Jumat, 27 Februari 2009

MENGEJUTKAN PLAYSTATION MENYEBABKAN PENYAKIT KULIT

LONDON -- Penyakit kulit baru yang disebabkan oleh konsol games telah diidentifikasi oleh ahli penyakit kulit. Kondisi yang disebut PlayStation Palmar Hidradenitis dijelaskan dalam jurnal ilmu penyakit kulit Inggris, British Journal of Demartology.

Para peneliti mengambil kasus yang terjadi pada anak 12 tahun, yang datang ke Rumah Sakit Swiss dengan sakit kulit yang parah pada telapak tangannya.


Anak perempuan itu diketahui sering bermain games. Dia baru bisa pulih kembali setelah 10 hari berpantang main games. Dokter yang merawatnya di Rumah Sakit Universitas Genewa menyimpulkan anak perempuan itu mengalami kondisi yang dikenal dengan idiopathic eccrine hidradenitis.

Cirinya, seperti penyakit kulit pada umumnya yang menyebabkan kemerahan, bengkak pada kulit telapak tangan dan telapak kaki.

Kondisi seperti itu sebelumnya ditemukan pada telapak kaki anak-anak yang ikut dalam aktivitas fisik berat, seperti jogging. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan banyaknya keringat.

Gejala tidak lazim

Untuk penyakit yang hanya mengenai tangan itu sangat tidak lazim, dan pasien yang bersangkutan tidak ikut aktivitas olah raga atau latihan fisik baru-baru ini. Dia juga dilaporkan tidak menderita trauma pada tangannya.

Bagaimanapun, orangtua anak itu mengatakan anak perempuannya baru-baru ini bermain PlayStation selama beberapa jam setiap harinya. Dan dia terus bermain meski sudah mengalami sakit kulit.

Dokter menduga masalah itu terjadi karena genggaman yang kuat dan terus menerus pada pegangan tangan konsol game. Permainan yang menegangkan telah menyebabkan dia berulang-ulang menekan tombol serta berkeringat.

Para peneliti mengatakan, kasus kecanduan games yang menggunakan konsol pernah tercatat sebelumnya, dan gejala awalnya disebutkan berkaitan dengan masalah psikologi. Bagaimanapun, beberapa gejala fisik, seperti sakit otot yang akut dan kaku mulai timbul. Mereka mengatakan PlayStation palmar hidradenitis sekarang harus dimasukkan dalam daftar.

Asosiasi ahli penyakit kulit Inggris, Nina Goad mengatakan penemuan ini menarik dan sebaiknya para peneliti saling berbagi informasi jika menemukan kasus serupa.

“Jika anda khawatir kena penyakit kulit pada tangan anda ketika bermain games, lebih baik anda istrirahat dulu, dan jangan bermain terlalu keras jika tangan anda mulai berkeringat,” kata Nina.


Juru bicara produsen PlayStation, Sony Computer Entertainment Europe Ltd mengatakan; ”kami sungguh yakin video games merupakan hiburan yang legal dimasa lalu seperti menonton film, mendengarkan musik atau membaca buku.

“Sebagai hobby di waktu luang, ada kemungkinan konsekuensinya jika tidak mengikuti akal sehat, saran kesehatan dan petunjuk yang bisa ditemukan dalam buku manual.”

PlayStation diluncurkan pada 1995 dan selama 13 tahun belakangan ini sudah terjual ratusan juta unit.

“Kami tidak bermaksud menganggap kecil penelitian ini dan kami akan mempelajarinya dengan penuh perhatian. Untuk pertama kalinya, kami mendengar ada keluhan.” - bbc/ahi

Selengkapnya.....

Kamis, 26 Februari 2009

Meneg LH: Penggunaan Kantung Plastik Harus Diawasi


Menteri Negara Lingkungan Hidup (Meneg LH) Rachmat Witoelar mengatakan, penggunaan kantung plastik oleh masyarakat harus diawasi.

"Kalau produksi kantung plastik mungkin bisa dikendalikan, tapi penggunaannya oleh masyarakat itu yang harus diawasi," kata Rachmat Witoelar di Surabaya, Rabu.

Menurutnya, penggunaan kantung plastik selama ini sudah sangat parah, bahkan volume sampah kantung plastik dari kalangan rumah tangga sampai saat ini sudah mencapai ribuan ton.

"Ke mana lagi ribuan ton sampah dari kantung plastik itu kalau tidak dibuang ke sungai," kata Rachmat usai mencanangkan Gerakan Pembatasan Penggunaan Kantung Plastik di SD Katolik Santa Theresia Surabaya.

Sampah dari kantung plastik, lanjutnya, tidak mudah terurai di tanah. Teurainya bahan plastik di tanah membutuhkan waktu sekitar seribu tahun.

"Sampah dari kantung plastik ini pula yang mengakibatkan timbulnya berbagai penyakit berbahaya," kata Rachmat menambahkan.

Oleh sebab itu di masa yang akan datang, dia menginginkan ada sanksi yang tegas terhadap penggunaan plastik. "Memang harus ada sanksi yang tegas, agar kondisi ini tidak semakin parah," katanya.

Mengenai dipilihnya Kota Surababaya sebagai tempat pencanangan Gerakan Pembatasan Penggunaan Plastik itu, menteri mengatakan, Kota Pahlawan itu merupakan kota asri dan satu-satunya kota metropolitan di Indonesia yang ramah lingkungan.

"Saya kagum melihat keasrian kota ini, masyarakatnya memiliki kesadaran yang tinggi dalam memelihara lingkungan yang hijau dan bersih. Termasuk murid-murid SD Theresia ini yang mendapatkan pelajaran masalah lingkungan sejak dini," katanya didampingi Wali Kota Surabaya Bambang DH.

