Jumat, 17 Oktober 2008

KERUSAKAN ALAM LEBIH MERUGIKAN DIBANDINGKAN KERUGIAN BURSA SAHAM


TEMPO Interaktif: Uni Eropa pekan ini mempublikasikan hasil sebuah penelitian lingkungan yang mencoba menginventarisasi kerugian akibat kerusakan lingkungan dalam hitungan uang.

Dalam Kongres Konservasi Dunia yang diselenggarakan Serikat Pelestarian Alam Internasional di Barcelona, Spanyol pekan ini, kelompok peneliti yang dibiayai Komisi Eropa The Economics of Ecosystems and Biodiversity (Teeb) melaporkan nilai ekonomi kerusakan lingkungan di seluruh dunia mencapai US$ 2 triliun hingga US$ 5 triliun per tahun.

Jumlah itu menurut kepala peneliti Pavan Sukhdev jauh melampau nilai kerugian finansial bursa saham Amerika yang menurut berbagai penelitian sekitar US$ 1,5 triliun.

Nilai nominal kerusakan alam itu didapat oleh Teeb dengan menghitung berkurangnya kemampuan alam menyediakan air bersih dan udara segar, kerugian penduduk negara miskin yang mengandalkan alam sebagai mata pencaharian mereka, serta besar kerugian negara maju akibat polusi. Laporan itu adalah hasil pendahuluan dari Teeb dalam konferensi di lingkungan di Spanyol, sebelum laporan lengkap diselesaikan pertengahan 2010.
Selengkapnya.....

Senin, 29 September 2008

AISYIYAH DAN KEBANGKITAN GERAKAN EKONOMI UMAT

oLEH : Isngadi Marwah Atmadja

Ketika suatu bangsa tengah mengalami masa kritis, kaum perempuan ternyata jauh lebih mampu bertahan dan terbukti jauh lebih kreatif dalam mencari solusi kritis. Hal ini, dapat dilihat dari pengalaman pasca bencana. Sesaat setelah bencana gempa Yogya meluluh-lantakan kedua kota itu, banyak orang merasa stress dan putus asa, para ibu ternyata jauh lebih gesit dan kreatif mempertahankan kehidupan keluarganya sekaligus mempertahankan kebersaman umat dengan berbagai kearifan lokal yang mereka ketemukan.

Pada masa kejayaan kerajinan batik di Surakarta, hampir semua pelaku usaha batik yang ada di kota
Surakarta (dan bahkan seluruh Jawa) adalah kaum perempuan. Seluruh pasar tradisional di negeri ini, juga pernah dijejali oleh kaum perempuan. Mereka semua pada dasarnya adalah para pelaku usaha yang sesungguhnya. Sementara itu, kaum laki-laki priyayi (terutama yang menjadi penghuni rumah kaum bangsawan) yang dianggap sebagai pemimpin cenderung terjebak dalam kerja-kerja yang mapan, dan relatif tidak kreatif, apalagi produktif seperti menjadi pegawai pemerintah, yang biasanya sangat jumud.
Memori kolektif bangsa ini tentunya masih ingat bahwa yang disebut sebagai priyayi adalah kaum laki-laki yang bekerja pada pemerintah. Dalam banyak novel Jawa (novel ditulis bersandarkan pada realitas) dan juga pada kenyataan yang sebenaranya, gaji yang diperoleh kaum bangsawan priyayi sebagai pegawai pemerintah itu teryata tidak bisa untuk mencukupi kehidupan keluarga. Apalagi, gaya hidup kelas priyayi itu menuntut pembiayaan yang sangat mahal. Pada saat itulah kaum mbok-mase (kaum ibu pengusaha) terpaksa bangkit memikul semua beban biaya hidup keluarganya termasuk untuk memberi subsidi biaya untuk meneruskan hoby para suaminya yang rata-rata merupakan hoby berbiaya tinggi, namun sangat tidak produktif. Misalnya, klangenan pada burung dan bermain dadu serta kartu China.
Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk mengulas semua kejadian di masa lalu itu, namun untuk menunjukan potensi kaum perempuan dalam membangkitkan sektor ekonomi. Terutama untuk mengulas potensi ekonomi yang dikembang-kan oleh Aisyiyah.
Sebagai komponen Muhammadiyah, ‘Aisyiyah merupakan organisasi sosial keagamaan yang bergerak pada hampir semua aspek kehidupan. Di antaranya, pada bidang penguatan keagamaan, bidang kesehatan, kesejahteraan, ekonomi, lingkungan hidup, dan lain sebagainya. Dan yang jelas, mempunyai struktur yang sangat rapi dari dari Pusat sampai Ranting, yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia (bahkan ada beberapa cabang yang ada di luar negeri)

