Sabtu, 22 Agustus 2009

DIN SYAMSUDDIN : MUHAMMADIYAH TIDAK AKAN NGEMIS MENTERI


Yogyakarta- Muhammadiyah selama ini telah memberikan sumbangsihnya pada bangsa dan negara, bahkan sebelum Republik Indonesia berdiri, Muhammadiyah telah ada untuk membangun bangsa ini. Untuk itu Muhammadiyah tidak perlu meminta jatah Menteri apalagi mengemis untuk dapat memberikan sumbangsih bagi negara ini, yang diungkapkan ketua umum Muhammadiyah Din Syamsuddin, Selasa (18/08/2009)


Dalam penyataannya di kantor PP Muhammadiyah jln. Cik Di Tiro, Yogyakarta, Din Syamsuddin mengungkapkan selama ini Muhamamdiyah telah melakukan peran-peran kebangsaan yang seharusnya menjadi tugas pemerintah. “Muhammadiyah bersyukur telah memberi sumbangsihnya sejak dulu, yang seharusnya memang dilakukan oleh institusi pemerintah. Sehingga Muhammadiyah tidak akan meminta jatah Menteri, apalagi sampai mengemis pada pemerintahan terpilih,” jelasnya. Lebih lanjut menurut Din, seandainya memang pemerintah membutuhkan kader Muhammadiyah yang qualified untuk dijadikan sebagai Menteri pada cabinet mendatang, Muhammadiyah juga telah siap, karena jumlah kader Muhammadiyah juga tidak sedikit yang mempunyai kapasitas tersebut.

Sebelumnya PP Muhammadiyah melalui sekretarisnya Rosyad Sholeh, membacakan Pernyataan PP Muhammadiyah tentang hasil pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2009, yang antara lain di dalamnya berisi ucapan selamat pada Presiden terpilih, serta harapan Muhammadiyah untuk masa pemerintahan 5 tahun ke depan. (mac)



Selengkapnya.....

SELAMAT MELAKSANAKAN IBADAH RAMADHAN 1430.H


SELURUH PIMPINAN WILAYAH AISYIYAH SUMATERA UTARA MENYAMPAIKAN PERMOHONAN MAAF LAHIR DAN BATIH KEPADA SELURUH WARGA AISYIYAH SUMATERA UTARA ATAS SALAH DAN DOSA YANG PERNAH TERJADI. DOA DAN HARAPAN KAMI, SEMOGA IBADAH RAMADHAN YANG KITA LAKSANAKAN DAPAT MENJADIKAN KITA HAMBANYA YANG TAQWA. KAMI JUGA BERHARAP SEMOGA IBADAH RAMADHAN KITA TAHUN INI DAPAT DITINGKATKAN KUALITAS DAN KUANTITASNYA. JAZAKUMULLAH .......




Selengkapnya.....

Obama Sampaikan Pesan Ramadhan


New York -- Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Jumat, menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada warga Muslim di Amerika dan dunia, yang mulai memasuki bulan suci Ramadhan 1430 H.

Obama juga menyatakan kembali keinginannya untuk memperbaiki hubungan antara AS dengan dunia Islam.

Dalam pesan yang disampaikannya melalui video dari Gedung Putih, Washington, DC, Obama menggambarkan betapa ia --kendati bukan beragama Islam-- cukup terbiasa dengan berbagai tradisi di kalangan masyarakat Muslim.

"Seperti orang-orang lainnya dari agama berbeda yang tahu soal Ramadhan melalui lingkungan masyarakat dan keluarga, saya tahu bahwa ini (Ramadhan, red) merupakan sebuah perayaan --saat keluarga berkumpul, teman-teman mengadakan acara buka puasa, dan berbagi makanan," kata Obama, yang sebagian masa kecilnya pernah dihabiskan di Indonesia --negara berpenduduk Muslim terbanyak di dunia.



"Tapi saya juga tahu bahwa Ramadhan adalah saat untuk menerapkan ketaatan dan refleksi --saat kaum Muslim berpuasa pada siang hari dan melakukan shalat tarawih pada malam hari, mengaji dan mendengarkan lantunan Al Quran selama satu bulan," tambahnya.

Ritual-ritual tersebut, katanya, mengingatkan semua pihak tentang prinsip-prinsip bersama dan peranan Islam dalam memajukan keadilan, toleransi dan martabat semua umat manusia.

Obama, sementara itu, menyatakan bahwa Amerika bertekad menjalankan tanggung jawabnya untuk membangun dunia yang lebih damai dan aman.

Karena itulah, kata Obama, AS berupaya mengakhiri perang di Irak, mengisolasi kalangan ekstremis yang melakukan kekerasan di Afghanistan dan Pakistan --dan pada saat yang bersamaan AS berupaya meningkatkan pemberdayaan masyarakat setempat.

"Karena itulah Amerika (juga) menegaskan dukungan kami bagi tercapainya penyelesaian dua-negara yang mengakui hak-hak rakyat Israel dan Palestina untuk hidup secara damai dan aman," ujarnya.

Semua upaya tersebut, katanya, merupakan bagian dari tekad AS untuk menjalin hubungan dengan dunia Islam dengan dasar saling menghargai.