Selain mengunjungi SD Katolik Santa Theresia yang telah beberapa kali mendapatkan penghargaan di bidang lingkungan hidup itu, menteri dan rombongan melakukan inspeksi mendadak di Surabaya Plaza.

Di pusat perbelanjaan itu, menteri melihat secara langsung komitmen perusahaan yang bergerak di bidang riteil dalam membatasi penggunaan kantung plastik. (Ant)

Selengkapnya.....

PUYER MASIH AMAN UNTUK ANAK DAN BAYI


Bentuk puyer sebagai obat racikan masih sangat relevan untuk anak maupun bayi, karena sesuai dengan kebutuhan di Indonesia di mana dosis untuk anak atau bayi masih sangat sedikit.
"Dalam pandangan saya sebagai pendidik, sesungguhnya masih ada informasi yang kurang lengkap tentang puyer. Saya berkesimpulan tidak ada yang salah dari sisi kefarmasian tentang puyer atau cara pembuatan puyer," kata Dekan Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr. Marchaban DESS di Yogyakarta, Selasa (24/2).


Meskipun demikian, menurut dia menanggapi kontroversi puyer sebagai obat untuk anak, dirinya tidak menampik kenyataan jika dosis untuk anak atau bayi itu bervariasi, karena didasarkan pada berat badan. Anak atau bayi tentunya memiliki berat badan yang berbeda, ada bayi yang montok atau kurus, sehingga dosisnya juga berbeda-beda.
"Oleh karena itu, dokter bisa membuat variasi dosis puyer yang bermacam-macam dan meminta apoteker untuk menyiapkannya. Jadi sesungguhnya tidak ada yang salah dari penggunaan puyer untuk obat anak atau bayi," katanya.
Ia mengatakan, jika membagi obat untuk dibuat puyer tidak dengan menimbang tetapi hanya berdasarkan penglihatan, secara teori hal itu dibenarkan dan tidak masalah, karena telah diajarkan di Fakultas Farmasi.
Jadi, menurut dia, tidak harus menimbang kembali, misalnya menjadi 10 bungkus atau berapa, dengan menimbang satu per satu.
"Hal itu tidak perlu, karena dalam ilmu farmasi pembagian seperti itu diperbolehkan, dengan syarat berat masing-masing bungkus itu tidak berselisih 10%. Itu namanya timbang kira-kira," katanya. (kpl/bar)



Selengkapnya.....

Rabu, 25 Februari 2009

MEDAN DINYATAKAN ENDEMI DEMAM BERDARAH


Medan - Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Chandra Syafei, mengatakan, Medan dinyatakan sebagai endemis Demam Berdarah Dengue (DBD), sebab semakin banyak penderita penyakit itu dirawat di rumah sakit terutama, RSU Pirngadi Medan.
"Dalam sepekan ini kasus DBD di Kota Medan semakin mengkhawatirkan, bukan hanya pada anak-anak bahkan juga orang dewasa juga tidak luput dari serangan nyamuk berbahaya itu. Bahkan dari 11 penderita yang menjalani perawatan di RSU Pirngadi Medan, dua diantaranya meninggal dunia," katanya di Medan, Selasa.

Meski Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan telah melakukan fogging sebagai antisipasi merebaknya nyamuk mematikan itu, tambahnya, namun tidak tertutup kemungkinan benih nyamuk akan terus berkembang seiring perubahan cuaca yang belakangan ini tidak menentu.
Menurut dia, berkembangnya kasus penyakit DBD ini bukan hanya terjadi di Kota Medan, tetapi juga terjadi di beberapa kota di seluruh wilayah Sumatera Utara.
"Kita melihat merebaknya penyakit DBD ini sudah cukup mengkhawatirkan. Makanya boleh dikatakan DBD khususnya di Kota Medan endemis, dan keadaan ini juga terjadi di seluruh kabupaten/kota di Sumut," katanya.
Melihat peningkatan penderita DBD tersebut, ia juga mengaku telah menginstruksikan dinas kesehatan kabupaten/kota se-Sumut untuk melakukan fogging di daerah-daerah yang dicurigai tempat berkembangnya nyamuk Aedes penular demam berdarah.
Selain itu, juga memberikan penyuluhan-penyuluhan langsung ke masyarakat agar tetap menjaga dan menerapkan pola hidup bersih dan menerapkan 3M1T (menutup, menguras,mengubur dan telungkupkan).
"Kita juga telah mengajukan tambahan cairan berupa melation ke depkes bagi penderita DBD. Walau sebagai antisipasi, namun kita perlu mencadangkan stok obat cairan itu," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Umar Zein, mengatakan, mengantisipasi meningkatnya penderita DBD, pihaknya terus melakukan fogging di daerah-daerah endemis DBD.
"Terutama di daerah Medan Utara yang paling banyak penderita DBD nya.Perkantoran, kampus dan sekolah-sekolah juga tidak luput dari fogging,"katanya (kpl/bar)



Selengkapnya.....

Selasa, 24 Februari 2009

Ketidakseimbangan konsumsi nutrisi dapat memperburuk kesehatan


BEBERAPA orang yang hadir di Atrium Mall Plaza Semanggi, Kamis (19/2), untuk memeriksakan kadar gula dalam darah, lemak tubuh, dan radikal bebas dalam darah, kelihatan sedikit terkejut dan juga was-was menemukan hasil yang tidak terlalu baik. Tapi, tak ada kata terlambat untuk menyeimbangkan nutrisi supaya tak rentan penyakit. Hari itu, Nutrifood menyelenggarakan Kampanye Sadar Gizi Seimbang dalam rangka Hari Gizi Nasional ke-59 yang jatuh pada tangga 19 hingga 21 Februari 2009. Salah satu kegiatannya adalah pameran yang menyediakan pemeriksaan dan konsultasi gizi, informasi pola hidup sehat dan gizi seimbang, serta talkshow dan demo masak mengenai makanan yang bernutrisi seimbang.