Gerakan BUEKA
Pada umumnya lembaga non pemerintah yang lain, Aisyiyah juga bercita-cita mewujudkan masyarakat sipil (masyarakat madani) yang kuat dan berkeadilan. Cita-cita itu diwujudkan dalam berbagai kegiatan untuk meningkatkan kapasitas dan komunitas kaum perempuan. Salah satu dari program-program itu adalah peningkatan dan penguatan ekonomi bagi kaum perempuan.
Dalam program peningkatan ekonomi ini Aisyiyah mempunyai gerakan yang dinamakan Bina Usaha Ekonomi Keluarga Aisyiyah, yang lebih populer disebut dengan istilah BUEKA. Program ini dilaksanakan secara nasional dengan basis komunitas pada tingkatan akar rumput. Gerakan BUEKA ini pada prinsipnya disandarkan pada gerakan berperspektif pemberdayaan dan pendampingan pemberdayaan. Dan pendampingan yang dimaksud di sini adalah dengan menggali potensi dari warga masyarakat setempat, khususnya kaum perempuan dan membentuk komunitas masyarakat yang kemudian dikembangkan serta didampingi untuk dicarikan peluang-peluang dan akses informasi yang selama ini sulit terakses oleh kaum perempuan.
Akses informasi ini dianggap cukup penting oleh Aisyiyah, dikarenakan tradisi umum yang berjalan selama masih cenderung menomorduakan perempuan dalam banyak hal. Termasuk pemberian beberapa akses informasi. Salah satu sebabnya adalah karena perempuan masih dianggap “hanya” sebagai pendamping dalam keluarga. Kenyataan ini menyebabkan usaha-usaha yang selama ini digeluti kaum perempuan dalam banyak sektor informal menjadi kurang cepat akselerasinya.
Konsep BUEKA sendiri adalah kelompok usaha yang terdiri dari lima sampai sepuluh orang, yang di-dampingi secara intensif dengan menggali dan mengembangkan potensi yang mereka miliki. Selain penggalian potensi ekonomi, konsep pemberdayaan ekonomi keluarga dalam BUEKA, juga termasuk di dalamnya advokasi, pembelaan serta mendorog kelahiran Perda (Peraturan Daerah) dan juga Perdes (Peraturan Desa) yang berpihak pada pengembangan usaha mikro.
Pada tataran empris, gerakan BUEKA yang dikembangkan Aisyiyah ini dapat dikatakan cukup berkembang. Untuk propinsi DIYmisalnya, saat ini sudah 2 koperasi ada dan lebih dari 200 UKM yang tergabung dalam BUEKA. Program BUEKA di DIY dikembangkan melalui forum-forum pengajian Aisyiyah di tingkat Ranting/Desa. Bahkan di beberapa tempat juga sudah dikembangkan pada tingkat pedukuhan.
Biasanya UKM-UKM yang tergabung dalam BUEKA berkumpul satu bulan sekali dibarengi dengan semacam bazar dan pameran semua produk mereka masing-masing. Di samping itu, semua produk yang dihasikan UKM-UKM itu sedapat mungkin diserap oleh unit-unit usaha milik Muhammadiyah dan Aisyiyah. Misalnya kalau Aisyiyah mengadakan kegiatan, maka konsumidan makanan kecilnya dibeli dari anggota BUEKA yang memang bergerak pada usaha itu Demikian juga ketika ada orang Aisyiyah yang mempunyai hajat keramaian, semua keperluan mulai konsumnsi, dekorasi, undangan dan lain sebagainya dipasok dari para anggota BUEKA. Gula UKM pembuat makanan kecil, juga dipasok dari anggota BUEKA yang memproduk gula, demikian seterusnya.

BUEKA dan Qoryah Thayyibah
Apabila melihat pada program kesehariannya, gerakan ekonomi Aisyiyah ini dapat dikembangkan secara lebih intensif. Optimisme ini didasarkan pada sejumlah fakta, bahwa saat ini Aisyiyah telah mempunyai forum pengajian rutin pada setiap Ranting. Pada setiap pengajian itu, juga telah ada semacam koperasi simpan-pinjam. Pada banyak Cabang dan Ranting Asiyiyah, juga sudah terdapat BMT (Baitil mal wa Tamwil) dan lembaga keuangan yang lain.
Apabila program BUEKA ini disinergikan dengan kegiatan yang lebih dahulu ada yaitu pembentukan Qaryah Tayyibah (masyarakat utama) yang merupakan potret masyarakat mandiri dan agamis, maka program BUEKA ini dapat dikatakan menemukan relevansinya. Karena, dalam program Qaryah Tayyibah bidang ekonomi juga disebutkan program ekonomi untuk individu adalah membangun jiwa individu dan meningkatkan berbagai jenis ketrampilan yang produktif. Sedangkan untuk keluarga, adalah meningkatkan kesadaran anggota keluarga untuk berwirausaha, meningkatkan kemampuan anggota keluarga untuk mengelola keuangan rumah tangga, dan menanamkan gaya hidup hemat dan produktif.
Jiwa-jiwa wirausaha yang disemai dalam keluarga sakinah, sebagai anasir dasar pembentuk qaryah tayyibah, itu dapat diaplikasikan dalam bentuk nyata dengan membuat unit kerja mandiri yang produktif, yang kemudian disinergikan dengan keluarga-keluarga yang lain yang tergabung dalam BUEKA. Dengan gambaran yang sederhana ini, tampaknya gatra ekonomi keumatan yang mandiri dapat menjadi sesuatu hal yang tidak mustahil lagi bisa diwujudkan oleh Aisyiyah.
Wallahhu a’lam bi showab.l
Isngadi Marwah Atmadja, Koordinator Kajian Kebudayaan di Lembaga Studi Islam dan Politik (LSIP) Yogyakarta Selengkapnya.....

MUHAMMADIYAH TETAPKAN IDUL FITRI 1 OKTOBER 2008

Yogyakarta- Ketetapan Muhammadiyah bahwa Idul Fitri jatuh pada tanggal 1 Oktober 2008, membuat panitia sholat Ied di berbagai daerah sibuk untuk mempersiapkan diri, termasuk diantara yang sibuk adalah beberapa ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang harus melewati 1 Syawal 1429H.

