Kamis, 22 Juli 2010

5 Tanda Jantung Sehat


Bila jantung berhenti berdenyut hanya dalam beberapa menit saja, diikuti berhentinya sirkulasi darah, maka hidup kita yang berharga ini pun akan berakhir. Itu sebabnya mengapa sangat ditekankan pentingnya pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah.

Secara umum ada lima tanda vital jantung yang sehat.

1. Kolesterol
Bila diibaratkan, LDL atau kolesterol jahat adalah pembakar rumah dan HDL atau kolesterol baik sebagai petugas pemadam kebakaran. "Petugas pemadam kebakaran yang baik biasanya bisa mencegah kerusakan jangka panjang," kata Roger Blumenthal, dari Johns Hopkins Cicarone Center.

Semakin tinggi kadar kolesterol HDL, makin rendah pula risiko terjadinya ateroklerosis. Untuk jantung sehat, target kolesterol jahat tidak lebih dari 130 mg/dl dan HDL harus lebih tinggi dari 40 mg/dl. Kadar HDL cenderung meningkat dengan berolahraga, menurunkan berat badan dan mengonsumsi banyak serat.


2. Tekanan darah
Jika dibiarkan tak terkendali dalam beberapa tahun, tekanan darah tinggi dapat merusak arteri seluruh tubuh, sehingga dinding pembuluh darah akan menebal dan kaku lalu tersumbat sehingga alirah darah ke organ vital tersumbat. Tekanan darah yang optimal lebih rendah dari 120/80 mmHg.

Variasi berbagai makanan dengan kombinasi berbagai zat gizi yang tepat akan bermanfaat bagi tekanan darah. Berbagai penelitian juga menunjukkan mengurangi stres juga efektif menurunkan tekanan darah. Para peneliti dari Spanyol menyebutkan, konsumsi aspirin setiap hari juga menurunkan kadar tekanan sistolik 6,8 mmHg dan tekanan diastolik 4,6 mmHg.

3. Denyut jantung
Hidup tidak berada di tangan Anda, tapi di jantung Anda. Jumlah detak jantung per menit (resting heart rate) merupakan salah satu cara untuk memprediksi usia. Dalam studi yang dimuat dalam New England Journal of Medicine disebutkan, pria yang memiliki resting heart rate di atas 75 denyut per menit (bpm) tiga kali lebih beresiko terkena serangan jantung. Denyut yang normal adalah 65 bpm.

"Bila Anda melakukan latihan kardio dengan intensitas rendah dan menambahnya menjadi intensitas tinggi dua minggu sekali, detak jantung per menit akan berkurang," kata Neal Henderson, ahli kedokteran olahraga. Lakukan latihan olahraga minimal 30 menit dengan jumlah 60-80 persen dari maksimum heart rate.

4. Gula darah puasa
Kadar gula darah puasa merupakan tanda ada tidaknya risiko diabetes. Makin tinggi kadar gula darah Anda, makin besar pula risiko terkena diabetes. "Penderita diabetes punya risiko yang lebih besar terkena penyakit jantung, ginjal dan gangguan mata," kata Johanthan Samet, M.D dari Johns Hopkins.

Untuk menurunkan kadar gula darah puasa, kita perlu meningkatkan kemampuan tubuh menggunakan gula darah atau dengan kata lain meningkatkan sensitivitas insulin. Cara terbaik untuk mencapai ini adalah mengurangi berat badan.

5. Protein C-reactive
Protein C-reavtive atau CRP adalah protein plasma yang diproduksi oleh hati sebagai reaksi dari adanya infeksi, luka dan proses inflamasi. Kadar tinggi CRP menunjukkan adanya peradangan di dalam tubuh. Karena penyakit jantung terjadi karena adanya peradangan di dinding arteri maka CRP bisa digunakan sebagai penanda umum risiko penyakit jantung.

Peningkatakan kadar CRP biasanya diiringi dengan peningkatan kolesterol. Kadar CRP yang tinggi, yakni lebih dari 1 miligram per liter, juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker prostat. Pengukuran CRP dilakukan dengan pengambilan darah dari bagian siku atau belakang telapak tangan. (kps)



Selengkapnya.....

Banyak Pilihan Perubahan Iklim Akan Tentukan Keadaan Dunia pada 2030


Berbagai upaya global untuk mengatasi kelaparan kronis dan penyakit yang diderita lebih satu milyar orang bisa saja sia-sia kecuali jika dipadukan dengan langkah mengatasi perubahan iklim.
Pilihan-pilihan yang diambil banyak pemerintah dan dunia usaha dewasa ini tentang cara-cara menghadapi pemanasan global akan menentukan keadaan di dunia pada 2030, ungkap sebuah laporan yang memaparkan bermacam skenario masa depan.

"Tanpa tindakan segera, perubahan iklim mengancam merusak hasil kerja bertahun-tahun dalam perjuangan mengentaskan kemiskinan di negara-negara berkembang," ujar Stephen O’Brien, menteri pembangunan internasional Inggris.

Berjudul The Future Climate for Development, laporan hasil studi yang didukung pemerintah tersebut memprediksi negara-negara berpenghasilan kecil akan terpukul lebih dulu dan paling keras oleh berbagai dampak terkait iklim apapun yang dilakukan negara-negara besar.


Empat visi yang dipaparkan dalam laporan tersebut tampaknya dapat dijalankan, dan tak satupun pahit atau cerah.

Namun bagi warga paling rentan di dunia, keputusan-keputusan salah di Washington, Beijing dan Brussel bisa saja menimbulkan perbedaan antara kemakmuran sedangan dan penderitaan parah dalam 20 tahun ke depan.

Dalam skenario pertama, sejumlah negara miskin tapi kaya sumber daya bisa makmur pada 2030 saat dunia terus melewati jalan pembangunan penuh asap dan karbon.

Menderita

Namun bila penurunan emisi gas rumah kaca jadi hal wajib di planet ini maka negara-negara rapuh ini bisa saja paling menderita nantinya.

Sebuah perjanjian iklim tahun 2026 menyerukan sanksi-sanksi berat -- bahkan intervensi militer -- bagi negara-negara yang terlalu banyak menyemburkan CO2, dan PBB memprioritaskan upaya untuk menemukan perbaikan teknis dalam menghadapi kenaikan suhu udara.

Negara-negara Afrika yang mengikuti jejak pembangunan Barat kini menuntut agar negara-negara kaya -- termasuk China -- membayar suatu "utang karbon." Dunia kini dipenuhi pengungsi iklim.

Skenario "bisnis seperti biasa" lainnya, bernama "coping alone," (atasi sendiri) melihat komunitas global terurai di tengah kemandekan ekonomi setelah suatu perang Timur Tengah mendorong harga minyak naik di atas 400 dolar per barel.

Upaya memperlamban pemanasan global telah ditinggalkan dan bantuan pembangunan pada umumnya terhenti sehingga menyebabkan negara-negara termiskin dan kekurangan sumber daya kewalahan mengurus diri sendiri.

Sejumlah negara telah bergabung dengan blok-blok regional sementara lain-lainnya terkotak-kotak jadi faksi-faksi yang saling berperang.

Keamanan pangan kini merupakan perhatian besar di seluruh dunia, dan vegetarianisme jadi sebuah gerakan moral global.

Layak

Visi "bagus lebih besar" menempatkan sebuah dunia di mana kelangkaan mendorong manajemen sumber daya kelolaan negara di negara-negara miskin tak cuma dalam urusan energi tapi juga air, pangan dan akses ke tanah yang subur.

Bila dilakukan secara adil maka sebagian besar penduduk akan bisa hidup layak.

Namun ongkos kebebasan individual itu mahal: pengendalian kelahiran jadi kewajiban, kartu identitas untuk memantau konsumsi sumber daya individu, perusahaan-perusahaan harus menjual jasa untuk membantu rakyat tetap bertahan dalam kuota karbon.

Berbagai produk yang mengutamakan "integritas ekosistem" kini bukan trend lagi melainkan kebutuhan.

Di Afrika dan Euroasia, serangga-serangga telah menggantikan daging sebagai sumber utama protein bagi ratusan juta orang.

Ketegangan antara blok-blok sumber daya rival, yang bermula dari perbatasan pasca kolonial, jadi meningkat, sehingga berkembali jadi konflik sengit.

Akhirnya, akan ada "era peluang," satu-satunya skenario di mana negara-negara berpendapatan kecil bisa dikatakan telah makmur.

Didukung oleh pungutan 0,05 persen dari transaksi keuangan internasional, negara-negara yang sebelumnya miskin telah memprakarsai suatu revolusi karbon rendah dan melampaui teknologi karbon tinggi.

Afrika yang bersimbah sinar matahari dan berbagai daerah di Asia Tengah menyediakan 40 persen dari energi surya di dunia.

Banyak perusahaan multinasional memindahkan operasi-operasi mereka ke negara-negara miskin karena tertarik dengan tenaga kerja murah dan energi karbon rendah.

Gaya hidup konsumsi tinggi ala Barat sudah kuran atraktif, dan di banyak negara kekuatan bergeser ke daerah-daerah dan komunitas, kadangkala mendatangkan bermacam manfaat, tapi juga menyebabkan pengendalian dipegang oleh para mafia dan panglima perang lokal.