Nutrisi dan gizi adalah syarat wajib bagi keberlangsungan hidup. Makan sebagai proses konsumsi nutrisi adalah hal penting dan mendasar yang dilakukan manusia sejak lahir. Kadar nutrisi dalam tubuh seseorang bergantung pada banyak faktor, seperti usia, lingkungan, kebiasaan makan, agama, jender. Meski begitu, makanan tetap harus diatur agar mencapai nutrisi yang cukup dan seimbang. Ini dilakukan demi mencegah terjadinya gizi lebih, gizi buruk, dan penyakit lainnya.

Dalam kesempatan lain, Dr Samuel Oetoro, Ms, SpGK, pernah mengutarakan manajemen makan 3J, yaitu Jumlah, Jadwal, dan Jenis. "Pilih makanan tinggi serat. Misalnya sayur dan buah yang banyak mengandung vitamin. Pilih ikan daripada daging karena lemak ikan adalah lemak omega tiga yang baik," katanya.

Yang disarankan adalah variasi yang meliputi produk-produk padi, sayur, kacang, dan buah. Kalau air bebas dikonsumi kapan saja dan dalam jumlah seberapa pun, daging dan ikan justru harus dikonsumsi dengan hati-hati. Sebaiknya membatasi makanan siap saji dan makanan olahan, karena banyak mengandung lemak jenuh dan juga pengawet.

Kebiasaan mengonsumsi junk food yang sangat banyak mengandung gula, garam, minyak-lemak, dan zat kimia yang sangat tidak alami, menyebabkan tingkat kesakitan dan kematian yang tinggi. Utamanya karena penyakit jantung koroner, diabetes, darah tinggi, gangguan ginjal, dan kanker. Inilah kenapa pola makan sehat sangat berpengaruh pada kualitas kesehatan dan usia seseorang.

Pola makan sehat sendiri sebenarnya mengandung arti kadar kecukupan makanan yang selayaknya. Sarapan dianggap sebagai bagian paling penting dari pola makan keseharian. Aturan yang selama ini, bahkan sejak di sekolah dasar, dianjurkan adalah jangan sampai melewatkan sarapan. Karena sarapan pagilah yang membantu seseorang agar tetap bugar dan berstamina melalui berbagai kegiatannya dalam satu hari.

Berbeda dengan makan siang. Ini adalah jadwal untuk memperoleh berbagai jenis dalam jumlah tertentu. Khususnya yang meliputi kelompok makanan yang mengandung 5 kelompok zat gizi dasar. "Lima zat gizi ini adalah karbohidrat, protein, lemak, serta vitamin dan mineral," kata Kepala Divisi Nutrifood Research Center, Susana, STP, MSc, PD.Eng dalam talkshow Balanced Nutrition di acara yang sama.

Semakin bervariasi semakin baik untuk kecukupan nutrisi, misalnya saja sayur dan buah berbagai jenis dan warna. "Ada lima warna buah dan sayur yang baik untuk detoksifikasi. Yaitu betakaroten seperti pada wortel dan jeruk, likopen pada tomat, antosianin pada anggur yang berwarna ungu, hijau pada brokoli, dan antoxantin yang ada pada apel.

Semua makanan mengandung satu atau lebih zat gizi tersebut dalam jumlah yang beragam. Setiap jenis zat gizi mempunyai fungsi khusus. Inilah sebabnya keragaman pangan penting bagi kesehatan. Kita semua membutuhkan zat gizi, yang disediakan oleh beragam pangan, untuk semua proses tubuh. Namun, terlalu banyak pangan atau ketidakseimbangan dalam mengonsumsi pangan dapat membuat kesehatan memburuk dan menyebabkan tubuh berisiko terhadap penyakit kronis seperti obesitas (kegemukan), penyakit jantung dan diabetes.

Seperti yang dikatakan Samuel, jadwal juga menentukan keseimbangan nutrisi seseorang. Sebut saja waktu makan malam, sebaiknya mengonsumsi makanan dalam jumlah yang sedikit (porsi kecil) dengan memerhatikan jenis. Yaitu makanan bernutrisi yang rendah lemak. Misalnya, ikan dengan sayur dan buah-buahan. Pertimbangan pemilihan menu macam ini adalah karena daya kerja lambung melambat saat malam. Jadi, kekenyangan bisa menyebabkan saluran pencernaan makanan bekerja keras dan perut terasa penuh sekaligus kembung.


Selengkapnya.....

Senin, 23 Februari 2009

Waspada Polip di Saluran Cerna


JAKARTA - Polip alias daging tumbuh patut diwaspadai, apalagi jika tumbuhnya di saluran cerna karena akan berdampak buruk. Tumbuhnya polip di saluran cerna jika tidak diatasi sejak dini dapat berkembang menjadi kanker saluran cerna bahkan bisa menjadi ganas jika sudah menyerang organ lain di dalam tubuh.

Dokter Adil S. Pasaribu Sp.B KBD, dokter dari Rumah Sakit Kanker Dharmais mengatakan pemerikasaan polip sejak dini dapat mencegah kanker, apalagi jika ada riwayat kanker pada keluarga.