Sesuai dengan Maklumat PP Muhammadiyah No.04/MLM/I.0/E/2008, yang ditetapkan tanggal 23 Rajab 1429H atau bertepatan dengan tanggal 26 Juli 2008, maka warga Muhammadiyah akan merayakan Idul Fitri pada tanggal 1 Oktober 2008. Menurut rencananya ketua umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin akan menjadi khatib sholat Ied di lapangan Senayan, dengan Imam Rhoma Irama. Sedangkan di Jawa Timur, ketua PP Muhammadiyah lainnya Muhammad Muqoddas akan memberikan khutbah di stadion Deltras Sidoarjo, Sidoarjo. Haedar Nashir akan memimpin sholat Ied di kota Medan Sumatera Utara, sementara Yunahar Ilyas akan khutbah di Lapangan Merdeka Balikpapan.

Sementara berkaitan dengan penetapan tanggal 1 Syawal 1429H, Pimpinan Pusat Muhammadiyah akan mengadakan Konferensi Pers pada hari Senin, tanggal 29 September 2008 pukul 10.00WIB di gedung PP Muhammadiyah, jln Cik Di Tiro no.23, Yogyakarta. (mac) Selengkapnya.....

Sabtu, 27 September 2008

TIPS BERTAMU DI HARI RAYA

Selain menerima tamu saat Hari Raya, Anda tentu berkunjung ke tempat saudara atau teman. Apa yang sebaiknya dilakukan? Simak tips berikut ini:
1. Berhiaslah secukupnya, jangan berlebihan. Kenakan pakaian yang bisa membuat Anda nyaman dan leluasa bergerak. Ingat, acara silaturahmi biasanya memakan waktu seharian. Pakaian yang ketat akan sangat mengurangi kenyamanan Anda. Jangan lupa, makanlah secukupnya sebelum berangkat. Jangan sampai perut kosong atau sebaliknya malah kekenyangan.
2. Pilih waktu yang tepat. Jangan bertandang terlalu pagi atau terlalu malam. Bisa-bisa tuan rumah belum siap atau malah sudah terlalu capek karena seharian menyambut tamu. Waktu yang pas adalah di atas pukul 10.00 dan sebelum pukul 20.00.
3. Santaplah kue atau hidangan yang disajikan secukupnya, jangan terlalu banyak. Pasalnya, Anda tentu masih punya jadwal berkunjung ke lain tempat. Jika Anda sudah terlalu kenyang di satu tempat, di tempat lain Anda tentu akan merasa tak nyaman. Begitu juga soal minum.
4. Jangan terlalu lama bertamu sekalipun yang Anda kunjungi adalah kerabat dekat. Lain halnya jika memang Anda berniat menginap di rumah kerabat. Ingat, tamu yang datang bukan hanya Anda seorang. Jadi, beri kesempatan tuan rumah untuk menyambut tamu-tamu yang lain.
5. Tak perlu membawa banyak bingkisan. Kalau memang Anda berniat membawa bingkisan, sebaiknya bawalah bingkisan yang tak terlalu besar. Selain repot membawanya, tuan rumah biasanya juga tak menyiapkan tempat khusus untuk menyimpan bingkisan. Kalau perlu, kirimkan bingkisan atau parsel Lebaran jauh-jauh hari. Hemat tempat sekaligus praktis.
6. Jangan terlalu banyak membawa "pasukan". Kalau yang Anda kunjungi adalah tetangga sebelah sih enggak masalah. Tapi, jika yang Anda kunjungi adalah kerabat yang rumahnya cukup jauh, rombongan besar sering kali menyulitkan tuan rumah. Ajaklah anggota keluarga secukupnya saja. Misalnya, suami dan si bungsu. Itu pun jika si kecil bukan tipe anak yang rewel. Yang tak kalah penting, jangan berlama-lama bertandang, apalagi dengan rombongan besar. Selengkapnya.....

ANDREA HIRATA : "FILM LASKAR PELANGI, SAYA PERSEMBAHKAN BAGI MUHAMMADIYAH"

“Selain sebagai gerakan ppendidikan, Muhammadiyah juga sebagai gerakan budaya, film juga merupakan komponen penting dari budaya, dan film Laskar Pelangi bagi saya merupakan persembah saya pada Muhammadiyah,” tegas Andrea Hirata, penulis novel Laskar Pelangi, saat di hubungi redaksi muhammadiyah.or.id melalui sambungan telepon, Jum’at (27/09/2008).
Menurut Andrea, Film Laskar Pelangi merupakan Film yang sangat Muhammadiyah, dimana banyak nilai-nilai pendidikan Muhammadiyah yang tertanam di setiap pendidikan dasarnya termuat dalam film tersebut. “Syukur alhamdulillah setelah berpuluh-puluh tahun akhirnya Muhammadiyah punya film, dan melalui film ini, saya ingin memperkenalkan nilai-nilai pendidikan Muhammadiyah yang selama ini saya dapat melalui pendidikan dasarnya,” jelas Andrea.
Lebih lanjut menurut Andrea, berkaitan dengan peluncuran film Laskar Pelangi mulai tanggal 25 Sepetember 2008, adalah peluang besar bagi Muhammadiyah untuk memperlihatkan, betapa hebat dan mulia nilai-nilai yang selama ini dikembangkan dalam diri Muhammadiyah. “Saya harap film ini wajib ditonton warga Muhammadiyah, bagi yang tua maupun muda, karena banyak pesan yang terkandung di dalamnya. Buku Laskar Pelangi, buku yang sangat Muhammadiyah, telah menjadi buku terlaris dalam sejarah Indonesia, Film Laskar Pelangi, film yang sangat Muhammadiyah, sepanjang saya dengar kemarin, juga mencatat penonton terbanyak pada pemutaran film perdana di Indonesia,” ungkap Andrea.(mac) Selengkapnya.....