"Saya ingin menegaskan kembali komitmen kami untuk membangun awal yang baru antara Amerika dan kaum Muslim di dunia," kata Obama.

Ia menyatakan harapannya bahwa dialog antara pihak-pihak tersebut akan berlanjut.

"Dan hari ini, saya ingin bergabung bersama 1,5 miliar Muslim di seluruh dunia --bersama keluarga dan teman-teman anda-- dalam menyambut dimulainya bulan Ramadhan... Semoga Tuhan memberkati Anda," ujar Obama menutup pesan Ramadhan. (*)


Selengkapnya.....

Selasa, 18 Agustus 2009

Mulai 2010 Perusak Lingkungan Dimasukkan Penjara


Padang - Menteri Negara Lingkungan Hidup RI Rahmat Witoelar memastikan, mulai 2010, para pelaku perusak dan pencemar lingkungan masuk penjara.

"Tahun depan, pelaku perusak lingkungan dipastikan masuk penjara, mereka dijamin tidak bakal lolos lagi dari jerat hukum," katanya di Padang, Sabtu.

Rahmat berada di Padang sebagai Keynote Speaker di acara Seminar Governance dalam Penataan Ruang Pulau Sumatera, diadakan Walhi Sumatera Barat beserta sejumlah LSM lingkungan se-Sumatera.



Rahmat menjamini ini bukan gertak sambal, seraya menunjuk persiapan pemerintah mengenai undang-undang terbaru pengganti UU No 27 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan.

"Namanya, UU Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan Hidup," katanya.

Menurut dia, undang-undang lingkungan baru tadi, sengaja dirumuskan sebagai penyempurna dari UU No.27/1997 yang dianggap mandul karena tidak mampu menjebloskan pelaku perusak lingkungan ke penjara.

Buktinya, dari 60 sampel kasus temuan pencemaran dan pengrusakan lingkungan yang dilimpahkan ke penyidik berwenang, 59 sampel ditemui lolos alias bebas di pengadilan.

"Ini sebuah bukti kalau sejumlah pasal dalam UU No.27/1997 masih lemah, dan butuh dipertegas," katanya. (*)


Selengkapnya.....

Taman Bunaken Diusulkan Masuk World Natural Heritage


Manado - Taman Nasional Laut (TNL) Bunaken yang berada di perairan Manado, Sulawesi Utara (Sulut), telah diusulkan masuk World Natural Heritage, karena memiliki keunikan tersendiri di dunia.

"Indonesia sementara berjuang dimata sejumlah negara di dunia, untuk mendukung TNL masuk World Natural Heritage," kata Dirjen pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Departemen Kelautan dan Perikanan, Aji Sularso, saat press breafing terkait Sail Bunaken, di Manado, Rabu.

Salah satu lembaga badan dunia, UNESCO, yang telah meninjau langsung ke TNL Bunaken di Kota Manado, sangat tertarik akan keindahan alam biota laut yang ada, sehingga perlu diberikan penghargaan untuk ditetapkan menjadi World Natural Haritage.

Event Sail Bunaken yang akan diikuti puluhan kapal perang dan 165 kapal layar (yacht) berbagai negara, akan menjadi momentun untuk terus mengenalkan kepada publik internasional tentang keindahan TNL Bunaken.

TNL Bunaken merupakan salah satu keindahan laut yang dimiliki Indonesia serta tidak dimiliki negara lain, karena jutaan biota laut dan karang yang sangat indah.

TNL Bunaken telah diusulkan bersama dengan Komodo di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk masuk World Natural Heritage, dan itu masih harus melalui voting sejumlah negara yang ada.

Asisten II bidang Perekonomian Pemerintah Propinsi (Pemprop) Sulut, Marietha Kuntag, mengatakan, pihaknya terus membenahi infrastruktur penunjang TNL Bunaken, guna diharapkan masuk World Natural Heritage.

Segala kekurangan di TNL Bunaken, seperti infrastruktur dermaga serta fasilitas umum lainnya, akan terus dibenahi agar menjadi menarik dikunjungi turis.
(*)



Selengkapnya.....

PIDATO MILAD ‘AISYIYAH KE - 95 PIMPINAN WILAYAH ‘AISYIYAH SUMATERA UTARA


PIDATO MILAD ‘AISYIYAH KE -95
PIMPINAN WILAYAH ‘AISYIYAH SUMATERA UTARA
TANGGAL 15 AGUSTUS 2009
DI MEDAN

Assalamualaikum w.w.

Syukur Alhamdulillah bahwa pada hari ini kita diberikan kesempatan dan kesehatan oleh Allah Subhana Wataala untuk menghadiri Milad ‘Aisyiyah ke-95 Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sumatera Utara. Salawat dan salam kepada Rasul Allah Muhammad SAW yang telah mewariskan kepada kita Al-Quran dan Hadist sebagai pegangan dan pedoman hidup bagi kita didunia dan diakhirat. Kami sangat berterimakasih atas kehadiran bapak/ibu yang telah memenuhi undangan kami ini.