"Polip atau yang biasa disebut daging tumbuh merupakan awal muasal kanker, kalau bisa langsung diangkat dengan cara operasi. Itu untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," Kata Adil.

Saluran cerna mamalia termasuk manusia dimulai dari mulut hingga anus, timbulnya polip bisa tumbuh disepanjang jalur saluran cerna, tetapi lebih sering tumbuh disepanjang lambung, usus kecil, usus dua belas jari dan usus besar.

Penyebab terjadinya kanker sendiri masih belum bisa diketahui secara pasti, tetapi menurut Adil faktor resiko bisa dari gaya hidup, lingkungan dan faktor genetik.

"Jika sel kanker tumbuh di usus besar, maka usus besar harus diangkat, bisa ditempat yang sel kanker tumbuh atau jika diperlukan diangkat usus besarnya karena usus besar hanya berfungsi menyerap air dan memadatkan kotoran," tambah Dr. Adil.

Jika tidak diangkat, maka kanker tersebut akan menjadi ganas bahkan bisa merusak organ-organ lain yang bisa membahayakan kesehatan tubuh manusia itu sendiri.

Kanker saluran cerna sering menyerang usia di atas 50 tahun dan kanker saluran cerna sendiri menempati urutan nomor tiga kanker paling ganas yang menimpa manusia baik wanita maupun pria, papar Adil.

Adil melanjutkan kejadian kanker saluran cerna bisa saja terjadi pada usia prosuktif karena pengaruh gaya hidup dan pola makan. Menurutnya pola hidup masyarakat sekarang yang gemar makan makanan cepat saji, penyedap rasa menjadi faktor resiko meluasnya kejadian kanker saluran cerna ke usia produktif.

Untuk itu Adil memberikan beberapa tips diantaranya hindari makanan yang tinggi lemak, cukupkan makanan dengan kalsium, asam folat, Vitamin D dan E. Melakukan aktivitas fisik setiap harinya sebanyak 30-40 menit dan melakukan skrining atau pemerikasaan secara dini.

Cara lain untuk mendeteksi adanya polip pada saluran cerna adalah dengan kolonoskopi, yaitu memasukan alat dari lubang anus untuk melihat seberapa parah polip itu sudah meganggu saluran cerna.

Melakukan tindakan skrining, menurut Adil, sebagai langkah deteksi dini dapat menyelamatkan hidup, bahkan meski tidak ada polip di saluran cerna.

"Lakukan pemerikasaan primer, supaya terdeteksi apakah ada polip di saluran cerna atau melakukan pemerikasaan kolonoskopi jika sudah mengalami gejala terjadinya kanker saluran cerna. Kesempatan terbaik ialah menemukan gejala kanker tersebut sejak dini," tambah Adil./cr1/it

Selengkapnya.....

Banyak Anak Meninggal Karena Kanker


JAKARTA, - Setiap tahun sekitar 160.000 anak-anak meninggal karena kanker dan empat dari lima anak-anak itu berasal dari negara-negara berpenghasilan rendah atau menengah.

Ada beragam masalah yang dihadapi keluarga dan anak penderita kanker. Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, dalam sambutan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (21/2) menyatakan, penderita kanker anak, selama masa pengobatan dan perawatan, akan menghentikan sekolahnya sehingga tidak ada aktivitas sama sekali. Akibatnya stres dan bosan dengan pengobatan bakal terjadi.


Ini sangat masuk akal, karena penderita kanker memerlukan pengobatan dan perawatan yang intensif dan membutuhkan waktu relatif lama. Pengobatan kanker butuh waktu antara 3 bulan sampai 2 tahun, yang kemudian dilanjutkan dengan pengobatan pemeliharaan selama 5 bulan sampai 2 tahun.

Selain itu, bagi penderita yang berasal dari daerah yang cukup jauh dari rumah sakit, akan memerlukan banyak biaya tambahan untuk tinggal di sekitar rumah sakit dalam masa pengobatan. Jika keluarga tidak mampu lagi membiayai, maka sebagian penderita akan tidak bisa melanjutkan pengobatannya.

Ketua Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia Pinta Manullang Panggabean menjelaskan, meski sudah ada skema pendanaan pengobatan bagi pasien kanker pada anak yang dari keluarga miskin melalui program Jaminan Kesehatan Masyarakat, namun tidak semua penderita terus menjalani pengobatan. Salah satu penyebabnya adalah, keluarga pasien tidak memiliki dana untuk biaya transportasi maupun biaya hidup untuk tinggal di sekitar rumah sakit.

Untuk menangani hal itu, diperlukan suatu upaya agar anak-anak yang menderita kanker tetap mendapat hak-hak mereka untuk tumbuh, bermain, sekolah dan belajar. Selain itu, diperlukan suatu tempat tinggal yang memungkinkan kondisi keluarga yang merawat tetap mendukung proses pengobatan dan perawatan anaknya.

Berdasarkan data registrasi kanker berbasis rumah sakti di DKI Jakarta tahun 2005 di 26 rumah sakit, terdapat 187 kasus kanker pada anak usia 0-17 tahun, terbanyak adalah leukemia (33,7 persen), neuroblastoma (7 persen), retinobla stoma (5,3 persen), osteosarcoma (4,8 persen), dan lymphoma non hodgkin (4,8 persen). Kanker pada anak merupakan 4,9 persen dari kanker pada semua usia. Kanker pada anak lebih banyak menyerang laki-laki (53,5 persen) daripada perempuan (46,5 persen).


Selengkapnya.....