HEBOH SUSU CINA BERMELAMIN, KEMBALI AJA KE ASI

Yogyakarta- Berkaitan dengan ditariknya produk-produk Cina yang ditarik dari dari peredaran, akibat isu produk makanan dan minuman terlebih lagi susu yang ada dan berasal dari China yang disinyalir mengandung melamin, masyarakat haruslah lebih selektif lagi dalam mengkonsumsi makanan dan minuman.
Demikian diungkapkan Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Bambang Edi S, dalam diskusi bersama yang berlangsung di kampus terpadu UMY, kamis (25/09). Dosen yang juga Dokter spesialis anak tersebut menegaskan kepada masyarakat untuk tidak mengkonsumsi makanan atau minuman yang tidak ada izinnya atau juga yang masih belum selesai diteliti. “Kalau membeli makanan atau minuman, perhatikanlah apa ada nomor seri depkesnya atau tidak,” tutur dia.
Lebih lanjut Bambang mengingatkan pada ibu-ibu, khususnya yang memiliki bayi di bawah enam bulan untuk mengkonsumsi minuman terbaik untuk bayi, yakni ASI. “Mungkin hikmah yang dapat diambil dari kejadian ini adalah ibu-ibu diharuskan untuk kembali ke ASI. Karena ASI merupakan yang terbaik bagi bayi. Aman, sehat, dan ekonomis tentunya,” jelas Bambang.
Masyarakat tidak usah terlalu cemas dengan isu yang sekarang beredar, yang paling berhak untuk mengeluarkan pendapat menentukan kualitas makanan dan minuman adalah departemen kesehatan, dengan melihat juga apa keputusan WHO. Release dari depkes yang diumumkan langsung oleh Dr. Siti Fadilah Supari, Menkes RI juga menegaskan bahwa tidak ada susu formula (susu untuk bayi) di Indonesia yang diimpor dari China. Menkes membenarkan bahwa ada satu produk susu berasal dari China, tapi itu susu untuk orang dewasa, yakni susu bubuk full cream merk Guozhen. Terkait ke-28 produk yang sedang ditarik dari peredaran, Bambang mengusulkan kepada masyarakat untuk menahan diri dan menunggu terlebih dulu hasil penelitian dari Badan POM. “Masyarakat juga harus jeli, kalau menemukan produk makanan dan minuman yang tidak mempunyai ijin edar dari BPOM termasuk susu yang berasal dari China seyogyanya melapor ke Unit Layanan BPOM,” tandas dia.(mac) Selengkapnya.....

MIMPI INDAH LEWAT SAYURAN

Ingin terhindari dari mimpi buruk dan merasakan lebih banyak mimpi indah? Mulai sekarang, coba atur pola makan. Menurut penulis dan ahli diet makrobiotik, Michio Kushi dalam bukunya What Dreams Reveal About Your Health, Relationships, Fortune and Destiny, ternyata mimpi buruk ada hubungannya antara yang Anda makan beberapa jam sebelum tidur.
Jika banyak meminum air putih, maka Anda akan bermimpi tentang genangan air atau bahkan banjir. Banyak memakan yang pedas, maka mimpi Anda tidak akan jauh dari api atau kebakaran. Makanan berupa daging merah, minuman manis dan beralkohol juga bisa membuat Anda bermimpi buruk sepanjang malam.
Nah, agar selalu mendapatkan mimpi yang menyenangkan, konsumsilah makanan yang baik dan berpengaruh positif terhadap tubuh kita. Misalnya, apel, pir dan sayuran segar Selengkapnya.....

Kamis, 25 September 2008

TPFB MUHAMMADIYAH SELENGGARAKAN GESETA FLU BURUNG DI SEMBILAN PROVINSI

Warga Sanden Bantul, dalam GASETA Flu BurungJakarta - Dalam kurun dua tahun Tim Penanggulangan Flu Burung (TPFB) Muhammadiyah telah berhasil membentuk 7000 jaringan relawan yang tersebar di 8 propinsi di Indonesia, yaitu Sumatera Utara, Lampung, Banten, Jawa Barat , Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur dan Bali. Untuk memberikan penyadaran yang berkelanjutan kepada masyarakat, TPFB Muhammadiyah beserta jaringannya akan melakukan Gerakan Serempak Tanggap Flu Burung di 9 Propinsi dengan tema Gerakan Serempak Tanggap Flu Burung (GESETA) pada Ahad (23/08/2008), demikian disampaikan panitia melalui releasenya kepada muhammadiyah.or.id.

Kegiatan ini di Jakarta sendiri berlangsung Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jl Menteng Raya no. 62 dengan macam kegiatan Jalan Sehat mengintari lapangan Monas dari sekitar stasiun Gambir, lomba memasak unggas dan lomba mewarnai untuk anak-anak. Selain itu ada gerakan cuci tangan dan gerakan desinfektan yang kesemuanya dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup bersih dan sehat serta meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penyebaran dan penularan virus Flu Burung.

Sementara itu, di Sanden – Bantul dipilih menjadi pusat GESETA untuk daerah DI Yogyakarta. Dengan mengambil wilayah di Murtigading Sanden Bantul atau Gerakan serentak Tanggap Flu Burung ini diikuti oleh kurang lebih 1500 warga dimulai dengan Jalan sehat bersama Pukul 07.00 WIB dengan start dari balai desa dengan rute Kota kecamatan Sanden. Jalan Sehat di lepas oleh Panitia dan diikuti bersama Pejabat Pemerintahan Mulai dari tingkat Desa Sampai Propinsi. Selama dalam rute jalan sehat peserta di beri paket selebaran yang kemudian di bagikan kepada warga yang menonton di sepanjang jalan.