Koperasi-koperasi bersaham kecil terkait jaringan pasokan global telah menjadi model pertanian yang dominan.

Budaya di Afrika kini berkembang pesat -- Festival Film Mali mendapat liputan luas Web (Inernet) sama seperti Cannes.

Diambil dari lebih 100 pakar seluruh dunia, laporan tersebut dipersiapkan oleh NGO Forum for the Future. (afp/bh/ans)




Selengkapnya.....

Artikel: Refleksi Hari Anak Nasional 23 Juli ; Ketika Anak Merindukan Kasih Sayang Orangtua


Oleh : Mian Dameria Pasaribu

Anak adalah harta yang paling berharga bagi setiap orangtua. Anak terlahir tentu dari benih-benih rasa cinta kedua orangtuanya.

Setiap anak mempunyai hak untuk dicintai, dikasihi dan dipedulikan. Tipe orangtua yang ideal berkewajiban memenuhi segala kebutuhan anak-anaknya seperti kebutuhan fisik, mental dan kerohanian.

Kebahagiaan nyata yang didapat anak dari orangtua akan menciptakan bangsa ini menjadi bangsa yang kuat. Kekuatan negara kita sangatlah didasari pada kekuatan setiap keluarga. Berapa kuat pusat perhatian orangtua pada anak dan remajanya akan menciptakan fondasi yang tak tergoyahkan bagi negara ini.

Dulu, semasa anak baru lahir, para orangtua sangat mengasihi bayi mungilnya. Segala cerita selalu terpusat pada bayi ini, semua yang terbaik selalu didapatkan dari orangtuanya. Tak terasa waktu terus berlalu si bayi pun bertumbuh menjadi anak dan remaja. Apa yang didapatnya semasa bayi berangsur-angsur menurun dan hampir nol.


Lantas, apa yang membuat orangtuanya berubah? Semuanya butuh dana, begitu alasan orangtua. Semua orangtua, papa dan mamanya sibuk sesibuk-sibuknya, hanya untuk mencari uang untuk biaya hidup sehari-hari, dana pendidikan serta yang lainnya. Sampai lupa terhadap tangki cinta anaknya yang sudah kosong melompong. Tangkinya makin mengering, bahkan sampai kandas, keropos dan berlubang-lubang.

Tangki cinta di relung hati anak haruslah senantiasa berisi penuh. Tangki cinta sama seperti bahan bakar yang berfungsi sebagai sumber energi dan penggerak untuk melakukan aktifitas sehari-hari, seperti bersekolah, bermain dan berinteraksi.

Bila tangki ini berkurang atau kosong, tentulah anak akan terlihat: malas, tak bersemangat, mudah marah, cemas, takut, tak berdaya, merasa sedih, kesepian dan tidak percaya diri.

Waktu untuk Anak

Satu hal yang paling dibutuhkan setiap anak dalam hidupnya adalah " rasa aman". Rasa aman anak berbanding lurus dengan tangki cintanya. Tangki cinta anak harus didapat dari kedua orangtuanya.

Ada lima jenis bahasa kasih yang bisa mengisi tangki cinta anak: Pertama, waktu yang berkualitas. Makhluk aneh bernama waktu sekali pergi tak akan pernah kembali. Banyak di antara kita tetap merasa kekurangan waktu. Kenapa ya....? Itu sebabnya, orangtua harus bijak memberi waktu khusus bagi masing-masing anaknya.

Contoh, jika punya anak 3, setiap anak akan mendapat waktu khusus sendiri-sendiri dari orangtuanya. Setelah itu orangtua meluangkan waktu kumpul bersama seluruh anaknya seperti, makan bersama di restoran favorit, menonton film di bioskop atau berlibur ke tempat wisata yang telah diputuskan bersama.

Dalam hal waktu untuk anak bisa juga dilakukan tanpa harus berada secara phisik di dekat anak. Seperti saar orangtua bertugas di luar kota, tetap bisa berkomunikasi lewat telepon, sms, fax, facebook atau yang lain. Teknologi komunikasi sekarang telah member kemudahan bagi keluarga Indonesia untuk tetap bisa saling komunikasi dimana pun berada.

Yang jadi masalah adalah, ada sebagian orangtua tidak rela waktunya diganggu anak. Setelah pulang kerja, badan capek langsung masuk kamar dan tidak keluar kamar lagi. Dia tak peduli dengan keberadaan anaknya. Jika sudah begini, tahu sendiri lah akibatnya.

Kedua, ucapkan kata-kata positif, pujian dan dukungan. Siapa sih manusia di dunia ini yang tak suka dipuji, disanjung dan dihargai? Orangtua saja merasa senang bila mendapat pujian dan dukungan, apalagi anak-anak.

Ucapan orangtua yang lemah lembut, enak dan manis didengar, kata-kata kasih sayang, pujian dengan intonasi yang membangkitkan semangat, akan mendukung anak membuat dirinya merasa berharga, dikagumi dan dikasihi.

Pujilah anak kita pada saat dia butuh pujian, misalnya saat mendapat keberhasilan, atau melakukan sesuatu dengan baik. Dan berikan kritikan atau masukan saat mereka mulai malas dan keluar dari rambu-rambu yang benar.

Dalam penyampaian kata-kata positif ini, orangtua jangan melupakan kewajiban sebagai manusia untuk selalu mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa, mengajari anak berdoa (sholat), mengaji, membaca firman Tuhan atau memberikan nasehat-nasehat yang sarat dengan kerohanian. Ini juga menjadi benteng bagi mereka dalam menghadapi segala bentuk cobaan di luar rumah.

Ketiga, berikan sentuhan kasih saying. Karena, setiap sentuhan pada anak mempengaruhi sensasi kinestetiknya. Anak-anak yang perasa, suka disentuh dan menyentuh. Dia merasa disayang dan dicintai oleh orangtuanya jika dia disentuh (dibelai dan dielus-elus).

Lebih Bijaksana

Ada sebagian anak yang sangat membutuhkan kehadiran phisik orangtua, apakah sekedar untuk dipegang, dibelai atau dipeluk. Dengan sentuhan anak-anak ini mendapat kehangatan yang dia anggap bisa mengisi kekosongan hatinya. Anak yang merasa kesepian, hatinya hampa. Di kala orangtua sibuk bekerja mencari duit, banyak remaja putri hanya bisa melampiaskan emosinya dengan benda seperti: boneka.

Hal ini akan berlangsung terus menerus, lama kelamaan dia akan bosan, lalu mencari objek manusia untuk dipeluknya dan memeluk dirinya, seperti teman wanita, teman pria, lelaki yang lebih tua seperti Om hidung belang yang menawarkan kesempatan, sebagai substitusi (pengganti) orangtua. Ini akan merusak mental anak remaja puteri. Sekali mereka terjebak akan sulit untuk keluar.

Keempat, melayani anak dengan sepenuh hati. Jujur saja, banyak di antara kita orangtua merasa dirinya yang harus dilayani anak-anaknya. Orangtua merasa gengsi melayani anak-anaknya. Anak harus bisa mandiri. Memang benar harus mandiri, namun tangki cinta pelayanan harus tetap penuh.

Siapa yang lebih banyak memberi pelayanan kepada anak? Ke sanalah perhatian anak tertumpu, contoh: pembantu di rumah, pengasuh, televisi, komputer. Di luar rumah: teman sekolah, teman kumpul (geng, community). Dimana sekarang sangat banyak bentuk community yang dibentuk oleh anak remaja. Mereka bersama saling melayani. Mereka suka mencoba-coba hal baru. Dan kumpulan remaja ini sering menjadi target para pelaku perdagangan obat-obat terlarang. Mulanya mereka senang karena mendapat layanan yang sangat spesial dari pelaku kejahatan, ternyata setelah sadar mereka sudah masuk terjerumus ke jurang yang sangat dalam.

Dalam situasi seperti sekarang ini, dimana segala sesuatu sangat mudah didapat, orangtua harus lebih bijaksana, cepat melayani kebutuhan jasmani, rohani dan emosi anak remajanya. Melayani anak yang kita kasihi adalah wujud cinta kasih yang tulus. Pelayanan yang diberi secara cuma-cuma (dan dengan tulus) merupakan ekspresi kasih orangtua yang sejati.

Kelima, memberikan sesuatu seperti hadiah. Jika bahasa kasih utama anak adalah mendapatkan hadiah, maka anda bisa memberikan hadiah yang dibutuhkan dan bermanfaat bagi mereka, artinya bukan hadiah yang menurut orangtua bagus untuk mereka. Hadiah yang diberikan adalah hadiah sejati, tulus, tanpa syarat.

Saat menyerahkan hadiah, sebaiknya diberi dengan suatu upacara penegasan kata-kata yang berarti, yang dapat menanamkan kenangan manis di hati dan pikiran anak. Kadangkala orangtua suka lupa akan hal ini.