Hadirin yang dirahmati Allah

Sangatlah tepat apabila tema Milad ‘Aisyiyah pada Tahun ini adalah Penguatan Keluarga Pilar Kemajuan Bangsa, karena sepuluh tahun terakhir ini kita bangsa Indonesia bahkan bangsa-bangsa didunia mengalami disorientasi budaya, pendidikan bahkan agama yang akhirnya akan berdampak kepada penurunan untuk terbentuknya masyarakat yang berkarakter, berkeadaban dan berharkat. Di Negara-negara Timur Tengah kita menyaksikan perdamaian tidak dapat diujudkan sehingga perempuan dan anak-anak turut menjadi korban kekerasan dan pembunuhan akibat perang yang tidak berkesudahan, rasa kemanusiaan dan peradaban hilang ditelan nafsu dan amarah yang luar biasa. Secara nasional saat ini kita tidak bisa memilih diantara dua hal yang menyedihkan, krisis sosial atau krisis watak dan karakter bangsa. Nasionalisme anak-anak kita semakin menipis, Hari Kebangkitan Nasional hanya merupakan sejarah dan kebanggaan bagi kaum tua saja. Anak-anak kita mengetahui peristiwa – peristiwa sejarah bangsa hanya bersifat kognitif, sekedar untuk bisa mendapat angka yang baik di laporan pembelajarannya.

Patriotisme bangsa hilang ditelan arus globalisasi dan kemodernan yang menina bobokkan anak-anak. Kehidupan anak-anak hanya kesenangan-kesenangan semu. Dilain persoalan anak-anak kita keluar dari keluarga dan rumah tangga hampir tidak memiliki watak dan karakter. Sebahagian dari anak kita menujukkan sikap yang baik dirumah tetapi nakal disekolah, terlibat penggunaan obat-obat terlarang bahkan ada yang terlibat dalam tindakan-tindakan kriminal. Sekolah-sekolah dengan disiplin yang keras sekalipun saat ini tidak merupakan jaminan untuk membentuk karakter kebajikan anak. Tetapi tetap saja sekolah menjadi kambing hitam dari merosotnya watak dan karakter ini.

Padahal, sekolah sekarang ini juga mempunyai beban administratif yang cukup berat. Sekolah disibukkan dengan akreditasi, pergantian dan penambahan kurikulum sementara para guru sibuk mengejar seminar kesana kemari agar lolos sertifikasi. Kita tidak dapat menyalahkan sikap para guru kita karena mereka berhak pula untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya melalui program sertifikasi guru. Hasilnya sekolah akhirnya merupakan lembaga transfer of knowledge saja bukan untuk pembentukan watak.
Hadirin yang dimuliakan Allah.

Akar dari permasalahan-permasalahan di atas adalah keluarga, karena dari keluargalah lahir individu-individu yang akan berserak dimayarakat. Maka tidak ada alibi lain yang harus kita kemukakan selain bahwa semua persoalan bertolak dari keluarga. Keluarga adalah kelompok primer yang paling penting, jiwa dan tulang punggung masyarakat, kesejahteraan lahir dan batin yang dinikmati oleh suatu bangsa, atau sebaliknya, kemelaratan, kebodohan dan keterbelakangan suatu masyarakat adalah cerminan dari keluarga. Keluarga menjadi landasan pendidikan bagi seluruh anggota keluarga , kualitas keluarga membentuk kualitas masyarakat, relationship yang sehat dalam keluarga sangat berarti untuk membentuk generasi yang berkualitas.

Keluarga merupakan madrasah mawaddah wa rahmah, tempat belajar yang penuh cinta sejati dan kasih sayang. Islam memberikan perhatian yang sangat besar kepada pembinaan keluarga. Keluarga merupakan basis dari ummah, dan bangsa yang baik terbentuk melalui keluarga yang dibangun dan dikembangkan atas dasar mawadah wa rahmah. Hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh Anas r.a, Keluarga yang baik memiliki empat ciri, (1) Keluarga yang memiliki semangat kecintaan untuk mempelajari dan menghayati ajaran-ajaran agama dengan sebaik-baiknya untuk kemudian mengamalkan dan mengaktualisasikannya dalam kehidupan sehari-hari; (2) Keluarga dimana setiap anggotanya saling menghormati dan menyayangi; (3) Keluarga yang dari segi nafkah tidak berlebih-lebihan; (4) Keluarga yang sadar akan kelemahan dan kekurangannya. Insya Allah datang dari keluarga mawaddah wa rahmah dengan ciri seperti hadist diatas maka anak telah memiliki potensi dan bekal untuk berkiprah ditengah-tengah bangsanya.

Philips dalam The Great Learning mengungkapkan dengan indah kalimat-kalimat berikut: “ If there is raighteousness in the heart, there will be beauty in the character; if there is beauty in the character, there will be harmony in the home; if there is harmony in the home, there will be order in the nation; if there is order in the nation, there will be peace in the world.

Hadirin yang kami hormati.