Dalam jalan sehat ini selain diiringi Drumband Gita Surya “ SMP Muhammadiyah Sanden juga di meriahkan adanya Patung Replika Ayam Besar yang di buat oleh Relawan Desa TPFB Muhammadiyah Bantul. Setelah jalan sehat di teruskan dengan cuci tangan massal yang melibatkan semua peserta. Untuk lomba memasak diikuti oleh 30 regu dimana masing2 regu terdiri dari 3 orang. Dalam lomba masak berbahan ayam ini selain aspek kreatifitas dan nilai rasa yang lebih diutamakan oleh tim yuri adalah proses memasak semenjak daging mentah sampai penyajian dimana semua aspek harus bebas dari ancaman flu burung.

Pimpinan wilayah Muhammadiyah DIY yang di wakili H.Abunda Faraouk dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Geseta ini adalah bagian dari pada upaya Muhammadiyah untuk selalu memberi tauladan terdepan dalam hal penyadaran Umatnya terhadap semua bahaya yang bisa mengancam umat manusia khususnya Flu Burung dimana Indonesia menduduki rangking pertama untuk kematian manusia akibat Flu Burung di dunia. Diharapkan dengan geseta ini kesadaran masyarakat selalu meningkat untuk selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan. (arif). Selengkapnya.....

SEMUA PRODUK SUSU DARI CINA DISEGEL BPOM

Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memutuskan untuk mengamankan sementara semua produk dari China yang mengandung susu. Hal ini dilakukan BPOM untuk melindungi masyarakat terkait tercemarnya beberapa produk susu asal China oleh zat melamine.

"Saat ini semua produk dari China yang mengandung susu saya perintahkan untuk diamankan, disegel sementara," ungkap Kepala BPOM Husniah Rubiana Thamrin Akib usai raker dengan Komisi VIII di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (23/9/2008).

Meski demikian, lanjut Husniah, hal ini dilakukan BPOM bukan karena produk asal China di Indonesia mengandung melamine. Namun lebih karena BPOM tidak ingin ada hal-hal yang membahayakan masyarakat.

"Kita sedang mengambil sampel-sampel di pasar untuk diuji di laboratorium. Termasuk permen, es krim dan sebagainya," papar Husniah tanpa mau menyebutkan produk yang diamankan itu.

Singapura dan Malaysia sudah terlebih dahulu melarang peredaran makanan dan minuman dari Cina yang mengandung susu. Salah satu produk yang mereka larang adalah permen White Rabbit yang juga beredar bebas di Indonesia.
(gah/nrl) Selengkapnya.....

PRODUK MAKANAN CINA BERMELAMIN MASIH BEREDAR

JAKARTA -- Kendati sudah diumumkan ditarik dari peredaran, sejumlah produk makanan berbahan baku susu asal Cina masih ditemui di sejumlah pusat belanja besar. Pengelola umumnya beralasan belum memperoleh instruksi resmi untuk menarik produk-produk tersebut.
Di Carrefour Pasar Minggu, Jakarta Selatan, misalnya, Tempo masih menemukan produk seperti Oreo Stick Wafer, Oreo Cokelat Sandwich Cookies, dan M&M Cokelat Susu terpajang di rak. Pemandangan serupa dijumpai di gerai Indomaret, Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat. Di sana masih ditemukan produk makanan yang masuk daftar penarikan, seperti Oreo serta Meiji Indoeskrim Gold Monas Rasa Cokelat dan Vanilla.
Di Hypermart Puri Indah, Jakarta Barat, Tempo mendapati sedikitnya tiga makanan, yaitu permen cokelat M&M's, cokelat batangan Snickers, dan Oreo. Berdasarkan keterangan di label, ketiganya diproduksi di Cina.
Kemarin pemerintah secara resmi mengumumkan bahwa 19 produk makanan Cina yang mengandung susu akan diamankan sementara. "Produk-produk itu akan disegel di tempat sambil menunggu uji laboratorium," kata Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Husniah Rubiana Thamrin. Dia meminta masyarakat mewaspadai produk makanan mengandung melamin yang masuk dari Singapura.
Husniah memastikan produk makanan yang akan diamankan adalah yang menggunakan bahan baku susu dari Cina. "Produk dengan nama dagang yang sama dan diproduksi di dalam negeri tetap boleh beredar."
Direktur Corporate Affair PT Carrefour Indonesia Irawan D. Kodam membenarkan pihaknya masih menjual produk-produk yang diumumkan akan ditarik Badan Pengawas Obat dan Makanan. "Kami masih menunggu instruksi secara resmi," kata dia.
Menurut Irawan, kabar penarikan makanan berbahaya baru diketahuinya dari media massa. Kabar itu, kata dia, tidak bisa langsung dieksekusi manajemen sebelum pemerintah mengirim surat pemberitahuan resmi kepada Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo).
Baidowi, kepala toko Indomaret Jalan Margonda, juga mengatakan hal serupa. "Sampai saat ini saya belum mendapat instruksi apa pun."
Pengelola Giant Poins Square, Lebak Bulus, menyatakan tidak menarik semua produk Oreo. "Produk yang ditarik hanya produk impor dari Cina," kata Asisten Manajer Marketing Giant L. Chandra.
Di Jawa Timur, petugas Badan POM Surabaya menyita dua jenis Wafer Sticks Oreo di Carrefour Bubutan.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia Thomas Darmawan meminta Badan POM membedakan produk impor dengan produk lokal. "Seharusnya yang boleh disegel adalah produk impor yang memiliki tanda ML (merek luar) pada kemasannya," katanya Selengkapnya.....

iNDONESIA PERLU TERAPKAN PERTANIAN ORGANIK

“Ribuan varietas padi lokal telah lenyap dari ladang petani, ini dampak dari pemaksaan kepada petani untuk menanam padi varietas unggul nasional. Pemaksaan kebijakan pemerintah kepada petani sudah dimulai sejak lama pada pemerintahan orde baru,” ungkap Ir. Agus Nugroho Setiawan, M.P. dekan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FP UMY), saat wawancara di ruangannya, Senin (15/09/2008).