Kebanyakan mereka memberi hadiah asal-asalan yang tak diminati anak, diserahkan begitu saja, ataupun diletakkan di sembarang tempat sambil berlalu dari hadapan anaknya, tanpa disertai kata-kata penegasan. Ini adalah hadiah palsu dan upaya memanipulasi kasih saying kepada anak. Dengan cara yang salah tetap saja tangki cinta anak akan kosong.

Seperti dipaparkan di atas, bahasa kasih menjadi pengisi tangki bahan bakar bagi anak. Orangtua harus menjadi tempat anak berlindung, mengadu, berbagi suka dan duka, tempat pelampiasan emosi, tempat meminta sejuta keinginan dan kebutuhan.

Perlu diketahui, bahwa setiap anak adalah unik dan istimewa. Masing-masing anak memiliki bahasa kasih utama yang tidak sama. Sehingga, setiap orangtua harus peka dan teliti memperhatikan setiap anaknya dalam menentukan jenis bahasa kasih yang utama mereka.

Setelah orangtua tahu bahasa kasih yang utama bagi anak mereka, keempat bahasa kasih lainnya akan sangat berarti dan melengkapi kebutuhan emosi anak dan akan mengisi penuh tangki cinta mereka. Saat tangki cinta mereka penuh, anak akan berenergi dan cepat menggapai segala cita-citanya.*** (ans)

Penulis adalah seorang dokter di Rumah Sakit Lubuk Pakam.




Selengkapnya.....

Pencanangan Gerakan Bersih Masjid di Kota Medan, 23 Juli 2010


Medan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan, Drs HM Fitryusm SH MSP mencanangkan Gerakan Bersih Masjid di Kota Medan 23 Juli 2010. Pencanangan ini sehubungan dengan Surat Gubernur Sumatera Utara Nomor 4512/6527, tanggal 16 Juli 2010 perihal Pencangana Gerakan Bersih

Masjid di Sumut, maka Pemko Medan akan ikut ambil bagian dengan melibatkan pimpinan instansi, ormas Islam bersama ulama, tokoh masyarakat lainnya di Kota Medan.

"Acara pencanangan gotong royong pembersihan masjid dan surau serentak di seluruh Sumatera Utara diawali oleh Gubernur Sumatera Utara bersama Walikota Medan terpilih, Ketua MUI Sumut dan Kota Medan serta Badan Kenaziran Masjid di Masjid Agung Jalan Diponegoro Medan, Jumat (23/7) usai Salat Subuh," kata Fitryus.



Dia juga meminta agar seluruh pengurus Masjid dan Mushallah untuk melaksanakan Gerakan Bersih Masjid secara bergotong royong. Disamping itu, agar menentukan satu Masjid setiap kecamatan untuk aara pencanangan dimaksud diawasi pejabat eselon II. Gerakan Gotong Royong membersihkan masjid di masing-masing kecamatan dipimpin langsung camat.

Masjid di setiap kecamatan yang dijadikan lokasi Gerakan Bersih Masjid yakni Masjid Baitul Rahman Jalan Rami Kelurahan Mangga (Medan Tuntungan) diawasi HT Basyrul Kamali, MM, Masjid Ar Rahman Titi Kuning Jalan Brigjen Jend Zein Hamid, (Medan Johor) diawasi Ir Arief Sudarto Tri Nugroho.

Masjid Al Hilal, Jalan Bajak II, Kompleks Asrama Widuri (Medan Amplas) diawasi Ir Purnama Dewi MM, Masjid Al Muslimin Jalan Menteng VIII Kelurahan Menteng (Medan Denai) diawasi Drs H Mussadad. Masjid Jamik Jalan MA Selatan Kelurahan Sukaramai I (Medan Area) diawasi Sulaiman SH MSi.

Sementara di Masjid Raya Al Mashum Jalan Masjid No 1 Kelurahan Masjid, (Medan Kota) pengawas Drs T Irwansyah. Masjid Al Rahman, Jalan Perbatikan Kelurahan Kampung Baru (Medan Maimun) diawasi Ir Wirya Arrahman, MM.

Sementara Kadis Bina Marga Kota Medan, Dr Ir Gindo Maraganti Hasibuan, MM mengawasi pelaksanaan di Masjid Agung, Jalan Diponegoro (Medan Polonia). Masjid Al Jihad, Jalan Abdullah Lubis (Medan Baru), diawasi Ir H Mamora Sirait, Masjid Taqwa Tanjung Sari, (Medan Selayang) diawasi Kadis Pendidikan Kota Medan, Drs Hasan Basri MM.

Masjid Al Muawanah Jalan Puskesmas I/Seroja Gang Mawar No 9 (Medan Sunggal) diawasi Drs H Randiman Tarigan, MAP. Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Kota Medan, Ir Syaiful Bahri, MM memimpin di Masjid Nurul Huda, Jalan Balai Desa (Medan Helvetia).

Di Masjid Aceh, Jalan Mengkara No 2, Kelurahan Petisah Tengah (Medan PetisahA) dipimpin Drs H Yus’ar MAP. Kepala Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan, Drs Sutan Radja Hutagalung memimpin pelaksanaan di Masjid Jamik Jalan Karya Kelurahan Sei Agul (Medan Barat).

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lahum, SH MM mengawasi di Masjid Taqwa Jalan Mustafa Kelurahan Glugur Darat I (Medan Timur). Masjid Juang 45 dan Masjid Al Amin Jalan Prof HM Yamin, SH (Medan Perjuangan) dipimpin Drs Delsy Syamsuar, MSP.

Masjid Ikhlasiyah Jalan Suluh (Medan Tembung) diawasi Drs H Abu Hanifah Batubara, Masjid Jami, Jalan KL Yos Sudarso Lingkungan II, Kelurahan Tanjung Mulia (Medan Deli) diawasi Ir Harmes Joni, MSi. Masjid Al Osmani Jalan Kl Yos Sudarso Kelurahan P Labuhan (Medan Labuhan) diawasi H Erwin, SH MM.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Ir H Wahid, MSi memimpin pelaksanaan di Masjid Jami, Jalan Slebes Kelurahan Belawan II, (Medan Belawan) dan di Masjid Al Hikmah, Jalan Rahmad Buddin Lingkungan XIII Kelurahan Terjung (Medan Marelan) dipimpin Drs Darussalam Pohan,MAP. (maf/ans)






Selengkapnya.....

90 Persen Sungai di Indonesia Tercemar


Medan, Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air, air dan danau di Indonesia sudah tercemar ringan hingga berat.

"Saat ini, kondisi air sungai di seluruh Indonesia 80 persen sudah tercemar, termasuk Sungai Deli," ujar Asdep Pengendalian Kerusakan Sungai dan Danau Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Antung Deddy R usai mengikuti rapat Koordinasi Rencana Aksi Terpadu Pengelolaan Ekosistem Kawasan Danau Toba yang digelar di Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Sumatera Utara, Rabu (21/7).

Pencemaran yang terjadi di sungai-sungai tersebut, lanjut Antung, berada pada level ringan, sedang hingga berat. "Berdasarkan pemantauan yang dilakukan di beberapa sungai di Indonesia, pencemaran paling berat terjadi di Pulau Jawa seperti Sungai Ciliwung, Citarum bahkan Bengawan Solo," jelas Antung.


Untuk Sumatera, di antaranya, Sungai Batanghari di Jambi tercemar ringan hingga berat. Karena, pencemaran yang terjadi berdasarkan titik lokasi tertentu. Tidak semuanya tercemar.

Oleh karena itu, saat ini di tingkat nasional, sudah ada program 13 Daerah Aliran Sungai (DAS) prioritas yang akan dilakukan penghentian pengrusakan lingkungan sekitar, sekaligus untuk mengurangi bencana banjir.

Sungai yang menjadi prioritas untuk dihentikan pengrusakannya yakni, Sungai Siak Riau, Sungai Batanghari Jambi, Sungai Musi Palembang, Sungai Ciliwung di Jakarta, Sungai Citarum, Cisadane, Bengawan Solo, Kali Brantas, Barito Kalimantan Selatan, Mamasa Sadang Sulawesi, Kali Progo dan Citanduy.

"Melalui rencana umum pemulihan kualitas lingkungan sungai, kita bersama Departemen Kehutanan akan bersama-sama menghentikan kerusakan lingkungan sungai dan sekitarnya," katanya.

Selain sungai, danau-danau yang ada di Indonesia juga sudah mengalami pencemaran, kerusakan bahkan pendangkalan. Danau yang tercemar di antaranya, Danau Toba di Sumut, danau yang terjadi pendangkalan yakni, Danau Limboto dan Danau Tempe di Sulawesi.

"Jika mulai saat ini tidak ada upaya dilakukan terhadap kedua danau tersebut diperkirakan 20 tahun mendatang danau tersebut akan hilang," jelas Antung.

Kepala BLH Sumut Dr Ir Wan Hidayati MSi menambahkan, sementara di Danau Toba sudah terjadi pencemaran di beberapa lokasi. Namun secara komfrehensif atau secara menyeluruh belum pernah dilakukan kajian mendalam.

"Hingga kini di beberapa lokasi memang sudah melebihi baku mutu air sesuai Pergub No. 1 Tahun 2009 yang mengatakan Danau Toba berada di kelas 1 sebagai air baku, air minum. Lokasi yang melebihi baku mutu berada di sekitar industri, pelabuhan, di kawasan hotel dan pemukiman," pungkas Hidayati. (mc)





Selengkapnya.....

