan Aisyiyah tingkat pusat dan wilayah dalam Rapat Kerja Nasional yang berlangsung 2-4 Juni 2011 di Universitas Indonesia, Depok, Jakarta. Mantan Sekjen PP Muhammadiyah itu, memberikan cerakan dengan topik : Implementasi Ideologi Muhammadiyah dalam gerakan 'Aisyiyah dan pernyataan pemikiran Muhammadiyah abad ke dua.
Urai Ketua PP Muhammadiyah itu, Muhammadiyah sebagai gerakan Islam modern terbesar dengan potensi (1) Alam fikiran Islam yang berkemajuan, (2) Bergerak dengan sistem organisasi modern, (3) Amal usaha diberbagai bidang kehidupan (pendidikan, kesehatan, ekonomi dan sosial), 4) dukungan anggota serta sumber daya manusia yang berkualitas,(5) teruji oleh sejarah dalam berkiprah untuk kemajuan ummat dan bangsa dan (6) kepercayaan dari pemerintah dan masyarakat luas.
Materi yang disampaikan Ketua PP Muhammadiyah itu sangat menarik dan kontekstual dalam menyikapi keberadaaan Muhammadiyah saat ini serta berbagai tantangan yang dihadapi organisasi terbesar di Indonesia itu.
Rakernas Aisyiyah di Jakarta ini merupakan rakernas sesi ke-2 setelah 20-2 Mei lalu berlangsung di Joqjakarta. Rakernas digelar untuk menyelaraskan program kerja dari tingkat pusat hingga struktur dibawahnya, Pimpinan Pusat Aisyiyah menggelar rapat kerja nasional.
Rakernas di Jakarta ini diikuti beberapa majelis dan lembaga Majelis Kesejahteraan Sosial, Pendidikan Dasar dan Menengah, Majelis Kesehatan serta Lembaga Hubungan Organisasi dan Advokasi (LHOA). *** Yuniar R.Yoga - Jakarta
Selengkapnya.....
Setelah Joqjakarta, kini Rakernas 'Aisyiyah Berlangsung di Jakarta

JAKARTA - Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah akan menggelar acara Konsolidasi Pimpinan dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Majelis-Lembaga Aisyiyah. Acara itu akan diadakan di Depok pada 2-4 Juni 2011. "Melalui agenda Konsolidasi Pimpinan dan Rakernas Majelis dan Lembaga ini, Aisyiyah akan mem-break down konsep dan keputusan Muktamar ke-46 Aisyiyah," ujar Sekretaris PP Aisyiyah, Rohimi Zamzam, di kantor Republika, Senin (30/5).
Beberapa pengurus PP Aisyiyah, Senin kemarin, bersilaturahim ke kantor Republika. Pemred Republika, Nasihin Masha, beserta jajaran redaksi menerima rombongan Aisyiyah itu.
Melalui konsolidasi pimpinan dan rakernas itu, Aisyiyah akan mendorong kehidupan keluarga yang berkualitas sesuai dengan konsep keluarga sakinah dan qoryah thayyibah. Aisyiyah juga akan ikut serta membangun dan menciptakan budaya kemandirian ekonomi umat serta menumbuhkan perilaku keagamaan umat yang penuh rahmat dan kasih sayang.
Aisyiyah juga akan melakukan advokasi terkait berbagai perilaku kekerasan sosial, baik terhadap anak maupun perempuan. Selain itu, Aisyiyah akan melakukan sosialisasi dan pendidikan antikekerasan dan mendorong program perbaikan, seperti sosialisasi pendidikan anak usia dini, sekolah luar biasa, dan sebagainya, termasuk sosialisasi kesehatan reproduksi perempuan dan remaja.
Aisyiyah juga akan ikut menggalakkan program penanggulangan bencana melalui anak siaga banjir dan akan meningkatkan kecermatan terhadap pasar bebas (bekerja sama dengan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia).