Agus menambahkan, program dari pemerintah orde baru untuk mewajibkan petani Indonesia untuk menanam padi varietas unggul ini, terkait dengan Pembangunan Lima Tahun (PELITA) yang memprioritaskan pada swasembada pangan, di tahun 1984. Menurutnya, Indonesia memiliki padi asli Indonesia yang bernama javanica, karena sudah 20 tahun sejak adanya program orde baru tersebut, varietasnya sudah hilang.

Keunggulan dari padi produk asli Indonesia ini, rasanya lebih enak dibanding dengan varietas unggul yang sekarang ini sedang menjadi persoalan, kata Agus. Agus juga menambahkan, padi jenis ini (javanica) mudah sekali untuk ditanam dimana saja, karena sumber plasma nutfahnya memang alami, dan sudah sangat cocok di wilayah Indonesia yang letak geografisnya beraneka-ragam. Berbeda dengan padi-padi sekarang seperti IR 64, dan rojo lele, saat ditanam di tempat yang begitu basah tidak mau tumbuh, ujarnya. Dia menjelaskan, kelemahan dari padi asli Indonesia ini, memiliki umur tanam yang cukup lama (5-6 bulan), untuk mengejar predikat Indonesia “swasembada pangan” di waktu itu, almarhum Soeharto tidak menggunakn jenis padi ini. Kedua, javanica tidak tahan dengan hama, seperti belalang, dan wereng.

Agus memberikan komentar mengenai pola pengembangan sistem yang dilakukan oleh pemerintahan di zaman orde baru, sistem yang digunakan waktu itu sangatlah bagus, dan bertujuan langsung kepada petani seperti bimbingan masyarakat (BIMAS), intensifikasi masyarakat (IMAS), intensifikasi khusus (INSUS), dan super INSUS. Kelemahan pada sistem yang digunakan pada zaman orde baru, yaitu pemerintah saat menerapkan pola sistem tersebut tidak melihat kondisi dari si petani, maksudnya sistem pertanian yang dilakukan saat itu sangatlah tradisional, kata Agus. Alhasil, di tahun 1984 Indonesia menyandang swasembada pangan, lalu tahun 1985-1986 Indonesia sudah tidak menyandang lagi predikat tersebut, ujar Agus. Di sisi lain, pemerintah ingin meuniversalkan program tersebut, tetapi tidak melihat kondisi lingkungan Indonesia, ujarnya. Lingkungan Indonesia ada yang berbatu, banyak air, dan kurang air, hal tersebut tidak dapat diseragamkan dalam satu program penanaman, tambahnya.

Terkait dengan itu, Agus berargumen, saat ini pemerintah Indonesia sedang berusaha mengembalikan predikat Indonesia dengan swasembada pangannya. Dengan cara menciptakan berbagai padi varietas unggul, dan Varietas Unggul Tahan Wereng (VUTW), yang harapannya memiliki umur tanam 3,5-4 bulan. Tetapi pemerintah perlu sadar, hingga sekarang petani di Indonesia masih menggunakkan sistem pertanian yang tradisional, belum memiliki pengetahuan mengenai sistem pertanian modern. Dia mencontohkan mengenai petani tradisional di Indonesia, saat menanam benih padi seharusnya dalam satu lubang ditanam benih maksimal dua, tetapi di Indonesia satu lubang ditanam 10 benih. Ini tugas dari pemerintah, pemerintah jangan hanya menciptakan suatu varietas baru, seharusnya memikirkan sistem yang akan digunakannya, hingga ke petaninya, tambahnya.

Di akhir pembicaraanya, dekan FP UMY ini memberikan wacana pembangunan pertanian yang seharusnya dipikirkan juga oleh pemerintah, yaitu pertanian organik. Pertanian organik sangat perlu diterapkan di Indonesia, karena manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh manusia, dengan kesehatan pangannya, tetapi juga memperbaiki kondisi lingkungan yaitu tanah di Indonesia. “Pengaplikasian pertanian organik tidaklah susah, segala input berasal dari alam, seperti pupuk dapat diambil dari kotoran hewan, maupun kompos”, jelasnya.(mac) Selengkapnya.....