Rabu, 21 Juli 2010

Metode Penentuan Arah Kiblat Telah Termuat dalam Pedoman Hisab Muhammadiyah


Yogyakarta – Halaman 25 hingga 42 Pedoman Hisab Muhammadiyah telah memuat secara detail pengertian kiblat, dalil, penentuan arah kiblat, cara mengukur, langkah-langkah pengukuran dan perhitungan disertai contoh-contoh perhitungannya. Pedoman yang terbit pertama Desember 2008 ini telah menjadi panduan warga Muhammadiyah dalam menentukan arah kiblat.

Dalam buku yang bisa di unduh di link ini : DOWNLOAD, salah satu contoh perhitungan, Azimut Kiblat dari Kota Yogyakarta 294° 42' 46,34" , artinya sekitar 24° dari Barat ke barat laut. Pedoman ini juga memuat contoh perhitungan arah kiblat untuk lokasi-lokasi di berbagai belahan dunia seperti kota Paramaribo, Suriname (Azimut Kiblat = 68° 07' 58,40''), Kota Amsterdam di Belanda (Azimut Kiblat = 125° 35' 24,96''), dan Kota Teheran di Iran (Azimut Kiblat = 218° 34' 30,38'').


Pedoman ini juga menyatakan bahwa secara historis cara penentuan arah kiblat di Indonesia mengalami perkembangan sesuai dengan kualitas dan kapasitas intelektual di kalangan kaum muslimin. Perkembangan penentuan arah kiblat ini dapat dilihat dari perubahan besar yang dilakukan Muhammad Arsyad al-Banjari7 dan K.H. Ahmad Dahlan8 atau dapat dilihat pula dari alat-alat yang dipergunakan untuk mengukurnya, seperti miqyas, tongkat istiwa’, rubu’ mujayyab, kompas, dan teodolit. Selain itu sistem perhitungan yang dipergunakan mengalami perkembangan pula, baik mengenai data koordinat maupun mengenai sistem ilmu ukurnya.

Pada saat ini metode yang sering digunakan dalam pengukuran arah kiblat ada tiga macam, yakni: (1) memanfaatkan bayang-bayang kiblat, (2) memanfaatkan arah utara geografis (true north), dan (3) mengamati/ memperhatikan ketika matahari tepat berada di atas Kakbah. (arif)



Selengkapnya.....

Kemenkes Stop Vaksin Haram


JAKARTA(SI) – Pemerintah segera menghentikan distribusi vaksin meningitis produksi Glaxo Smith Kline (GSK) Belgia yang semula akan digunakan memvaksinasi jamaah haji tahun ini. Selanjutnya vaksin bermerek dagang Mencevax ACW135Y yang difatwakan haram oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini akan diganti dengan salah satu dari dua vaksin sejenis asal Italia dan China yang telah dinyatakan halal oleh MUI. Kementerian Kesehatan akan segera menerbitkan surat penghentian distribusi vaksin GSK.

“Secepatnya kami akan membuat surat untuk menahan supaya pendistribusian vaksin yang lama (GSK) dihentikan dan akan menggantinya dengan vaksin yang dikatakan halal oleh MUI,”ujar Menteri Kesehatan (Menkes) Endang Rahayu Sedyaningsih usai menjenguk anak korban luka bakar akibat meledaknya tabung elpiji di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta,kemarin. Menurut Endang, proses penggantian vaksin diperkirakan akan memakan waktu satu bulan.



Adapun vaksin meningitis produksi GSK yang sudah terlanjur didistribusikan ke sejumlah daerah sejak 13 Juli lalu tidak akan dipakai lagi. “Vaksin produk GSK sebagian sudah didistribusikan ke daerah,tapi belum mulai disuntikkan, dan untuk itu kita akan stop. Kalau sudah ada vaksin yang halal, masak pakai yang haram?”tandasnya. Terkait vaksin mana yang akan terpilih sebagai pengganti produk GSK, Menkes akan berkonsultasi terlebih dulu dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Lembaga ini nantinya akan merekomendasikan vaksin meningitis mana dari dua vaksin halal tersebut yang sudah teregistrasi dan memenuhi syarat aman. “Insya Allah tahun ini akan dipakai vaksin meningitis halal. Akan diusahakan,” tandasnya. MUI melalui fatwa No 6/2010 menetapkan fatwa halal atas dua dari tiga vaksin meningitis untuk jamaah haji yang telah mengajukan sertifikasi kepada MUI.

Dua vaksin halal tersebut adalah vaksin meningitis merek Menveo Meningococcal Group A, C,W135 dan Y Cnnyugate Vaccine produksi Novartis,Italia; serta vaksin meningitis merek Mevac ACYW 135 yang diproduksi ZheiyiangTianjuan,China.Sedangkan vaksin meningitis Mencevax ACW135Y produksi GSK masih dinyatakan haram. Ketua MUI Ma’ruf Amin mengatakan, fatwa terbaru tersebut dikeluarkan setelah tim auditor Lembaga Pengkajian Pangan Obat-Obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI melakukan auditing halal ke tiga perusahaan vaksin meningitis tersebut.

Aspek yang diaudit meliputi bahan, proses, fasilitas produksi dan sistem. Menurut Ma’ruf, titik kritis keharaman produk vaksin ini terletak pada media pertumbuhan yang kemungkinan bersentuhan dengan bahan berasal dari babi atau terkontaminasi dengan produk yang tercemar najis babi. “Hasil audit terhadap vaksin meningitis GSK menyimpulkan vaksin ini media pertumbuhannya bersentuhan dengan unsur babi.

Maka, produk vaksin ini difatwakan haram. Sementara itu, dua vaksin lainnya tidak ditemukan adanya persentuhan dengan produk yang mengandung babi sehingga dinyatakan halal,”ungkapnya, kemarin. Ma’ruf mengakui bahwa MUI melalui fatwa tertanggal 30 Juni 2010 sempat menyetujui penggunaan vaksin meningitis produksi GSK yang sejatinya haram,boleh digunakan pada jamaah haji tahun ini dengan alasan darurat.

Dengan didapatkannya duavaksinmeningitishalal, maka fatwa tersebut sekarang dinyatakan gugur dan vaksin GSK hukumnya tidak darurat lagi sehingga tidak boleh dipakai. Terkait vaksin meningitis GSK yang sudah terlanjur dibeli dan didistribusikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), MUI menyerahkan proses penggantian sepenuhnya pada Kemenkes.“Kami hanya menjelaskan bahwa barang haram tidak boleh dipakai dalam kondisi yang tidak darurat,”tandasnya.

Sekretaris Jenderal MUI Ichwan Sam menambahkan,Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pertemuan dengan MUI pada Senin (19/7) menyatakan bahwa pemerintah akan mengikuti fatwa MUI yang baru tersebut kendati sudah terlanjur membeli vaksin GSK.“Presiden menyatakan bahwa itu bagian dari cost yang harus ditanggung pemerintah untuk menciptakan ketenteraman dalam kehidupan beragama.

Jadi, pemerintah akan menggunakan vaksin yang telah dinyatakan halal tersebut,” paparnya. Dalam kesempatan sama, Direktur LPPOM MUI Lukmanul Hakim yang terlibat langsung dalam penelitian di pabrik ketiga vaksin tersebut mengatakan bahwa vaksin dari China, Italia, dan Belgia telah dilakukan pemeriksaan mendetail hingga pada perhitungan turunan bakteri dan unsur pencemar. (inda s)




Selengkapnya.....

MUI: Kopi Luwak Halal Asal Dicuci


Jakarta - Menanggapi pertanyaan dari BUMN yang akan mengembangkan bisnis kopi luwak, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan, biji kopi yang dikeluarkan kembali dari tubuh luwak halal asalkan dicuci sebelum dikonsumsi.

"Bijinya memang terkena najis atau mutanajis dan harus dicuci bersih. Kalau sudah bersih, silakan diapakan saja," kata Ketua MUI Bidang Fatwa Ma'ruf Amin dalam jumpa pers di kantor MUI, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa.

Fatwa halal itu dikeluarkan MUI atas pertanyaan yang diajukan beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII di Jawa Timur yang akan mengembangkan usaha kopi luwak yang merupakan kopi termahal di dunia itu. "PTPN Jawa Barat, Pengalengan, juga akan mengembangkan ini. Jadi mereka bertanya ini halal ataukah tidak," kata Ma'ruf.


Oleh karenanya, setelah melalui beberapa kali rapat internal, MUI akhirnya menetapkan fatwa bahwa jenis najis yang menempel di kopi luwak termasuk yang bisa dibersihkan sehingga halal dikonsumsi setelah dicuci.

"Karena itu najis biasa, cukup dicuci dengan air. Tidak harus dicuci tujuh kali karena ini bukan najis babi atau anjing," papar Ma'ruf. Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa biji kopi yang dihalalkan adalah yang utuh dan keras dan "jika ditanam bisa tumbuh" sehingga bagi biji yang pecah tidak disarankan untuk dikonsumsi karena dikhawatirkan najis berupa kotoran luwak dapat menyerap ke bagian lunak biji kopi.