45 PERSEN PENDUDUK BELUM MILIKI JAMINAN KESEHATAN


Medan, 15/2 (ANTARA) - Sebanyak 45 persen penduduk Indonesia terutama yang bekerja di sektor informal belum memiliki jaminan pelayanan kesehatan (JPK).

Direktur Perencanaan dan Pengembangan PT Askes (Persero), dr. Suzanna Zadli Razak, di Medan, Minggu, mengatakan, PT Askes siap memposisikan diri sebagai mitra pemerintah daerah dalam menangani JPK bagi masyarakat umum yang belum memiliki asuransi kesehatan.


"Hingga saat ini sudah 92,4 juta jiwa yang menjadi peserta PT Askes, baik sebagai peserta Askes Sosial, Askes Komersial, maupun asuransi lainnya," katanya.

Ia mengatakan, saat ini PT Askes dinyatakan sebagai perusahaan nirlaba, sehingga, tidak ada target untuk memberikan deviden kepada negara.

Oleh karena itu, dividen yang dihasilkan dikembalikan lagi untuk masyarakat peserta Askes. Pengembalian dividen itu berupa pemberian hibah mobil ambulans, peralatan komputer dan alat kesehatan bagi rumah sakit provider PT Askes yang saat ini berjumlah 951 buah di seluruh Indonesia, serta berbagai kegiatan promosi.

Khusus untuk program hibah mobil ambulans yang sudah berlangsung sejak tahun 2002 itu, telah diserahkan 158 unit ambulans. Pada tahun 2008 telah diserahkan sebanyak 44 unit dalam dua tahap.

"Salah saru Rumah sakit yang mendapat hibah ambulans adalah RSUD Deli Serdang, Sumut, sebagai salah satu provider Askes. Ambulans tersebut berstandar internasional yang dilengkapi dengan petugas terlatih," katanya. (ant)



Selengkapnya.....

Minggu, 22 Februari 2009

FOTO KEGIATAN LOMBA BAYI SEHAT AISYIYAH SUMUT TAHUN 2009







Gebyar Lomba Bayi Sehat Aisyiyah Sumut, Sosialisasi Imunisasi dan Pemberian Makanan Bergizi yang dilaksanakan oleh Pimpinan Wilayah Aisyiyah Majelis Kesehatan dan Lingkungan Hidup (PWA-MKLH-SU) telah berlangsung dengan baik, Sabtu (21/2) di Rumah Sakit Umum Muhammadiyah, Jln Mandala By Pass Medan.

Dari beberapa kegiatan itu, bersama ini kami turunkan foto-foto rangkaian acara yang dihadiri sekitar 200 peserta dari Kota Medan serta utusan dari beberapa kabupaten dan Kota lainnya.

Keterangan Foto :
1. Siswa TK ABA Aisyiyah Tegal Sari Mandala II Ranting Jermal
3. Suasana kegiatan Lomba Bayi Sehat Aisyiyah Tahun 2009
4. Ketua PWM MKKM SU Dr. Chairul Adillah Harahap SpA
5. Ketua PWA MKLH SU ir. Suryawati Hamzah MS
6. Panitia dari PWA MKLH dan anak-anak TK ABA
(yuni)
Selengkapnya.....

PWA-MKLH SUMUT GELAR LOMBA BAYI SEHAT, SOSIALISASI IMUNISASI DAN PEMBERIAN MAKANAN BERGIZI





Pimpinan Wilayah Aisyiyah Majelis Kesehatan dan Lingkungan Hidup (PWA-MKLH) Sumatera Utara menggelar kegiatan Lomba Bayi Sehat, Sosialisasi Imunisasi dan Pemberian Makanan Bergizi kepada ratusan balita, di Rumah Sakit Muhammadiyah Sumut, Sabtu (21/2). Kerjasama Aisyiyah, Dinkes Sumut, Nutricia, Sarihusada itu dihadiri ratusan balita dari beberapa kabupaten dan kota di Sumut. Zaskia Audi Muhayat, dari Deli Serdang, terpilih sebagai Bayi Sehat Aisyiyah Sumut tahun 2009.


Kepala Dinas Kesehatan Sumut Dr. Chandra Syafie DSOG yang diwakili oleh Dr. Suryantini memujikan pedulian Aisyiyah Sumatera Utara terhadap perkembangan kesehatan anak di daerah ini. Kami menyambut baik akan upaya Aisyiyah dalam menyelenggarakan Lomba Bayi Sehat 2009. Diharapkan dengan kegiatan seperti ini dapat dihasilkan generasi masa depan yang sehat, cerdas dan kelak dapat menjadi manusia yang berguna bagi dirinya, keluarga, masyarakat dan negara.

Sedangkan Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sumut Hj. Asmawita AM, LCS, MA mengatakan bahwa Aisyiyah selalu berada pada garda depan untuk tetap memperjuangkan masyarakat yang sehat. Dengan masyarakat yanag sehat itulah pondasi untuk menjadikan negara yang kuat. Pembinaan dan pemeliharaan anak tidak hanya pada fisik tapi juga pada jiwanya. Asmawita mentakan, sebagai masyarakat Global maka kerjasama antara Aisyiyah dan MCCI/IP ( Millenium Challenge Corporation Inddonesia / Immunization Project) adalah sebuah kerjasama yang strategis dalam meningkatkan masyarakat yang sehat dan kuat.