Pertanyaannya sekarang bagi ‘Aisyiyah adalah kontribusi apa yang dapat diberikan ‘Aisyiyah kepada Bangsa Indonesia ini? ‘Aisyiyah sebagai organisasi wanita muslim Indonesia, gerak dan kegiatannya merupakan jawaban atas tuntutan yang tumbuh dan berkembang di Indonesia. Berbagai situasi dan kondisi masyarakat dan bangsa Indonesia yang melahirkan tuntutan kiprah ‘Aisyiyah tersebut selain telah mengarahkan munculnya motivasi, juga telah menampilkan manefestasi amal usahanya. Sebagai organisasi yang bergerak di wilayah Republik Indonesia, ‘Aisyiyah adalah suatu komponen bangsa dan keberadaan ‘Aisyiyah sebagai unsur penunjang bagi pembangunan bangsa.

Maka merupakan kewajiban bagi ‘Aisyiyah untuk membentuk bangsa yang berkarater Islami melalui pembinaan Keluarga Sakinah. Pembinaan Keluarga Sakinah adalah merupakan salah satu dari sekian program kerja ‘Aisyiyah di tingkat Pusat sampai ketingkat Ranting. Pembinaan Keluarga Sakinah ini dilakukan melalui kegiatan dakwah yang ditekankan pada usaha tercapainya tingkat Keluarga Sakinah pada keluarga muslim. Sesuai dengan tema Milad tahun ini bahwa Keluarga harus kita kuatkan untuk mengokohkan kemajuan bangsa, maka mari kita laksanakan program dakwah Keluarga Sakinah tanpa lelah dan tanpa henti. Lima aspek yang harus kita capai adalah (1) Kehidupan beragama dalam keluarga, (2) Pendidikan Bagi Keluarga, (3) Kesehatan Keluarga, (4) Ekonomi yang stabil bagi keluarga, (5) Hubungan sosial yang harmonis inter dan antar keluarga. Insya Allah dengan niat yang ikhlas, Ibadah tanpa pamrih kita sebagai warga ‘Aisyiyah mampu memberikan kontribusi yang besar bagi kemajuan bangsa dan keberadaan ‘Aisyiyah ditengah-tengah masyarakat Indonesia tetap merupakan manefestasi dari firman Allah surat Ali-Imran ayat 104


Nasrun minallah wa fathun qarib
Wassalamualaikum w.w.

Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah
Sumatera Utara,

Dra. Sulhati Syam, MA


Selengkapnya.....

Minggu, 16 Agustus 2009

PW AISYIYAH SUMATERA UTARA GELAR MILAD KE-95 DI MEDAN





Pimpinan Wilayah ’Aisyiyah Sumatera Utara melaksanakan Tabligh Akbar dalam rangka peringatan Milad Aisyiyah ke-95 di Hotel Garuda Plasa, Medan, Sabtu (15/8). Milad yang dihadiri oleh seluruh Pimpinan Cabang, Pimpinan Ranting ’Aisyiyah sekota Medan, juga dihadiri oleh beberapa Pimpinan Daerah terdekat dan undangan dari BKOW serta organisasi perempuan tingkat Sumatera Utara.

Milad Aisyiyah ke 95 ini mengangkat tema ”Penguatan Keluarga Pilar Kemajuan Bangsa”. Tema ini merupakan tema sentral yang sengaja diangkat dalam menyongsong Muktamar ’Aisyiyah ke 95 pada Juli 2010 mendatang, yang juga merupakan nuansa program ’Aisyiyah jelang 1 abad pada tahun 2015. Hal ini merupakan upaya ’Aisyiyah agar tetap konsisten terhadap program-programnya dalam membetuk keluarga yang penuh dengan mawaddah-wa-rohmah dan baldatun toyyibahh wa robbun ghoffur agar keluarga-keluarga muslim dapat menjadi pilar dalam kemajuan bangsa ini.


Dalam Pidato Milad PLT Ketua PWA Sumut Dra. Sulhati Syam, M.A menjelaskan bahwa 10 tahun terakhir bangsa Indonesia mengalami disorientasi budaya, pendidikan bahkan agama yang berdampak pada penurunan karakter, peradaban dan harkat martabat masyarakat. Secaran nasional kita tidak bisa memilih antara dua hal yang menyedihkan ; krisis sosial atau krisis watak dan karakter bangsa. Anak-anak mengetahui sejarah hanya sisi kognitif, untuk memenuhi nilai ujian yang baik saja sementara patriotisme hilang ditelan globalisasi.

Kata Sulhati, pada sisi lain, sekolah sering dikambinghitamkan sebagai lembaga yang paling bertanggung jawab untuk membentuk watak anak. Padahal, keluarga adalah lembaga primer yang terpenting untuk membentuk watak dan kepribadian anak. Keluarga sebagai tempat pendidikan sejati yang berdasarkan mawaddah wa rohmah. Dari hadis Rasulullah diriwayatkan dari Anas disimpulkan bahwa keluarga yang baik memiliki empat ciri, yakni; 1) memiliki semangat kecintaan mempelajari dan menghayati dan mengaktualisasikan dalam hidup keseharian, 2) setiap anggotanya saling menghormati dan menyayangi, 3) segi nafkah yang tak berlebihan dan 4) yang sadar akan kelebihan dan kekurangannya.

Maka, jika anak datang dari keluarga mawaddah wa rohmah yang punya 4 ciri di atas, anak akan memiliki potensi dan bekal untuk bermasyarakat. Dalam usia ’Aisyiyah 95 tahun ini, ’Aisyiyah memiliki kontribusi yang besar terhadap pembentukan keluarga, sebagai unsur penunjang bagi pembentukan bangsa melalui program keluarga sakinah, yang dilaksanakan melalui dakwah yang ditekankan untuk tercapainya keluarga sakinah pada setiap keluarga muslim.