Senin, 22 September 2008

MANUSIA KAWAT INGIN DIDAMPINGI AHLI FIKIH


SAMARINDA -- Jumlah kawat yang tumbuh dari tubuh bagian dada Norsaidah, 40 tahun, bertambah tiga pada bulan suci Ramadan ini. Kawat tambahan itu menggenapkan jumlahnya menjadi 41 kawat.
Sebelumnya kawat tumbuh lurus, tapi saat ini ikal atau berulir. Bahkan baru-baru ini terdapat dua kawat berbentuk lempengan di perut.
Saat dikunjungi di kediamannya di Jalan Merdeka III, Samarinda Utara, Kalimantan Timur, tubuh sang "manusia kawat" tampak kurus. Senyum sesekali mewarnai wajahnya. Sesekali juga ia bergurau kepada wartawan. "Kabar saya baik," katanya.
Norsaidah mengaku baru pulang dari kampungnya, Sangatta, Kutai Timur. Di Samarinda, ia ingin berlebaran bersama keluarga. "Saya masih belum tahu apa penyakit yang saya derita ini," ujarnya.
Dengan perut ditumbuhi kawat selama 17 tahun, sudah berbagai upaya medis dilakukan, termasuk beberapa kali operasi, namun tidak kunjung sembuh. Malah, selama setahun terakhir ini, Norsaidah merasakan keanehan lain di kaki kanannya. "Kalau saya tidur miring, kedua kaki saya tak bisa rapat," ujarnya.
Pada awal bulan puasa, Norsaidah mendapat kiriman surat dari seseorang di Saudi Arabia. Dalam amplop cokelat terdapat empat lembar surat dan 41 lembar uang riyal masing-masing senilai 1 riyal.
"Saya diminta membaca surat Yasin sebanyak 41 kali dan membagikan uang riyal ini kepada yatim piatu," ujarnya. Namun, hingga kemarin dia belum bisa melakukannya.
Baru-baru ini, Rumah Sakit Umum Abdul Wahab Sjachranie menawarkan akan mengoperasi Norsaidah, lengkap dengan 10 orang dokter ahli, tapi dia memutuskan belum mampu menerimanya karena trauma. "Kecuali ada kepastian saya bisa sembuh karena saya merasakan sendiri, dioperasi itu sakit," ungkapnya.
Hingga saat ini, Norsaidah memilih menjalani pengobatan alternatif sambil terus berdoa kepada Allah SWT. Jika tepat waktunya, ia siap menjalani pengobatan medis. "Saya ingin didampingi orang yang ahli fikih agar pengobatan berhasil," katanya
Selengkapnya.....

Minggu, 21 September 2008

TANGAN TUHAN DI BALIK VIRUS FLU BURUNG

“Dunia kesehatan kita, beberapa tahun terakhir ini, mengalamimasalah cukup serius, terutama merebaknya beberapa penyakitseperti flu burung. Namun, kita bergembira, pemerintah cukup tanggap dan sigap mengatasinya. Untuk itu, Menteri Kesehatan RI Siti Fadilah Supari layak diacungkan jempol karena telah tampil dengan program dan langkah cepat dan tepat. Sikap tegasnya, khususnya, terhadap pihak luar yang eksploitatif, terutama terhadap virus flu burung yang kemudian dikomersilkan, patut dipuji. Buku ‘Saatnya Dunia Berubah, Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung’ tidak hanya buku masalah kesehatan, lebih jauh buku ini menggambarkan sebuah perjuangan diplomasi untuk menciptakan sistem dunia yang lebih adil dan setara.”
Demikian Prof. DR. M. Din Syamsuddin, Ketua Umum PP Muhammadiyah, memberikan penghargaan pada buku tulisan Menteri Kesehatan RI itu, yang tertulis di bagian luar sampul belakang.Sejak terbitnya, buku itu menjadi pembicaraan di berbagai media internasional, karena dianggap “membongkar” konspirasi pihak Barat terhadap sampel virus flu burung. Diluncurkan pada Ahad, 6 Januari 2008 di Jakarta, buku ini membuat banyak pihak kebakaran jenggot. Dalam bukunya ini Siti Fadilah membuka kedok World Health Organization (WHO) yang telah lebih dari 50 tahun mewajibkan virus sharing yang ternyata banyak merugikan negara miskin dan berkembang asal virus tersebut.
DR. Dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K), Menkes yang hobi meneliti itu menulis, “Namun, ironisnya pembuat vaksin adalah perusahaan yang ada di negara-negara industri, negara maju, negara kaya yang tidak mempunyai kasus flu burung pada manusia. Dan kemudian, vaksin itu dijual ke seluruh dunia, juga akan dijual ke negara kita. Tetapi, tanpa sepengetahuan apalagi kompensasi untuk si pengirim virus, yaitu saudara kita yang ada di Vietnam.“Mengapa begini? Jiwa kedaulatan saya terusik. Seolah saya melihat ke belakang, ada bayang-bayang penjajah dengan semena-mena merampas padi yang menguning, karena kita hanya bisa menumbuk padi menggunakan lesung, sedangkan sang penjajah punya mesin sleyp padi yang modern. Seolah saya melihat penjajah menyedot minyak bumi di tanah air kita seenaknya, karena kita tidak menguasai teknologi dan tidak memiliki uang untuk mengolahnya. Inikah yang disebut neo-kolonialisme yang diramal oleh Bung Karno 50 tahun yang lalu? Ketidakberdayaan suatu bangsa menjadi sumber keuntungan bangsa yang lain?
Demikian jugakah pengiriman virus influenza di WHO yang sudah berlangsung selama 50 tahun, dengan dalih oleh karena adanya GISN (Global Influenza Surveillance Network). Saya tidak mengerti siapa yang mendirikan GISN yang sangat berkuasa tersebut sehingga negara-negara penderita Flu Burung tampak tidak berdaya menjalani ketentuan yang digariskan oleh WHO melalui GISN dan harus patuh meskipun ada ketidakadilan?”Ketidakadilan yang terjadi itu ia jelaskan, “Semenjak 50 tahun lalu, 110 negara di dunia yang mempunyai kasus influenza biasa (seasonal Flu) harus mengirimkan spesimen virus secara sukarela, tanpa ada yang protes. Virus yang diterima GISN sebagai wild virus menjadi milik GISN. Dan kemudian diproses untuk risk assesment dan riset para pakar. Di samping itu, juga diproses menjadi seed virus. Dan dari seed virus dapat dibuat suatu vaksin, di mana setelah menjadi vaksin, didistribusikan ke seluruh Negara di dunia secara komersial! Termasuk negara penderita yang mengirim virus harus membeli vaksin tersebut dengan harga yang hanya ditentukan oleh produsen vaksin yang hampir semuanya bercokol di negara industri yang kaya. Tentu dengan harga yang sangat mahal tanpa mempedulikan alasan sosial kecuali alasan ekonomi, semata. Sungguh nyata, suatu ciri khas kapitalistik.
”Perjuangan Menkes memerangi keserakahan dan ketidakadilan itu terus berlanjut. Menkes bersikap, mulai 20 Desember 2006 Indonesia tidak akan mengirimkan spesimen virus flu burung ke WHO CC lagi, selama mekanismenya masih mengikuti GISN. “Mekanisme yang sangat imperialistik ini harus diubah menjadi mekanisme yang adil dan transparan, sehingga negara penderita tidak sangat dirugikan,” tutur Menkes.Mulai saat itu Menkes akan menegakkan diagnosis flu burung dengan melakukan pemeriksaan di laboratorium Litbangkes, Departemen Kesehatan RI. Meski tidak diakui WHO, “saya tidak peduli,” ujar Menkes. “Saya akan buktikan, Indonesia adalah negara merdeka dan berdaulat yang tidak bisa didikte begitu saja. Saya merencanakan akan membuat early and rapid diagnosis dan vaksin dari virus strain Indonesia secara mandiri atau bekerja sama dengan prinsip kesetaraan dengan negara maju yang mau kerja sama dengan saya sebagai negara berdaulat. Tidak ada kata terlambat untuk memulai membangun bangsa yang bermartabat dan berdaulat.
Indonesia akan memimpin negara-negara sedang berkembang yang selama ini selalu menjadi kurban keserakahan negara-negara maju di bidang kesehatan,” jelas Menkes.Setelah berdialog dan diskusi di berbagai pertemuan hingga ke Jenewa, akhirnya perjuangan Menkes menegakkan keadilan dan mengangkat harkat kemanusiaan itu, membuahkan hasil. “Sekarang saatnya dunia berubah menjadi lebih beradab,” tuturnya.
Ahmad Syafii Maarif meresensi buku Menkes ini, “Seorang anak manusia Indonesia bernama Siti Fadilah Supari sebagai Menteri Kesehatan RI telah melakukan perlawanan sengit terhadap ketidakadilan WHO dan pihak-pihak lain yang terkait dalam penanganan vaksin virus flu burung, tidak saja untuk kepentingan Indonesia, tetapi kemanusiaan secara keseluruhan. Buku ini membeberkan secara berani tetapi jujur bagaimana proses perlawanan itu berlangsung, sehingga Indonesia pada akhirnya menang.”l au
Selengkapnya.....