Kopi luwak diperoleh dari kotoran luwak, sejenis tupai yang mengkonsumsi buah kopi tersebut. Setelah melalui proses pencernaan hewan tersebut, kopi luwak mengalami perubahan karena adanya enzim pencernaan luwak dan menjadikan rasanya lebih enak daripada kopi biasa. Karena proses mendapatkannya yang unik dan langka, kopi luwak menjadi kopi termahal di dunia. (Ant)




Selengkapnya.....

Pemanasan Global Tenggelamkan Pelabuhan Nasional

Banjarmasin, Pemanasan global (global warming) diyakini menenggelamkan sejumlah pelabuhan nasional di Indonesia antara 30 tahun hingga 50 tahun mendatang seiring meningkatnya permukaan air laut setiap tahun.

"Seperti pelabuhan di Pulau Sumatera sepanjang pantai Timur ke arah Selat Malaka dan Kalimantan Selatan. Bahkan, pada tahun 2050 Bandara Sukarno-Hatta Tengerang diprediksi akan tenggelam," kata Pakar Lingkungan Nasional, Razak Manan, di Banjarmasin, Selasa.

Kondisi tersebut, jelasnya, juga diperkirakan dialami Pantai Kuta Bali karena pengaruh arah angin. Terkait pertumbuhan kenaikan permukaan air laut per tahun yang rata-rata mencapai 0,8 centimeter.



"Dengan pertumbuhan tersebut, estimasi pengurangan daratan di Indonesia antara 70 centimeter hingga 1 meter," katanya. Ancaman penenggalaman sejumlah pelabuhan maupun bandara, ungkapnya, dipengaruhi sisi topografis dan pergerakan angin muzon di wilayah tersebut. Untuk meminimalkan dampak pemanasan global, ia berencana berpartisipasi dalam pertemuan skala internasional di Manila.

"Di negara itu, kami akan mempresentasikan makalah berjudul 'Mitigation in Indonesia Port Corporation' yang diharapkan dapat memberi solusi kepada sejumlah negara di dunia," katanya.

Ia mengakui, pelabuhan Tanjung Perak Surabaya akan bernasib serupa menyusul sering terjadinya banjir akibat rob di sana. Akan tetapi, ukuran tinggi air lautnya berbeda dengan daerah lain. "Bagi masyarakat awam, kami harap mulai saat ini meningkatkan kesadarannya terhadap dampak pemanasan global. Apalagi, masalah lingkungan adalah masalah global," katanya.

Ia optimistis, upaya tersebut dapat meminimalkan naiknya permukaan air laut, misalnya dengan tidak membuang sampah sembarangan dan berupaya menanam pohon.
"Langkah awal tersebut dapat dilakukan di sejumlah kota meliputi Banjarmasin, Surabaya, Bali, Jakarta, dan Belawan. Untuk di Banjarmasin, beberapa puluh tahun mendatang diprediksi tenggelam 30 persen," kata pria yang juga berpredikat sebagai Komisaris PT Pelindo I (Persero).

Di sisi lain, tambahnya, permasalahan tenggelamnya Banjarmasin menjadi objek studinya mengingat kota ini sering menjadi tempat pembalakan liar. Apalagi, diperkirakan kadar karbondioksida/CO2 yang bermuara terhadap pemanasan global naik 2 persen tiap tahun. Kenaikan itu dipengaruhi peningkatan kadar enam gas rumah kaca yang menyebabkan kadar karbondioksida di Bumi melampaui ambang batas.

"Contoh, metana (CH4), karbondioksida (CO2), hidrofluorokarbon (HFC), perfluorokarbon (PFC), dinitro oksida (N20), dan heksafluorida (SF6). Gas tersebut menyebabkan panas Bumi di Dubai naik menjadi 64 persen dibandingkan pekan sebelumnya 60 persen," katanya. (Ant)


Selengkapnya.....

Wapres: Perkembangan Penduduk Tak Sebanding Kualitas


Wapres Boediono memberi ucapan selamat kepada Ketua TP-PKK Deliserdang Ir Hj Anita Amri MBA yang menerima penghargaan "Satya Lencana Wira Karya" bidang pembangunan kependudukan dan program KB tahun 2010.

Wapres Boediono mengakui perkembangan kuantitas penduduk di Indonesia tidak sebanding dengan perkembangan kualitatif. Saat ini, indeks pembangunan manusia (IPM) Indonesia berada di urutan 111 dari 182 negara. Bahkan untuk negara ASEAN, Indonesia di nomor urut enam dari 10 negara ASEAN.

Demikian Wapres Boediono dalam pidatonya saat peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XVII dan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) VII Tahun 2010 di Lapangan Jabal Nur, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (20/7).


Menurut Wapres, jumlah penduduk Indonesia saat ini di luar prakiraan yang diinginkan karena sesuai hasil sensus 10 tahunan yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan penduduk lebih banyak 4-5 juta dari prakiraan. Secara umum, laju pertumbuhan penduduk melebihi 1,14 persen per tahun secara nasional.

“Situasi ini menuntut kerja keras dari segenap sektor baik pemerintah maupun masyarakat,” kata Wapres dan menambahkan untungnya pada era Orde Baru (pra-reformasi) program KB berhasil, sehingga laju pertumbuhan penduduk Indonesia saat ini masih bisa terkendali.

Dia menilai, program KB tidak hanya pengendalian pertumbuhan penduduk, tapi juga pengaturan kelahiran, pengasuhan anak secara manusiawi, dan menurunkan angka kematian ibu dan bayi. “Semua ini merupakan misi kemanusiaan yang hakiki dan wajib dijalankan,” tegas Wapres.

Sekarang, lanjutnya, prinsip ekonomi dijalankan secara terbuka, baik arus barang, jasa, informasi dan arus lalulintas manusia. “Sekarang arus globalisasi tak bisa dihindari. Kita tak bisa menutup diri dari globalisasi, tapi kita sebagai bangsa harus bisa menyiapkan diri,” jelasnya. Untuk mempersiapkan diri dari arus globalisasi melalui kualitas manusia yang sudah terbina dari keluarga yang berkualitas, karena sudah disepakati, bangsa yang berkualitas berasal dari keluarga yang berkualitas.

Untuk itu, sebut Wapres, pemerintah dalam berbagai programnya berusaha meningkatkan kualitas keluarga. Mulai dari program KB, kesehatan, sosial dan pendidikan semua berbasis peningkatan kualitas keluarga. “Karena sebagai negara kita harus bersaing dengan bangsa lain,” tukasnya.

Selain soal keluarga, Wapres juga mengangkat pentingnya arti gotong royong. Jangan sampai arus globalisasi merenggut warga Indonesia menjadi orang yang mementingkan diri sendiri.

“Gotong royong merupakan falsafah hidup yang dalam. Ini sudah diajarkan nenek moyang kita sejak dulu. Kalau kita melaksanakannya, akan membawa kita pada kemajuan,” ucapnya. Untuk itu, Wapres menginstruksikan seluruh kabupaten/kota di Indonesia harus meningkatkan gotongroyong. “Semangat gotong royong ini harus kita hidupkan lagi. Laksanakan dengan kreatif, sesuai dengan tuntutan zaman,” tegas Wapres.

Hal senada juga diungkapkan Mendagri Gamawan Fauzi. Secara khusus dia menyebutkan, ketahanan keluarga harus dilihat secara utuh. Beberapa aspek untuk pemberdayaan masyarakat, mulai dari ekonomi, sosial dan politik.

Berbagai program dilakukan untuk pemberdayaan masyarakat. Khususnya, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). Tujuannya, untuk meningkatkan pendapatan keluarga agar bisa lebih mandiri. “Semua ini harus melibatkan semua sektor terkait dan masyarakat,” ucap Mendagri.

Dalam kesempatan itu, Wapres juga memberikan penghargaan kepada 34 tokoh yang saat ini dinilai aktif serta patut menjadi tauladan dalam program pengembangan program KB. Di antara para tokoh yang mendapatkan Satya Lencana Wira Karya dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu, dua dari Sumatera Utara, Bupati Serdang Bedagai Ir HT Erry Nuradi dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Deli Serdang Ny Anita Amri Tambunan.

Selain itu, Juara I Paguyuban KB Pria tingkat nasional Luar Jawa/Bali Kelompok KB Pria Sejati, Teuku Azwar dari Perumnas Mandala Deli Serdang, Sumut. Penghargaan diserahkan Hj Vita Gamawan Fauzi (Ny Mendagri).

Sedangkan penghargaan Manggala Karya Kencana, salah satunya juga asal Sumut yang diraih dr Christoffel FL Tobing SpOG selaku Pengelola PKPMI Cabang Sumut. Penghargaan diserahkan Kepala BKKBN Pusat dr Sugiri Syarif.

Di peringatan Harganas XVII dan BBGRM VII di Palu turut dihadiri Ketua TP PKK Sumut Hj Fatimah Habibie Syamsul Arifin, Kepala BKKBN Sumut Indra Wirdhana SH MM dan istri, serta sejumlah Kepala Bidang dan Kepala Seksi BKKBN Sumut serta sejumah anggota Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) Sumut.