Turut memberikan kata sambutan BKOW Sumatera Utara (wakil Ketua); ibu Kemalawati, SH dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara diwakili oleh Drs. Zulkarnain M. Noor, M.H., dalam sambutannya mereka menyampaikan ungkapan senada bahwa tema yang diangkat merupakan gambaran bahwa kepedulian ’Aisyiyah terhadap pemberdayaan kaum perempuan dan perbaikan generasi bangsa adalah sangat besar dan berperan secara signifikan. Dan pembentukan keluarga tidak terlepas dari karakter ibu. Artinya, dalam keluarga, ibulah sebagai penentu utama dalam pembentukan karakter anggota keluarga. Karena itu, program Keluarga Sakinah yang sudah dijalankan oleh ’Aisyiyah harus tetap dilaksanakan dan ditingkatkan salah satunya dengan melakukan revitalisasi pendidikan TK Aisyiyah, demikian ungkap Zulkarnain M. Noor.

Dalam Tabligh Akbar Milad yang disambut dengan antusiasme oleh warga ’Aisyiyah Sumatera ini dihadirkan pembicara Dra. Siti Rahimah Nasution, M.A. Menurut Kandidat Doktor Program Pasca Sarjana IAIN Sumatera Utara ini, bahwa keluarga adalah idaman setiap manusia, apapun status dan kedudukannya dari berbagai aspek kehidupan, terutama keluarga Sakinah. Akan tetapi untuk mewujudkannya bukanlah semudah membalik telapak tangan.

Selanjutnya beliau menyampaikan bahwa membentuk keluarga didasari perkawinan yang sah, sehingga melahirkan keturunan yang baik. Keturunan yang baik terlahir dari keluarga yang memiliki gen-gen yang positif, yang diturunkan kepada anak-anaknya yang kemudian ditularkan kepada orang lain di sekitarnya. Karena itu keluarga merupakan dasar pendidikan anak. Sedangkan pendidikan yang dilaksanakan dalam rumah tangga dimaksud bertujuan untuk membina dan mengembangkan generasi muda dan kemajuan bangsa.

Dalam mengakhiri tabligh akbarnya Dra. Siti yang juga sebagai Sekretaris Majlis Tabligh PWA Sumut ini menekankan bahwa dalam mendidik anak (sejak dini) haruslah dibina aspek al-Basyar, al-Insan dan al-Nasnya serta untuk menciptakan generasi yang kuat, tangguh, istiqomah dan qona’ah, orang tua haruslah memberi pembinaan kepada anak mulai dari pembinaan agama, pendidikan, kesehatan, ekonomi dan sosial. Di mana semua aspek tersebut harus dilakukan secara intensif dan bersama-sama oleh komponen keluarga dan masyarakat.
Selengkapnya.....

Secara kumulatif Kasus Positif Influenza A H1N1 Mencapai 854 Orang

Badan Litbangkes Depkes tanggal 14 Agustus 2009, melaporkan hasil konfirmasi laboratorium positif influenza A H1N1 sebanyak 16 orang. Dengan tambahan kasus baru tersebut secara kumulatif kasus positif influenza A H1N1 berjumlah 854 orang, kata Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P (K), MARS, Dirjen P2PL Depkes.

Prof. Tjandra menjelaskan, penyakit influenza A H1N1 ditularkan melalui kontak langsung dari manusia ke manusia lewat batuk, bersin atau benda-benda yang pernah bersentuhan dengan penderita, karena itu penyebarannya sangat cepat namun dapat dicegah.


Cara yang efektif untuk mencegah yaitu menjaga kondisi tetap sehat yakni makan dengan gizi seimbang, beraktivitas fisik/berolahraga, istirahat yang cukup dan berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Diantaranya, mencuci tangan dengan sabun atau antiseptik, bila batuk dan bersin tutup hidung dengan sapu tangan atau tisu. Jika ada gejala Influenza minum obat penurun panas, gunakan masker dan tidak ke kantor/sekolah/tempat-tempat keramaian serta beristirahat di rumah selama 5 hari. Apabila dalam 2 hari flu tidak juga membaik segera ke dokter, ujar Prof. Tjandra.

Upaya kesiapsiagaan tetap dijalankan pemerintah yaitu: penguatan Kantor Kesehatan Pelabuhan (thermal scanner dan Health Alert Card wajib diisi); penyiapan RS rujukan; penyiapan logistik; penguatan pelacakan kontak; penguatan surveilans ILI; penguatan laboratorium, komunikasi, edukasi dan informasi dan mengikuti International Health Regulations (IHR).

Disamping itu juga dilakukan community surveilans yaitu masyarakat yang merasa sakit flu agak berat segera melapor ke Puskesmas, sedangkan yang berat segera ke rumah sakit. Selain itu, clinical surveilans yaitu surveilans severe acute respiratory infection (SARI) ditingkatkan di Puskesmas dan rumah sakit untuk mencari kasus-kasus yang berat. Sedangkan kasus-kasus yang ringan tidak perlu dirawat di rumah sakit, tambah Prof. Tjandra.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, Call Center: 021-30413700, atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.id, info@puskom.depkes.go.id, atau kontak@puskom.depkes.go.id.