BANGGA WANITA INDONESIA

Sementara itu, Management MCCI/IP dr. Asmatullah Arab memujian wanita Indonesia. Dari banyak negara muslim yang dkunjunginhya, tidak banyak negara yang memiliki wanita dengan organisasi yang rapi dan kuat. Salah satunya adalah Aisyiyah. Asmatullah Arab mengatakan, ini adalah potensi dan sumber daya yang sangat bagik dalam usaha meningkatkan kesehatan masyarakat. Khusus Aisyiyah Asmatullah Arab mengatakan, selain organisasinya kuat, Aisyiyah juga memiliki lembaga pendidikan, kesehatan dari pusat sampai ke daerah.

Ia mengatakan, kerjasama antara MCCI/IP dengan Aisyiyah sudah berlangsung selama dua tahun dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap imunisasi. MCCI/IP berusaha untuk menekah folio, tetanus dan campak, kata Asmatullah.

Pada hari yang sama Direktur RSU Muhammadiyah Dr. Ade Taufiq SpOG dan Ketua PWM Majelis MKKM Dr. Chairul Adillah Harahap SpA menjelaskan tentang peran serta Muhammadiyah dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

BAYI SEHAT AISYIYAH 2009

Lomba Bayi Sehat Aisyiyah Sumut 2009 diikuti oleh 23 bayi yang merupakan utusan ‘bayi sehat’ dari beberapa Pimpinan Daerah Aisyiyah, seperti PDA Medana, PDA Tebing Tinggi, PDA, Langkat, PDA Pematang Siantar, PDA Karo, PDA Simalungun serta utusan dari RSU Muhammadiyah. Untuk melakukan penilaian terhadap 23 peserta bayi sehat itu, PWA MKLH menetapkan tiga orang dewa juri : dr. Hendy Zulkarnain SpA (Ketua) (ketua juri) ; dr. Herdiansyah Hasibuan dan dr. Desy Arisanti

Dewan juri telah menetapkan beberapa kriteria untuk memilih Bayi Sehay Aisyiyah Sumut 2009 itu. Setelah melakukan pemeriksaan secara selektif, maka diputuskanlah enam bayi sehat sebagai pemenang. Mereka adalah : Juara 1. Zaskia Audi Muhayat (Deli Serdang). Juara II, M. Abduh Zaska (Karo). Juara III, M. Aditya Agasta (Langkat). Sedangkan pemenang harapan 1, Nur Aini ( Tebing Tinggi), pemenang harapan 2, Syahrial Gemilang Damanik (Simalungun) dan pemenang harahap 3, Dicho Fatin Azhari BB (Pematang Siantar)*** Yuni






Selengkapnya.....

DR. ASMATULLAH ARAB (MCCI/IP) : ORGANISASI SEPERTI AISYIYAH ADALAH POTENSI BESAR BANGSA INDONESIA


Dr. Asmatullah Arab Management dari MCCI/IP ( Millenium Challenge Corporation Indonesia/ Immunization Project) selaku mitra kerja PP Aisyiyah dalam program peningkatan cakupan imunisasi di seluruh Indonesia, selain menyampaikan pujian dan ucapan terima kasih atas kerjasama yang demikian baik antara Aisyiyah dengan MCCI/IP, juga menyampaikan bahwa organisasi wanita seperti Aisyiyah adalah potensi besar bangsa Indonesia. Karena organsiasi seperti ini tidak banyak ditemukan dinegara-negara muslim



Penjelasan Dr. Asmatullah Arab itu disampaikan dalam sambutan management MCCI/IP pada Lomba Bayi Sehat Aisyiyah Sumatera Utara 2009, Sosialisasi Imunisasi dan Pemberian Makanan Bergizi kepada Balita. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (21/2) itu dihadiri sekitar 200 undangan dan diantaranya adalah utusan dari Pimpinan Daerah Aisyiyah dan beberapa kabupaten dan Kota di Sumatra. Asmatullah Arab yang sudah 2 tahun di Indonesia (Sumut) itu mengatakan sangat puas dan memujikan kerjasama yang dilakukan. “ Saya bangga dengan Aisyiyah,” sebutnya dalam pidato berbahasa Inggris itu.

Kerjasama antara MCCI/IP dengan berbagai organsiasi wanita di Indonesia dilakukan untuk mendorong lebih cepat terhadap usaha pencegahan penyakit seperti campai, tetanis dan folio. Karena bila kerjasama itu hanya dilakukan dengan Dinas Kesehatan saja maka usaha penyebaran ke masyarakat tidak dapat dilakukan secara lebih luas. Maka peran organisasi wanita seperti Aisyiyah, IBI, Muslimat NU, Pramuka, dll adalah usaha untuk mendorong cakupan imunisasi yang lebib luas.

Program kerja yang sudah digelar sekitar 2 tahun itu telah menghasilkan pemahaman yang masyarakat yang lebih luas. Kata dr. Asmatullah Arab, MCCI/IP berharap bila kerjasama ini berakhir pada Maret 2009 nanti diharapkan Aisyiyah dapat meneruskan program ini.

Sebagai ucapan terima kasih dan penghargaan atas kerjasama Aisyiyah dan MCCI/IP itu, PWA-MKLH menyerahkan surat penghargaan kepada MCCI/IP atas usaha dan kerjasamanya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kegiatan imunisasi. Penghargaan itu diserahkan langsung ole Ketua PWA-MKLH Ir. Suryawati Hamzah MS kepada Dr. Asmatullah Arab (yuni)

Selengkapnya.....

KADINKES SUMUT : PUJIKAN 'AISYIYAH YANG PEDULI TERHADAP KESEHATAN ANAK


Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Dr. Chandra Syafei, DSOG yang diwakili oleh Dr. Suryantini memujikan pedulian Aisyiyah Sumatera Utara terhadap perkembangan kesehatan anak di daerah ini. Kami menyambut baik akan upaya Aisyiyah dalam menyelenggarakan Lomba Bayi Sehat 2009. Diharapkan dengan kegiatan seperti ini dapat dihasilkan generasi masa depan yang sehat, cerdas dan kelak dapat menjadi manusia yang berguna bagi dirinya, keluarga, masyarakat dan negara.