Secara umum, peringatan puncak Harganas XVII danBBGRM VII di Palu berlangsung sukses. Walaupun di sisi lain, sejumlah masyarakat Palu merasa kecewa karena ketidakhadiran Presiden.

“Kami kecewa karena Presiden SBY tak bisa hadir. Padahal, acaranya sudah diundurkan demi menyesuaikan waktu dengan jadwal kepresidenan. Awalnya direncanakan 29 Juni 2010, tapi karena Presiden tak bisa diundur hingga 20 Juli 2010. Setelah diundur ternyata Presiden SBY juga tak datang,” ungkap Hardiman, warga setempat.

Ketidakhadiran Presiden SBY apakah terkait karena jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari prakiraan yang mengindikasikan program KB tak berhasil, tidak ada komentar dari pimpinan BKKBN Pusat. Tapi, menurut pejabat BKKBN, baru kali ini peringatan Harganas tidak dihadiri presiden langsung.

“Kami tidak tahu apa alasan yang sebenarnya, namun kami yakin ada hal penting lain tentang negara sehingga Presiden tak bisa hadir,” ungkap pejabat BKKBN yang tidak ingin disebut namanya. (nai/sk)


Selengkapnya.....

Selasa, 20 Juli 2010

Penebangan Pohon Kota Untuk Pembangunan Plasa di Medan, Dikecam


MEDAN(SI) – Penebangan pohon kota demi pembangunan plaza di Jalan Monginsidi mendapat kecaman. Aksi itu dinilai tidak bertanggung jawab dan bertentangan dengan peraturan daerah (perda).

Pengamat perkotaan Rafriandi Nasution mengungkapkan, komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Medan soal tata ruang dan pembentukan ruang terbuka hijau (RTH) belum terbukti.Padahal, sejak zaman kepemimpinan Bachtiar Djafar sebagai Wali Kota Medan, konsep kota ini sudah menuju wilayah berwawasan lingkungan. ”Namun, yang terjadi saat ini, yaitu konsep yang tidak sesuai, bahkan bertentangan dengan kebijakan yang dijalankan pemerintah. Banyak konsep lingkungan yang dicetuskan, seperti Medan Green and Clean, tetapi malah pohon yang ada ditebangi, apanya yang green (hijau)? Ironisnya, alasan penebangan pohon agar memudahkan pembangunan itu,” ujar mantan anggota DPRD Sumut ini.


Dia menambahkan, penebangan pohon seperti di Jalan Monginsidi maupun kawasan lain di Kota Medan tidak bisa dibenarkan.Alasan penebangan untuk memudahkan pembangunan plaza, gedung, ataupun rumah toko, merupakan bentuk penyalahgunaan perda yang ada. ”Setahu saya perda itu dipakai untuk pohon-pohon yang dianggap merugikan, misalnya sudah tua atau lapuk, atau mengganggu masyarakat di sekitarnya.Bukan ditebang untuk memudahkan pembangunan plaza.Kok manusia kalah pintar dari pohon,teknologi sudah ada. Harusnya pengembang bisa lebih cerdas,”ungkapnya.

Rafriandi menambahkan, hal lain yang patut disesalkan, yakni penebangan pohon yang menjadi paru-paru kota itu dilakukan sebelum ada penggantinya. Menurut dia,janji pengembang untuk membangun taman pengganti seperti yang diucapkan pihak Dinas Pertamanan juga tidak bisa dijamin realisasinya. ”Siapa yang bisa menjamin taman atau pengganti akan dibangun. Lagipula,dengan kondisi ini, saya kira pengembang sudah tidak punya komitmen terhadap lingkungan. Lihat saja,pohon yang ada saja dimatikan.Saya berasumsi pengembang ini tidak punya komitmen terhadap lingkungan,” tuturnya. Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Medan Muslim Maksum menyatakan, penebangan pohon itu memang diatur dalam peraturan daerah. ”Perdanya ada, retribusi pun dipungut.

Kalau pengganti pohon yang ditebang itu belum dibuat,itu tidak pula diatur dalam perda.Yang jelas, harus ada penggantinya, baik berupa taman maupun pohon baru,”ungkapnya. Seperti diketahui, puluhan batang pohon jenis Angsana di Jalan Mongonsidi ditebang Dinas Pertamanan Kota Medan. Penebangan ini untuk memenuhi permohonan pihak pengembang plaza yang akan dibangun di kawasan itu. Kepala Bidang (Kabid) Taman Dinas Pertamanan Kota Medan Nurdin menyatakan, izin penebangan sudah diberikan karena pengelola bangunan akan menggantikannya dengan taman kota. ”Alasan permohonan penebangan pohon itu untuk pembangunan.

Karena ada permintaan masyarakat, tak mungkin juga kami tolak dan retribusinya sudah masuk ke kas,”tandasnya. Nurdin menambahkan, mereka tidak akan memberikan izin bila tidak ada pembuatan taman. ”Kalau mereka lari dari kesepakatan, akan ada sanksi.Pembuatan taman tetap kami tuntut. Namun, saya yakin mereka akan membuatnya. Sebab, dalam pengurusan IMB pembuatan penghijauan disertakan dalam syarat,”paparnya. Namun, Nurdin enggan merinci berapa PAD yang didapat dari penebangan pohon tersebut.

Semua itu melihat tinggi dan lebarnya,sedangkan sisa tebangan dibawa ke kebun bibit untuk diolah kembali menjadi kompos. ”Besaran PAD keseluruhan saya tidak tahu pasti. Namun,untuk di Jalan Monginsidi itu satu pohonnya dihargai Rp50.000,”ungkapnya. (fakhrur rozi)





Selengkapnya.....

Pecahan Rp 10.000 Diganti agar Tak Kisruh dengan Rp 100.000


Bandung - Bank Indonesia (BI) telah mengubah desain uang kertas Rp 10.000 dengan mengganti warnanya dari ungu kemerahan menjadi ungu kebiruan. Ini dilakukan agar tidak tertukar dengan uang Rp 100.000.

Demikian disampaikan oleh Wakil Presiden Boediono dalam acara peluncuran desain baru uang kertas Rp 10.000 dan uang logam Rp 1.000 di Kantor Bank Indonesia, Bandung, Selasa (20/7/2010).

"Desain mata uang ini supaya tidak ada kekisruhan dengan uang yang lebih besar lagi, uang Rp 100.000. Kemarin saya dengar banyak kekisruhan," ujarnya.


Uang pecahan lama Rp 10.000 yang lama memang sekilas mirip dengan pecahan Rp 100.000. Banyak orang mengeluh karena sering tertukar. Boediono berharap uang baru ini bisa membawa keceriaan menyambut lebaran.

"Peluncuran ini tepat pada waktunya menjelang lebaran dalam beberapa bulan ini. Mata uang baru akan menjadi rebutan anak-anak kita untuk mendapatkan mata uang baru apalagi menjelang lebaran," jelasnya.

Boediono mengimbau kepada masyarakat agar bisa bersama-sama mempercayai nilai mata uang rupiah, sehingga nilainya bisa terjaga. Sebab jika masyarakat ternyata memilih beralih ke mata uang asing, maka nilai rupiah bisa terguncang.

"Sekarang tugas BI jaga kestabilan mata uang. Tap‎i tidak fair dibebankan seluruhnya ke BI, masyarakat juga harus ikut menjaga kepercayaan. Apakah masyarakat kita percaya terhadap mata uangnya sendiri," tegas Boediono.

Dalam kesempatan tersebut, Boediono meminta BI itu mengawal ketat proses pengadaan mata uang dengan penuh amanah sehingga hasilnya optimal. (dnl/qom)



Selengkapnya.....

MENGATASI SAKIT MAAG DENGAN PISANG RAJA


Saya ada pengalaman unik tapi juga nyata. Kemaren waktu jalan -jalan ke bumi nyiur melambai ada satu hal yang tidak terlupakan. Di waktu mau berangkat ke sana kan saya terkena sakit yang di kira hanya masuk angin belaka. Tapi apa lacur setelah beberapa hari tidak sembuh akhirnya mencari dokter dan konsultasi pada waktu itu dokter memberi tahu kalau saya kena maag. Dokter memberikan obat-obatan buat penyembuhan dan sesampainya di rumah langsung saya minum tetapi kondisi tidak berubah masih saja terus muntah dan muntah.

Sambil melanjutkan perjanan mengelilingi bumi nyiur melambai ketemulah saya dengan tukang buah-buahan karena satu - satunya hal yang pengen di makan di kala muntah waktu itu adalah buah yang seger dan waktu itu setelah browshing lansung sepanjang jalan hanya menemukan buah pepaya dan pisang yang menarik perhatian . Akhirnya kami menepikan mobil dan membeli satu buah pepaya dan saya makan langsung biar perut terisi.