Selengkapnya.....

Dua Kabupaten di Jawa Lulus Sertifikasi Ekolabel Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat Lestari

Tim Panel Pakar Pengambilan Keputusan (TPPK) dari Lembaga Sertifikasi PT. Mutu Agung Lestari (MAL) memutuskan dua Kabupaten di Jawa yaitu Kab. Sragen dan Kab. Magetan lulus sertifikasi ekolabel Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat Lestari (PHBML). Penilaian sertifikasi dilaksanakan pada tanggal 21-26 Juli 2009 secara pararel di kedua kabupaten tersebut. Sertifikat Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat Lestari (PHBML) kepada dua kabupaten tersebut rencana akan dikeluarkan oleh Lembaga Ekolabel Indonesia (LEI) pada tanggal 15 Agustus 2009.


Kegiatan penilaian sertifikasi merupakan tindak lanjut penyiapan kelembagaan dan dokumen Forest Management Unit (FMU) Argo Bancak di Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan dan FMU Wana Reja Asri (Waras) di Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen dalam rangka memperoleh Sertifikasi Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat Lestari (PHBML) berdasarkan skema Lembaga Ekolabel Indonesia (LEI).

Kegiatan penilaian sertifikasi tersebut adalah bagian dari rangkaian kegiatan kesepakatan antara Pusat Standarisasi dan Lingkungan Kehutanan (PUSTANLING) dan Perhimpunan untuk Studi dan Pengembangan Ekonomi dan Sosial (PERSEPSI) pada tahun 2008 yang didukung oleh Dinas Kehutanan Propinsi dan kabupaten terkait untuk dapat memberikan kemudahan penerapan Pengelolaa Hutan Berbasis Masyarakat Lestari di Indonesia.
Penilaian lapangan dilakukan di FMU Argo Bancak seluas 600 ha di kabupaten Magetan dan di FMU Waras seluas 1.404 ha di kabupaten Sragen. Khusus di FMU Waras terdapat areal penanaman Gerhan sejak tahun 2007 seluas 700 ha yang diikutsertakan dalam kesatuan pengelolaan hutan yang dinilai.


Selengkapnya.....

Sabtu, 08 Agustus 2009

‘Aisyiyah Luncurkan Program “Community Tubercolosis”

Jakarta – ‘Aisyiyah sebagai perwakilan komponen Civil Society di Indonesia yang terpilih oleh Global Fund sebagai Principal Recipient(PR), Jum’at (7/08/2009) meluncurkan Impelmentasi Program “Community TB Care” PR GF-ATM ‘Aisyiyah & Sosialisasi Pedoman Implementasi Proyek. Pada acara yang dihadiri oleh Olivier Cavey, Manajer Portfolio Global Fund wilayah Asia Tenggara, tersebut bertempat di Aula Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jl Menteng Raya 62 Jakarta.
Menurut Nurrohmah Pratiknya, mewakili PR TB ‘Aisyiyah, dalam sambutannya, terpilihnya ‘Aisyiyah ini setelah pengajuan proposal yang dilakukan hingga 3 bulan. “Kami sangat berterimakasih atas bantuan segala pihak dalam penyusunan proposal ini” terang Nurrohmah kemudian. “

Menurut Nurrohmah, program ini nantinya akan lebih banyak bergerak dalam mensosialisasikan hak pasien.” Karena ‘Asiyiyah adalah organisasi perempuan, maka program ini juga meningkatkan peran perempuan dalam penanggulangan Tubercolosis . “Prespektif jender Perempuan lebih berperan dalam penanggulangan TB” terangnya. Ruang lingkup program ini meningkatkan peran unit pelayanan kesehatan non pemerintah, baik swasta maupun milik masyarakat.
Turut memberi sambutan dalam acara ini, Ketua PP Aisyiyah, dr. Atikah Zaki, MARS, Ketua PP Muhammadiyah dr. Sudibyo Markus, MBA , Manajer Portfolio Global Fund wilayah Asia Tenggara Oliver Cavey dan CCM Indonesia Dr. Arum Atmawikarta, MPH.
Untuk pelaksanaannya, PR TB ‘Aisyiyah akan berkerjasama dengan Sub Recipient (SR) yang tersebar dalam 16 Propinsi di Indonesia. Sub Recipient yang terdiri dari Jaringan Wilayah ‘Aisyiyah, PB NU, PERDHAKI, PPTI, LPMI, YARSI, LKC, JKM, PKPU dan KMP Sidobinangun. (arif)


Selengkapnya.....

Ditemukan “ProXeronine” dalam buah noni tahiti, mampu menghentikan penyebaran kanker ganas

Ratusan riset ilmiah telah di lakukan para saintis bidang kesehatan untuk mendapatkan kandungan Proxeronine dan mereka menemukannya dalam buah Noni Tahiti, Zat tersebut berhasil merevitalisasi & meregenerasi Sel yang telah mati hingga berfungsi lagi, secara alami mampu meningkatkan sistim kekebalan tubuh seseorang, meningkatkan fungsi dari sel dan memperbaiki sel-sel yang rusak dalam tubuh, baik yang diakibatkan berbagai penyakit atau proses penuaan. Mampu melawan kanker ganas dan berfungsi sangat baik dalam penyembuhannya.