Penjelasan itu disampaikan Dr. Chandra Syafei pada acara Lomba Bayi Sehat, Sosialisasi Imunisasi serta Pemberian Makanan Bergizi yang dilaksanakann PWA Majelis Kesehatan dan Lingkungan Hidup, Sabtu (21/2) di RSU Muhammadiyah Sumut, Jln Mandala By Pass No.27. Hadir beberapa utusan Pimpinan Daerah Aisyiyah se-Sumatera Utara, Management MCCI/IP (selaku mitra kerja Aisyiyah).

Dr. Chandra Syafei mengatakan bahwa anak adalah karunia dan amanah Allah SWT. Anak mempunyai kedudukan yang sangat penting sebagai penerus keturunan/ generasi, sebagai aset bangsa dan sembagai sumber daya pembangunan masa mendatang. Masa kanak-kanak adalah masa yang teramat penting. Lima tahun pertama kehidupan balita merupakan masa emas untuk meletakkan dasar kepribadian, moral, sikap dan kecerdasan seseorang. Bila pada masa penting itu seorang anak salah bentuk maka akibatnya bisa fatal.

Kata Dr. Chandar Syafei, ada tiga hal yang penting tentang anak; yakni pertumbuhan, perkembangan dan hak-hak anak, yakni Hak Hidup, Hak Tumbuh, dan Hak Berkembang secara optimal dan bebas dari kecacatan dan keterbatasan yang secara fisik, mental, emosional dan sosial. Awal kebutuhan dasar si anak harus terpenuhi, yaitu cinta dan kasih sayang, perlindungan, makanan bergizi, pemeliharaan kesehatan serta pendidikan.

Menyangkut dengan pertumbuhann anak, Dr. Chandra Syafei mengatakan bahwa agar pertumbuhan optimal dimulai dengan pemberian ASI sedini mungkin yang disebut dengan IMD (Insiasi Menyusui Dini) yang diberikan selama 2 tahun. Pemberian ASI pada bayi adalah tindakan yang sangatb bijaksana karena bayi membutuhkan makanan terbaik untuk perkembangan fisiknya, sekaligus jalinan kasih sayang ketika si ibu sedang menyusui bayinya. Kemudian, ketika bayi berusaha 6 bulan maka bayi membutuhkan makanan tambahan yang begizi seimbang. Kata dr. Chandra, pertumbuhan anak yang baik ditandai dengan penambahan berat badan yang sesuai.

Kepada PWA Majelis Kesehatan dan Lingkungan Hidup, dr. Chandra Syafei melalui dr. Suryantini, peran serta dan kemandirian organisasi seperti Aisyiyah sangat diharapkan dalam mendukung usaha pemerintah dalam meningkatan kualitas kesehatan masyarakat. (yuni)


Selengkapnya.....

ZASKIA AUDI MUHAYAT TERPILIH SEBAGAI BAYI SEHAT AISYIYAH SUMUT 2009


ZASKIA AUDI MUHAYAT bayi utusan dari Pimpinan Daerah Deli Serdang terpilih sebagai Bayi Sehat Aisyiyah Sumut Tahun 2009. Dari 23 peserta Lomba Bayi Sehat Aisyiyah yang berlangsung, Sabtu (21/2) di RSU Muhammadiyah Sumut. Lomba Bayi Sehat Aisyiyah Sumut 2009 itu dilaksanakan oleh Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Majelis Kesehatan dan Lingkungan Hidup (MKLH) Sumatera Utara atas kerjasamanya dengan mitra Aisyiyah, seperti Dinas Kesehatan, Rumah Sakit Umum Muhammadiyah, MCCI/IP, Babelac dan Sarihusada. Program ini merupakan bahagian dari agenda kegiatan PPA MKLH.


Lomba Bayi Sehat Aisyiyah Sumut 2009 diikuti oleh 23 bayi yang merupakan utusan ‘bayi sehat’ dari beberapa Pimpinan Daerah Aisyiyah, seperti PDA Medana, PDA Tebing Tinggi, PDA, Langkat, PDA Pematang Siantar, PDA Karo, PDA Simalungun serta utusan dari RSU Muhammadiyah. Untuk melakukan penilaian terhadap 23 peserta bayi sehat itu, PWA MKLH menetapkan tiga orang dewa juri : dr. Hendi Zulkarnain SpA (ketua juri) ; dr. Herdiansyah Hasibuan dan dr. Desi Arisanty
Dewan juri telah menetapkan beberapa criteria untuk memilih Bayi Sehay Aisyiyah Sumut 2009 itu. Setelah melakukan pemeriksaan secara selektif, maka diputuskanlah 6 bayi sehat sebagai pemenang. Mereka adalah :
Juara 1. Zaskia Audi Muhayat (Utusan PDA Deli Serdang), peserta dengan nomor urut -17dengan nilai 340
Juara II, M. Abduh Zaska (Utusan PDA Karo) peserta dengan nomor urut 04 dengan nilai 335
Juara III, M. Aditya Agasta (Utusan PDA Langkat) peserta dengan nomor urut 6 dengan nilai 330
Pemenang Harapan 1, Nur Aini ( PDA Tebing Tinggi) peserta dengan nomor urut 27 dengan nilai 325
Pemenang Harapan 2, Syahrial Gemilang Damanik (PDA Simalungun) peserta dengan nomor 01 dengan nilai 320
Pemenang Harahap 3, Dicho Fatin Azhari BB (PDA Pematang Siantar) peserta dengan nomor 23 dengan nilai 315

PWA MKLH selaku penyelenggara kegiatan ini, memberikan tropy, sertifikat, bingkisan dan uang tunai kepada pemenang 1,2,3 dan harapan 1,2 dan 3. Tropy, sertifikat, Cinderamata dan hadiah diberikan langsung oleh PWA SU, Dinkes SU, Management MCCI/IP, Direktur RSU Muhammadiyah, dan PWM Majelis MKKM (yuni)




Selengkapnya.....