Nah dari ngobrol sama ibu - ibu sulawesi tukang buah saya cerita kalau lagi terkena maag dan muntah terus, sama ibu-ibu itu di sarankan untuk makan pisang raja. Langsung saja saya coba karena di tempat itu memang jual pisang raja. Selesai makan kira - kira 5 menit langsung muntah lagi. Tapi karena mungkin sudah ada bagian pisang yang sudah masuk pencernaan terasa sedikit mendingan dan rasa mual tidak kerasa lagi. Sampai di rumah mencoba makan nasi dan berlanjut sampai ke saat ini , kondisi normal kembali. Jadi mungkin bagi teman - teman yang lagi terkena maag dan ingin mencoba obat yang alami bisa di coba seperti pengalaman saya. Tapi wallahualam apakah memang pisang raja itu ada efeknya apa tidak tapi ini just case dari pengalaman pribadi.

Sekilas tentang maag “

Sakit maag — kerap juga disebut radang lambung — dapat menyerang setiap orang dengan segala usia. Pada keadaan yang cukup parah, radang lambung dapat menimbulkan perdarahan (hemorrhagic gastritis) sehingga banyak darah yang keluar dan berkumpul di lambung. Satu saat, penderita bisa muntah yang mengandung darah.

Ada sejumlah gejala yang biasa dirasakan penderita sakit maag seperti mual, perut terasa nyeri, perih (kembung dan sesak) pada bagian atas perut (ulu hati). Biasanya, nafsu makan menurun secara drastis, wajah pucat, suhu badan naik, keluar keringat dingin, dan sering bersendawa terutama dalam keadaan lapar.

Menurut dokter Rino A Gani SpPD-KGH, berbagai hal bisa menyebabkan terjadinya sakit maag. ”Penyebabnya banyak,” tutur spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta ini. Namun biasanya, kata dia, penyakit maag terjadi karena dua hal, yaitu gangguan fungsional kerja dari lambung yang tidak baik dan terdapat gangguan struktur anatomi. Gangguan fungsional berhubungan dengan adanya gerakan dari lambung yang berkaitan dengan sistem syaraf di lambung atau hal-hal yang bersifat psikologis. Gangguan struktur anatomi bisa berupa luka, erosi, atau bisa juga tumor.

Dalam berbagai literatur disebutkan, pola makan tidak teratur dapat menimbulkan gejala sakit maag seperti perih dan mual. Hal itu terjadi karena lambung memproduksi asam — disebut asam lambung — untuk mencerna makanan dalam jadwal yang teratur. Bahkan, saat tidur pun lambung tetap saja memproduksi asam walaupun tak ada makanan yang harus dihancurkan.

Asam lambung sangat diperlukan untuk membantu pencernaan. Tanpa asam lambung, makanan yang masuk dalam tubuh tidak dapat tercerna dengan baik, sehingga zat-zat gizi tidak dapat diserap secara optimal oleh tubuh. Asam lambung dalam jumlah seimbang memang diperlukan tubuh. Tapi jika berlebihan akan menimbulkan penyakit. Produksi asam lambung biasanya meningkat pada saat tubuh memerlukannya, yaitu ketika makan. Sebaliknya, pada saat tubuh tidak memerlukan, produksi asam lambung akan menurun kembali.

Karena itu, jadwal makan yang tidak teratur kerap membuat lambung sulit beradaptasi. Bila hal ini berlangsung terus-menerus, akan terjadi kelebihan asam dan akan mengiritasi dinding mukosa lambung. Rasa perih dan mual pun muncul.

Selain pola makan tak teratur, penyakit maag juga bisa disebabkan oleh stres. Hal ini dimungkinkan karena sistem persyarafan di otak berhubungan dengan lambung, sehingga bila seseorang mengalami stres maka bisa muncul kelainan pada lambung. ”Dalam hal ini, terjadi ketidakseimbangan,” tuturnya. Perlu Anda tahu, stres bisa menyebabkan terjadinya perubahan hormonal di dalam tubuh. Nah selanjutnya, perubahan itu akan merangsang sel-sel di dalam lambung yang kemudian memproduksi asam secara berlebihan. Asam yang berlebihan ini membuat lambung terasa nyeri, perih, dan kembung. Lama-kelamaan, hal ini dapat menimbulkan luka pada dinding lambung.

Kurangi makanan asam dan pedas
Untuk mengatasi penyakit maag ini, Rino menyarankan untuk mengurangi konsumsi makanan yang dapat mengganggu lambung. Seperti apa makanan yang bisa mengganggu lambung? Di antaranya adalah makanan yang terlalu asam dan pedas. Rino juga menyebut beberapa jenis makanan yang bisa membentuk gas sehingga mengakibatkan perut kembung, seperti ubi dan nangka.

Selain itu, Anda pun mesti mengenali beberapa hal yang perlu diwaspadai berkait dengan sakit maag. Misalnya, kata Rino, gejala sakit maag yang baru timbul di usia 40 tahun atau sakit maag yang sudah diobati berulang kali namun tidak kunjung sembuh. Bila hal ini terjadi, dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. ”Kemungkinan ada luka di lambung atau bisa saja tumor,” tuturnya. Karena itu, waspadalah.

Bisakah sakit maag disembuhkan? Tentu saja bisa, asal penderita mau mengubah pola hidup dan rajin berkonsultasi pada dokter. Menurut Rino, maag fungsional dapat disembuhkan bila penderita menerapkan pola makan dan tidur yang teratur. Selain itu, harus pula menghindari stres. Penderita sebaiknya juga melakukan latihan fisik secara teratur sesuai kemampuan. Latihan fisik yang cukup dan teratur akan membuat tubuh menjadi bugar dan sehat. Selain itu, olahraga juga dapat menghindarkan stres.

Sementara itu, untuk meredakan rasa sakit akibat penyakit ini, penderita bisa mengonsumsi obat sakit maag yang biasanya mengandung antasida. Obat ini berguna untuk menetralisir asam lambung. Namun, bila rasa sakit tak kunjung reda, sebaiknya segera berobat ke dokter agar dapat diketahui penyebabnya.



Selengkapnya.....

ARTIKEL LINGKUNGAN: LEUSER UNTUK SIAPA ?


Oleh: Yusra Habib Abdul Gani

DI BELAHAN planet kita, terdapat kawasan hutan Leuser yang selain menyimpan biji uranium, aneka-ragam fauna dan flora, juga dikenal sebagai salah satu khazanah ekosistem yang dipercayai mengandung zat natural yang secara reguler menyembur ke angkasa lepas, menyedot dan mampu meleburkan melekul-molekul Co2 yang berasal dari asap industri yang memengaruhi dan sekaligus membahayakan kestabilan cuaca dunia.

Kajian tentang keutamaan ekosistem Leuser sudah lama dilakukan, hingga kemudian disadari betapa arti pentingnya kawasan ini yang berfungsi sebagai paru-paru dunia sekaligus sebagai baji untuk memperkokoh bumi berpijak agar terhindar dari malapetaka menimpa alam dan suhu udara panas yang mengerikan. Jadi, kawasan hutan Leuser bukanlah kawasan hutan lindung biasa yang lazim terdapat di beberapa negara. Itu sebabnya, di era rezim Orde Baru, Bob Hasan si penjahat hutan (forest criminalist) tidak leluasa beroperasi di hutan Leuser karena pada akhirnya nanti, dia akan berurusan dengan kekuatan atau kepentingan politik internasional.


Tegasnya, yang membedakan antara struktur ekosistem hutan Lueser dengan ekosistem hutan lainnya ialah karena zat natural tadi, tidak dijumpai di hutan-hutan seluruh dunia, termasuk di kawasan hutan Amazon sekalipun. Kawasan Leuser memang harus diselamatkan dari tindakan perusak dan illegal logging, yang bisa mereduksi zat natural yang mengagumkan ini. Artinya, jika daya kekuatan zat ini melemah atau tak bisa bernafas lagi karena penggerogotan hutan Leuser secara berlebihan dan kadar kepadatan Co2 di udara terus berlipat ganda, maka bisa dipastikan terjadi ketidakseimbangan cuaca-suhu udara dunia panas secara drastis-yang bisa melecurkan kulit, terutama bagi penduduk di Eropa dan USA.

Memandang pentingnya peranan kawasan Leuser, maka penerangan kepada penduduk setempat sangat perlu dan koordinasi dalam pengelolaan yang melibatkan peran serta pemerintah daerah, masyarakat lokal dan dunia internasional. Seharusnya Irwandi Yusuf Cs, yang turut hadir dalam konferensi cuaca dunia yang dimotori PBB di Copenhagen akhir tahun 2009, yang bertekad memperbaharui konvensi Kyoto, Jepang, yakni supaya kadar kepadatan Co2 di planet kita diturunkan, harus menjelaskan kepada rakyat Aceh, khususnya kepada penduduk yang tinggal di bibir Leuser tentang pentingnya pemeliharaan dan pengawasan ekosistem Leuser dalam hubungannya dengan perubahan cuca dunia.