Kanker dalam tubuh berarti hilangnya kontrol selular dalam tubuh, sehingga pertumbuhan sel yang tidak baik menjadi tidak terkontrol. Sel-sel kanker ini akan menyerang jaringan lokal, berpindah ketempat lain dan berkembang biak. Kanker sendiri bermula dari sel yang bermutasi dan berubah. Sel abnormal ini mempertahankan mutasinya melalui proses reproduksi sel meskipun terdapat usaha dari sistem pertahanan tubuh yang berusaha mengeleminasi sel-sel abnormal. Sel-sel yang bermutasi ini (berasal dari DNA yang abnormal) kemudian bergerak ke sekujur tubuh dan berdiam di satu atau lebih organ tubuh. Saat ini ada lebih dari seratus jenis kanker yang tumbuh dalam tubuh manusia.

Tahitian Noni Juice bermanfaat untuk kanker karena Tahitian Noni Juice bekerja ditingkat selular. Lebih jauh lagi dipercaya bahwa Tahitian Noni Juice meningkatkan struktur selular yang di hancurkan oleh kanker.
Beberapa penelitian lain telah dilakukan di laboratorium-laboratorium untuk menegaskan kemampuan Tahitian Noni Juice untuk melawan kanker. Dalam suatu penelitian, empat orang ilmuwan dari Jepang menyuntikkan sel ras (sel yang menjadi pemicu bagi pertumbuhan yang merusak) dengan substansi yang disebut damnacanthal yang ditemukan dalam Tahitian Noni Juice.
Mereka mengobservasi bahwa pemberian damnachantal ternyata menghambat reproduksi sel ras secara signifikan. Damnachantal adalah suatu substansi didalam Tahitian Noni Juice yang di percaya sebagai agen anti kanker.

Sebagai tambahan, riset telah membuktikan bahwa Tahitian Noni Juice merangsang tubuh untuk mereproduksi element-element yang melawan kanker seperti nitrix oxide, interleukin (mediator sistem imunitas yang dibuat oleh dan mempengaruhi limfosit-red), interferon (sitokin yang mencegah terjadinya super infeksi oleh virus lain - red), faktor nekrosis tumor, lipopolisakarida dan sel-sel pembunuh alami.
Dipercaya juga bahwa Tahitian Noni Juice mempunyai fungsi pencegahan dan perlindungan terhadap kanker pada tahap inisisasi, yang merupakan fase pertama pada pembentukan kanker. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Mian-Ying Wang, M.D. di Fakultas Kedokteran Universitas Illionis, Rockford, menunjukan bahwa tikus yang diberikan 10% Tahitian Noni Juice selama seminggu dan kemudian disuntukan sel DMBA (agen penyebab kanker) , mempunyai bercak tambahan DNA (suatu tes untuk melihat keabnormalan DNA) yang secara signifikan lebih sedikit di bandingkan dengan tikus yang juga disuntukan DMBA namun hanya diberi air.
Semakin sedikit jumlah bercak tambahan DNA, semakin tinggi perlindungan terhadap kanker. Tikus yang diberi Tahitian Noni Juice mempunyai 50% bercak DNA lebih sedikit di paru-paru, 60% lebih sedikit di jantung, 70% lebih sedikit di lever, dan 90% lebih sedikit di ginjal. Tahitian Noni Juice telah terbukti memiliki kemampuan anti oksidan. Hal ini berarti dapat mengikat radikal bebas yang terdapat dalam tubuh. Radikal bebas dapat merusak sel dan membentuk sel kanker.
Banyak yang berpendapat bahwa aktifitas anti oksidan adalah fungsi penting dari Tahitian Noni Juice dan salah satu alasan mengapa begitu banyak orang sukses dalam melawan kanker dengan Tahitian Noni Juice. Dari 27.000 pengguna Tahitian Noni Juice dalam survey saya 2.365 orang menderita berbagai jenis kanker. Dari jumlah ini 60% dari mereka berhasil mengalami kemajuan kesehatan yang luar biasa.

Dosis penggunaan Tahitian Noni Juice untuk Terapi Kanker : jumlah konsumsi rata-rata dari 64% responden yang mengalami kemajuan kesehatan adalah 105 cc setiap hari.

Dalam riset Dr.Neil Solomon juga menemukan “RESEP NONI” yang telah digunakan oleh para pasien penderita kanker untuk meningkatkan energi tubuh mereka secara maksimal. Resep ini datang dari rekan sejawat dari profesional media, Orlando Pile, M.D. Resepnya sebagai berikut:

1 Liter Tahitian Noni Juice perhari selama 4 hari pertama

½ Liter Tahitian Noni Juice perhari selama 4 hari berikutnya

240 cc Tahitian Noni Juice sehari selama 30 hari berikutnya

105 cc untuk selanjutnya.

Tahitian Noni Juice menjadi “ The Top Ten Cancer Treatment” yang direkomendasikan Asosiasi Kanker Amerika Serikat.