Rohimi menjelaskan, konsolidasi pimpinan dan rakernas itu akan dibuka oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Dr Din Syamsudin MA. "Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar akan memberikan keynote speech dengan tema pembangunan karakter bangsa untuk penguatan pendidikan, hukum dan HAM, menuju masyarakat madani," ujar Rohimi. Aisyiyah juga akan menghadirkan pembicara lain, yaitu Prof Malik Fajar (mantan menteri agama), Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua Umum PP Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini.
Menurut Rohimi, persoalan pendidikan dan pembinaan keluarga, kemandirian dan kesejahteraan ekonomi umat, keagamaan, pendidikan dan kekerasan, serta persoalan sosial kebangsaan akan terus menjadi perhatian Aisyiyah. "Selaku gerakan dakwah sayap perempuan Muhammadiyah, Aisyiyah sangat menyadari bahwa kompleksitas persoalan kehidupan nasional sekarang ini membutuhkan penanganan dan kerja nyata dari berbagai komponen bangsa," ujar Rohimi (rep)
Selengkapnya.....
Rakernas 'Aisyiyah di Yoqjakarta

Yogyakarta - Sebanyak 33 pimpinan Aisyiyah se-Indonesia, Jumat pagi(20/5), mengikuti konsolidasi pimpinan dan rapat kerja majelis dan lembaga Aisyiyah di Yogyakarta. Bertepatan dengan Milad Aisyiyah yang ke 97 tahun, langkah strategis yang diambil organisasi gerakan dakwah sayap perempuan Muhammaiyah tersebut, menitikberatkan pada pengembangan ekonomi mikro dan cinta lingkungan.
Rakernas Aisyiyah yang dijadwalkan berlangsung pada 20-22 Mei 2011, secara resmi dibuka Jumat pagi(20/5), dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator Perekonomian , Hatta Radjasa dan Mentri Kehutanan, Zulkifli hasan. Sebanyak 33 pimpinan wilayah setanah air mengikuti Rakernas yang dilangsungkan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah. Siti Noordjannah Djohantini mengatakan. dalam melaksanakan program kerja hasil Muktamar Muhammadiyah tahun 2010 lalu, Aisyiyah kini menitik beratkan pergerakan perempuan Indonesia dalam pengembangan sektor ekonomi mikro. Untuk itu Aisyiyah mulai menggandeng Bank Syariah Nasional guna memberi kemudahan kredit dalam menunjang pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat.
Selain berusaha menjadikan kaum perempuan sebagai penyangga ekonomi kerakyatan, organisasi Aisyiyah juga mendukung peran pemerintah dalam upaya menanggulangi percepatan pemanasan global berupa penanaman pohon dalam program Kebun Bibit Rakyat atau KBR. Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan berharap, dengan peran serta kader-kader cinta lingkungan tersebut, Indonesia mampu menargetkan 15.000 kebun bibit rakyat di tahun 2011 ini.** YK-TV
Selengkapnya.....
Prof.Dr. H. Din Syamsuddin MA: MUHAMMADIYAH HARUS JADI ”TENDA” BESAR UMAT




Ta’aruf Muhammadiyah & Aisyiyah Sumatera Utara
PP 'Aisyiyah Lantik PW Aisyiyah Sumatera Utara
Medan, 29 Mei 2011 – Ta’aruf (Perkenalan) Pimpinan Muhammadiyah Sumatera Utara berlangsung, Minggu (29/5) di auditorium Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Ketua Pimpinan Pusat Muhamamdiyah Prof. Dr. Din Syamsuddin MA hadir ditengah ratusan Pimpinan Wilayah, Daerah dan Cabang Muhamamdiyah & Aisyiyah. Hadir juga Pimpinan Pusat Aisyiyah, Dra. Shoimah Kastolani dan Dra Siti Aisyiyah M.Ag, Kolej Antarbangsa Teknologi (Perlis) Hasyim Ahmad, Pimpinan University Teknologi MARA Zulkifli bin Abidin dan Usmad Wahab.