Kita jangan hanya terpaku kepada aspek keselamatan alam, perubahan cuaca dunia dan keselamatan nyawa manusia di benua lain; sementara itu menipu, membodohkan dan menzalimi rakyat sendiri. Rakyat awam yang tinggal di sekitar Lesuser, sebelum ini-mungkin juga hari ini, besok dan lusa-tidak tahu sama sekali apa arti kadar kepadatan Co2 dan perubahan globalisasi cuaca dunia. Yang tahu, kalau tanah mereka sudah dirampas demi kemaslahatan umum. Tidak memberi penerangan dan mendidik rakyat, sama artinya dengan melakukan kejahatan intelekual terhadap ekosistem Leuser secara sistematis.

Dalam konteks ini, ada hikmah yang bisa dipetik dari benturan kecil yang terjadi antara Forum Bersama Mahasiswa Poros Leuser dan peduli Amazon, Brazil versus Yayasan Leuser Internasional (YLI), pada 19 Mei 2010; setidak-tidaknya dari riak konflik sosial ini tersibak rahasia bahwa apa isu yang muncul ke permukaan tidak berarti apa-apa, dibandingkan dengan praktik kejahatan terselubung menimpa Leuser yang dilakukan kalangan intelektualis atas nama peduli lingkungan hidup.

Adalah benar demonstrasi yang dilakukan mahasiswa telah menurunkan dan mencederai spanduk YLI dan disertai kemudian dengan “penyegelan terhadap kantor Yayasan Leuser Internasional (YLI) yang berada di kawasan kampus di Darussalam, Banda Aceh. (The Globe Jurnal, Sabtu, 19 Juni 2010). Akan tetapi, masalah yang mahapenting adalah argumentasi yang dibentangkan forum ini perlu disambut secara bijak, disimak, dikaji dan perlu diuji kebenarannya oleh pihak YLI. Misalnya, suara forum yang mempertanyakan status Aceh Forest and Environment Project (AFEP), suatu proyek penyelamatan lingkungan dan hutan Aceh di kawasan ekosistem Leuser dan Ulu Masen, di mana YLI telah diberi mandat melaksanakan proyek ini dengan cucuran dana bernilai USD 17,5, untuk rentang masa 5 tahun (sejak tahun 2006-2010.) Dari dana ini, sebesar USD 9,8 juta dikelola oleh YLI dan sebesar USD 7,7 juta dipercayakan kepada Fauna Flora Internasional (FFI)

Forum berpendapat bahwa kontrak proyek antara YLI dan World Bank (TF Grant No.56197, tanggal 17/02/2006), didapati ketidakseimbangan dalam pengalokasian dana. Misalnya, peruntukan bagi pekerja sipil US$ 390.000; pengadaan barang US$ 3.100.000; pelatihan dan workshop US$ 940.000; jasa konsultan) US$ 3.580.000; biaya operasional US$ 1.150.000; dan biaya hibah US$ 660.000. Total US$ 9.810.000. Di sini nampak jelas bahwa, dana operasional meliputi; gaji staf, biaya perjalanan, peralatan rental dan pemeliharaan, operasional kendaraan, pemeliharaan dan perbaikan, rental kantor dan pemeliharaan, pengadaan barang dan peralatan serta biaya komunikasi. Artinya, sebagian besar dana proyek hanya ditujukan untuk kesejahteraan pekerja bukan untuk upaya penyelamatan hutan dan kesejahteraan penduduk sipil yang tidak dibenarkan mengelola tanahnya di kawasan Leuser, dengan dalih “ini hutan lindung”. Bayangkan, hanya US$ 660.000 (Rp 6,6 miliar) yang dihibahkan ke LSM dan rakyat Leuser.

Diakui bahwa, YLI memang telah mengembangkan pemberdayaan ekonomi masyarakat Leuser berupa pengembangan kolam ikan nila di Kampung Pisang, Labuhan Haji, Aceh Barat Daya, dan mengembangkan perkebunan anggrek di wilayah Leuser. Tapi, sebandingkah dana sebesar Rp 98 miliar, sementara rakyat Leuser hanya mendapat 3 hektare lebih kolam ikan dan kebun anggrek? Apalagi, seorang Manajer Ekosistem digaji sebesar Rp 50 juta/bulan atau Rp 2,4 miliar untuk priode 4 tahun kerja (2006-2009).

Pada tahun 1995-2002, melalui Unit Manajemen Leuser, YLI pernah juga menikmati dana sebesar US$ 30 juta dari Uni Eropa. Dalam realitasnya, dana ini dinilai belum tepat guna. Ini terbukti, YLI menghambur uang dan berpoya-poya dengan fasilitas kenderaan mewah, membeli 2 unit pesawat terbang, membangun kantor megah di Medan dan Jakarta, menghabiskan dana untuk membayar biaya konsultan, gaji staf dan pengurus YLI. Diketahui bahwa, dari 2,5 juta hektare kawasan Leuser, 80% berada di Provinsi Aceh, tetapi kantor pusat YLI tidak dipusatkan di Aceh Tenggara, Gayo Lues atau Aceh Selatan.

Jadi, suara minor yang menggedor kesunyian YLI selama ini, merangsang orang bertanya, Leuser Untuk Siapa? Jangan terlalu lama berendam dalam kolam konflik ini. Sadarlah bahwa, Leuser itu anugerah Allah kepada kita dan manusia adalah pereka masalah. Apapun masalah tetap harus diselesaikan lewat dialog dan kekeluargaan, bukan mengandalkan pendekatan hukum semata-mata.

* Penulis adalah Direktur Institute for Ethnics Civilization Research, Denmark.


Selengkapnya.....

Surat Mujahidah Palestina untuk Muslimah di Indonesia


Pasca kepulangan tim Relawan Komat yang berangkat ke Gaza, Palestina, beberapa waktu lalu, sebuah surat khusus dari mujahidah Palestina dititipkan melalui Relawan KOMAT Palestina, al-Ustadz Muhammad Ikhwan Abdul Jalil, Lc.

Surat tersebut berbahasa Arab yang kemudian diterjemahkan oleh Divisi Kajian Komat Palestina, ustadz Abul Miqdad Al-Madany. Berikut isi surat terbuka yang diperuntukkan kepada para muslimah di Indonesia ini.



Bismillahirrahmanirrahim
Saudari-saudariku para muslimah di Indonesia…
Aku sampaikan salam penghormatanku untuk kalian, salam penghormatan Islam yang agung:

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh,

Amma ba’du…

Kami adalah saudari-saudari muslimah kalian di Palestina. Kami tumbuh di medan ribath dan jihad. Dan kami selalu berusaha untuk berpegang teguh pada agama kami yang agung, serta mendidik anak-anak kami untuk itu. Karena berpegang teguh pada agama Islam adalah (satu-satunya) tali keselamatan, berdasarkan Firman Allah Ta’ala dalam Surah Ali Imran:

“Dan barang siapa yang menginginkan selain Islam sebagai agama, maka itu tidak akan diterima darinya, dan kelak di akhirat ia termasuk orang-orang yang merugi.”

Karena itu, kami selalu berusaha untuk komitmen dengan al-Qur’an dan keislaman kami. Dan seperti itu pula komitmen pemerintahan Islam kami untuk menumbuhkan sebuah generasi yang selalu menjaga al-Qur’an, serta melahirkan ribuan penghafal Kitabullah di setiap tahunnya.

Dari bumi Palestina,medan ribath ini, kami mengirimkan surat persaudaraan dari lubuk hati yang dipenuhi cinta kepada saudari-saudari kami di Indonesia. Melalui surat ini, kami haturkan rasa terima kasih kepada semuanya atas sikap dan dukungan mereka untuk anak-anak bangsa Palestina kami.

Melalui surat ini juga, kami mendorong mereka untuk selalu mentarbiyah (membina) anak-anak mereka dengan tarbiyah Islamiyah dan komitmen dengan Syariat Allah; karena dalam itu semua terdapat pembinaan terhadap ruh dan jiwa, serta keteladanan terhadap akhlak Rasul kita yang mulia Shallallahu ‘ALaihi wa Sallam dan para sahabatnya yang mulia. Perhatikanlah sahabat mulia, ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu ketika mengatakan:

“Janganlah seorang dari kalian meminta dari dirinya selain al-Qur’an. Sebab jika ia mencintai al-Qur’an dan mengaguminya, niscaya ia akan mencintai Allah Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Namun jika membenci al-Qur’an, maka ia akan membenci Allah Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.”

Karena itu, siapakah di antara kita yang dapat menerima dirinya atau anak-anaknya menjadi orang yang benci kepada Allah dan Rasul-Nya yang kelak akan memberi syafaat kepada kita di hari kiamat?

Itulah sebabnya, saya membisikkan ke telinga saudara-saudara kami tercinta, kaum muslimin di manapun berada: “Kalian harus terus mempelajari dan menghafalkan al-Qur’an, serta berpegang teguh dengan ajaran-ajaran Islam. Sebab sesungguhnya siapapun yang menginginkan kemuliaan dengan Islam, niscaya Allah akan memuliakannya. Namun siapa yang mencari kemuliaan dengan selain Islam, niscaya Allah akan menghinakannya.”

Semoga Allah selalu memberikan taufiq-Nya untuk kalian untuk mengikuti apa saja yang dicintai dan diridhai-Nya.

Saudari-saudarimu, para muslimah yang sedang berjihad di bumi Palestina
Gaza, 29/6/2010. (mnh)




Selengkapnya.....