Diambil dari buku NONI JUICE (How Much, How Often, For What Edisi Keempat - mencakup informasi lebih dari 27.000 pengguna noni juice ) karya dr. Neil Solomon, MD, PhD beliau adalah seorang Dokter di Johns Hopkins Hospital dan juga seorang penulis bestseller dalam daftar New York Times, mendapatkan Schwentker Award bagi pencapaian yang istimewa di bidang riset Beliau juga pernah menjabat sebagai sekretaris Bidang Kesehatan dan Kebersihan di Maryland, Mengabdi pada komisi kegubernuran dan bertindak sebagai penasehat kesehatan bagi gubernur dan Presiden AS. Selama 18 tahun beliau telah menulis kolom kesehatan bersindikasi dunia bagi Sindikat Los Angles Times. Saat ini dr. Solomon bekerja sebagai konsultan nutrisi global bagi perusahaan, organisasi non-pemerintahan pada PBB dan WHO.


Selengkapnya.....

UMM Bangun Rumah Sakit untuk Pelayanan Umum dan Riset Kesehatan

Malang – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) secara resmi memulai pembangunan Rumah Sakit Pendidikan di lokasi pembangunan jalan Tlogomas, Malang. Menurut berita yang dirilis website resmi UMM (www.umm.ac.id) pencanangan pembangunan RS Pendidikan UMM dilakukan oleh Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo yang hadir didampingi para Dirjen di jajaran Diknas, koordinator Kopertis VII dan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur.
Dalam laporannya Rektor UMM, Muhadjir Effendy menyatakan RS Pendidikan UMM akan dibangun dalam waktu sekitar dua tahun. RS ini rencananya dibangun di atas lahan seluas 9 Ha dengan gedung utama RS terdiri dari enam lantai di mana tiap-tiap lantai memiliki fungsi yang berbeda. Di sekitar gedung utama, juga akan dikembangkan pusat pelayanan anak berkebutuhan khusus, manula dan rehabilitasi narkoba.
"Intinya, kami akan menjadikan Rumah Sakit ini sebagai pelayanan terpadu yang di dalamnya terdapat selain pelayanan juga riset dan pengembangan kesehatan," kata Muhadjir.

Muhadjir menjelaskan, UMM telah terkoneksi dengan universitas lain di luar negeri. Selain Jerman, AS, Cina dan Belanda, UMM juga sudah menjalin kerjasama dengan universitas di Cina. "Dari sana kita mempelajari penanganan penyakit tropis dan akan melakukan kajian medis secara profesional," kata Muhadjir yang ini RS UMM menjadi rujukan bagi RS di Jawa Timur.
Sementara itu, Mendiknas mengharapkan pembangunan RS ini menjadi salah satu upaya menjadikan UMMsebagai world class university . Terkait ide mengintegrasikan fungsi rumah sakit, Bambang menanggapi sebagai ide yang bagus. Tidak hanya untuk mendorong fakultas kedokteran, kesehatan dan fakultas pendidikan saja, tetapi juga fakultas ekonomi dan fakultas-fakultas lainnya. Sehingga UMM benar-benar bisa melayani segala kebutuhan masyarakat di masa mendatang. "Dengan dicanangkannya pembangungan RS ini, UMM memiliki kontrak moral untuk menjadikan RS Muhammadiyah Malang sebagai rahmat untuk masyarakat,"ujarnya. (arif)


Selengkapnya.....

PP Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1430 H, 22 Agustus

Yogyakarta – Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kamis (23/07/2009) melalui Maklumat Nomor 06/MLM/I.0/E/2009 mengumumkan penetapan tanggal 1 Ramadhan 1430 H berterpatan dengan hari Sabtu Pahing, tanggal 22 Agustus 2009. Menurut keterangan yang menyertai maklumat tersebut, penentuan tersebut sesuai hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Di dalam maklumat tersebut dinyatakan bahwa ijtimak menjelang Ramadhan 1430 H terjadi pada hari Kamis Kliwon tanggal 20 Agustus 2009 M pukul 17:02:48 WIB. Data astronomis yang menjadi dasar penentuan tersebut adalah tinggi hilal pada saat terbenam Matahari di Yogyakarta ( f = -07° 48¢ dan l = 110° 21¢ BT ) = -01° 10¢ 20² (hilal belum wujud) dan di seluruh wilayah Indonesia pada saat Matahari terbenam Hilal di bawah ufuk.

Idul Fitri dan Idul Adha 1430 H

Dalam maklumat tersebut, PP Muhammadiyah juga menyertakan Tausiyah Ramadhan yang salah satunya mengingatkan agar bulan Ramadhan ini dijadikan momentum untuk mempertautkan kembali hati yang mungkin selama Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden telah terjadi perbedaan pendapat dan pilihan sehingga menimbulkan keretakan hati.
Selain penetapan 1 Ramadhan, Maklumat tersebut juga memuat penetapan 1 syawwal 1430 H jatuh pada hari Ahad Legi tanggal 20 September 2009 , dan 'Idul Adha (10 Dzulhijjah 1430 H) jatuh pada hari Jum’at Wage tanggal 27 Nopember 2009 M. (Arif)


Selengkapnya.....