EKSTRAK HERBAL LEBIH BAGUS DARIPADA OBAT SINTETIK


KEGEMARAN masyarakat belakangan ini, untuk menggunakan ekstrak obat herbal dinilai masih lebih bagus dibandung penggunaan obat sintetik yang mengandung bahan kimia. "Penggunaan obat atau jamu tradisional yang dikenal ekstrak herbal asal yang terstandar, lebih bagus dibanding penggunaan obat sintetik," kata pakar Farmakologi yaitu ilmu serapan obat pada tubuh manusia pada Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Prof Dr Anas Subarnas, M.Sc, Sabtu (21/2).

Pemakaian obat herbal asalkan yang terstandar relatif lebih aman dari pada obat sintetik yang mengandung bahan kimiawi, ujarnya menanggapi maraknya beredar obat herbal dipasaran saat ini. Dari hasil penelitian Prof Anas Subarnas, obat herbal sudah terbukti memiliki banyak khasiat atau kegunaan untuk menyembuhkan berbagai penyakit, misalnya mampu mengobati diabetes. Atas keprihatinan maraknya peredaran obat herbal, dilakukan pengujian klinis khasiat obat herbal yang baru dilakukan oleh dua perusahaan obat dari sekian banyak perusahaan obat yang ada di Indonesia.

"Mungkin karena biaya uji klinis sangat mahal di Indonesia, sehingga jarang dilakukan uji knilis terhadap obat herbal," katanya. Selama ini khasiat positif obat herbal hanya diyakini dari informasi turun-temurun tanpa adanya pengujian secara empirik atau berdasarkan ilmu pengetahuan, namun kini obat herbal memiliki khasiat dan keamanan yang sudah teruji secara klinik dapat digunakan sebagai bahan pengobatan. Dikatakan, pemanfaatan sumber daya alam khususnya tumbuh-tumbuhan diyakini dapat menciptakan formula bagi penyakit-penyakit yang belum diketahui obatnya, seperti kanker, tumor, atau HIV/AIDS.

Penelitian obat herbal selain dapat membudidayakan tumbuh-tumbuhan juga dapat menciptakan obat baru dalam dunia kesehatan. "Kita namai obat herbal standar, yang alami tanpa bahan kimia obat (BKO)," katanya.(Ant)


Selengkapnya.....

Flu Burung Landa 11 Kecamatan di Banyuwangi

TEMUAN ayam mati positif terkena flu burung menyebar di 11 Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi, Jatim, mulai awal Januari hingga, Jumat (20/2) ini, tercatat berjumlah 932 ekor. Flu burung ditemukan melanda di kecamatan Tegalsari, Banyuwangi Kota, Genteng, Purwoharjo, Pesanggaran, Kalibaru, Gambiran, Glagah, Kabat, Giri, dan Kalipuro. Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Banyuwangi, Satriyo Ariwibawa, Jumat (20/2), mengatakan, temuan terbaru sekitar 18 ayam milik Bambang, warga kelurahan Giri, kecamatan Giri, dinyatakan positif flu burung, pada Kamis (19/2) lalu.
Menurut dia, Bambang yang juga peternak, segera melapor ke ketua RT setempat tentang ayam yang dimiliki mati mendadak. Kemudian laporan tersebut diteruskan ke Dinas Peternakan. "Sekarang masyarakat langsung melaporkan ke petugas, bila mengetahui ayamnya mendadak mati. Namun, perilaku membuang bangkai ayam ke sungai masih marak dilakukan," katanya menegaskan. Jumlah ayam yang mati (932 ekor) terkena flu burung di kabupaten Banyuwangi, sementara ini berada di urutan teratas temuan unggas yang mati terkena flu burung di Jatim, katanya menambahkan.

Satriyo mengaku, prihatin hingga saat ini Pemkab Banyuwangi belum segera membangun rumah potong ayam. Limbah ayam dibuang ke sungai, kemudian limbah tersebut dimakan ayam yang tinggal di sekitar aliran sungai. Bisa menyebarkan virus flu burung. Usaha yang dilakukan Dinas Peternakan sebatas memberi penyuluhan apa, mengapa, dan bahaya flu burung di daerah yang sudah ditemukan kasus. Sementara daerah yang belum terjangkit flu burung, warga belum mendapat penyuluhan. Seharusnya, penyuluhan tentang flu burung diberikan pada warga di semua daerah. Terutama daerah yang belum ditemukan kasus flu burung.

Menurut Satriyo, selama musim penghujan virus tersebut berkembang cepat. Pasalnya, kondisi lembab membuat virus H5N1 lebih cepat berkembang biak. Akibatnya temuan ayam yang mati karena virus ini meningkat. "Usahakan setelah memegang ayam atau unggas lain segera mencuci tangan dengan sabun. Serta membersihkan kandang dengan air limbah cucian atau air deterjen. Tindakan ini untuk meminimalisasi resiko terkena flu burung," katanya menegaskan.
Selengkapnya.....