Kepada Pimpinan Muhammadiyah dan Aisyiyah, Din Syamsuddin berharap agar Muhamamdiyah mampu menjadi ‘tenda’ besar ummat. Selain sebagai tenda besar Din juga berharap agar Muhammadiyah dapat berperan mengubah mental umat yang saat ini mengalami degradasi yang sangat mengkuatirkan. Secara statistik ummat Islam adalah mayoritas namun secara mental kondisi ummat Islam saat ini adalah minoritas.
Dengan kondisi yang demikian maka kondisi umat Islam berubah menjadi pecundang dan tidak memiliki kepercayaan diri. Dalam kondisi demikianlah, Din beraharap tokoh Muhamamdiyah dapat mengambil peran mengubah kondisi yang semakin mengkuatirkan itu.
Pidato ta’aruf Ketua PP Muhamamdiyah di Medan itu memberikan spirit baru bagi pimpinan dan warga persyarikatan di Sumatera Utara itu. Din Syamsuddin juga meminta agar Muhammadiyah ikut mengambil peran dalam menata kehidupan berbangsa dan bernegara. ”Muhammadiyah memiliki kontribusi yang besar dalam ’melahirkan’ NKRI sehingga juga berkewajiban untuk mengisinya,” jelas Din Syamsuddin.
Menyangkut hubungan Muhammadiyah dengan pemerintah, Din Syamsuddin mengekaskan, bahwa hubungan antara Muhammadiyah – Pemerintah tetap baik. Ada tiga hal yang harus tetap menjadi landasan hubungan itu, yakni (1) Partisipatif, (2) Loyal dan (3) Kritis. Muhammadiyah tetap memberikan dukungannya kepada pemerintah dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Muhammadiyah juga loyal kepada pemerintah tapi sebaliknya Muhammadiyah juga akan bersikap kritis bila arah pelaksanaan pemerintahan tidak benar.
Din Syamsuddin dengan sangat tegas mengecam kondisi pemerintahan yang saat ini jauh dari amanat reformasi karena korupsi sudah demikian menggurita bahkan didalam lingkungan pejabat tinggi pemerintahan. Din memberikan banyak contoh kasus yang kemudian tidak jelas penyelesaiannya. Untuk itu, kepada seluruh warga Muhammadiyah dimana pun ia berada untuk tidak menjadi orang yang mudah menjual prinsif.
TA’ARUF
Pada kesempatan itu, Din Syamsuddin menyampaikan ucapan selamat kepada Pimpinan Muhammadiyah Wilayah Sumatra Utara periode 2010-2015. 13 Pimpinan Wilayah Muhammadiyah itu terdiri dari Ketua, Prof.Dr. H. Asmuni MA dengan wakil-wakil : Drs. Dalail Ahmad MA, Prof. Dr. Hasyimsah Nasution MA, Drs. Sarwo Edi MA, H. Sukhrawardi K. Lubis SH.Spn.MH, Drs. Mario Kasduri MA, Prof. Ibrahim Gultom, MPd, H. Bahril Datuk SE MM, Drs. Askolan Lubis MA, Drs. Shohibul Anshor MSi. Sekretaris; M. Nasir Bahar SE,MBA, Irwansyahputra MA serta bendahara; Dra. Agussani MAP
Pimpinan Pusat Aisyiyah Dra. Shoimah Kastolani selain melantik juga memperkenalkan Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sumatera Utara, yang terdiri dari; Ketua H. Elynita dan wakil-wakil : Dra. Salmi Abbas, Dra. Asmawita, Hj. Radesnir, Dra. Sulhati MA, Dra. Wimaslina Khairani. Sekretaris Dra. Nurrahmah Amini MAg, Ir. Suryawati Hamzah MS, Marten Yerni S.Sos. Bendahara; Endang Pilihaning Rahayu, dan Hj. Asmawati. PP Aisyiyah juga melantik ketua-ketua Majelis.*** Yuniar R. Yoga - Medan
Selengkapnya.....