WORKSHOP NASIONAL ‘AISYIYAH MAJELIS KESEHATAN UNTUK IMUNISASI
















Medan – PP Aisyiyah Majelis Kesehatan & Lingkungan Hidup menggelar kegiatan workshop dan koordinasi Implementasi Program Peningkatan Cakupan Imunisasi di Jakarta (29-30/8-2008). Workshop dan koordinasi yang berlangsung di Gedung BKKBN Jakarta itu selain dihadiri 8 utusan wilayah se-Indonesia juga dihadiri mitra kerja PP Aisyiyah, yakni dari MCCI/IP lembaga donor USAID yang memberikan perhatian pada upaya peningkatan cakupan imunisasi di Indonesia.

Delapan utusan PW Aisyiyah Majelis Kesehatan dan Lingkungan Hidup (MKLH) itu adalah : Sumatera Utara, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan. Diharapkana dengan workshop dan koordinasi antara PP Aisyiyah, PW Aisyiyah dan MCCI/IP maka program implementasi peningkatan cakupan imunisasi di daerah akan lebih baik. Dua utusan PWA Sumatera Utara adalah Ir. Suryawati MS (Ketua) dan Yuniar R. Yoga (Sekretaris).

Ketua panitia workshop dan koordinasi Dra. Hafni Rohmah SKM., MA., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya menyamakan visi program agar lebih focus. Masalah yang dihadapi adalah masih rendahnya kesadaran orangtua untuk melakukan imunisasi balitanya. Diharapkan kedepan, program ini akan lebih focus dan terukur, semakin baiknya komunikasi antara wilayah dan daerah, semakin meningkatnya peran motivator ‘Aisyiyah dilapangan.

Sedangkan Ketua PP Aisyiyah Majelis Kesehatan dan Lingkungan Hidup (MKLH) Noor Rachmah P menjelaskan makna dari Surah An-Nisa ayat-9, agar kita tidak meninggalkan anak-anak dalam keadaan yang lemah. Noor Rachmah juga mengatakan, Aisyiyah memiliki tanggung jawab yang besar dalam upaya menyejahterakan masyarakat lewat program peningkatan kesehatan mereka.

Sementara itu, Direktur Advokasi MCCI/IP (USAID) Mahyun Pudja, peran serta Aisyiyah sangat besar, khususnya di akar rumput, untuk mendorong orangtua yang memiliki balita dalam melakukan imunisasi balitanya.

Mahyun Pudja mengingatan Aisyiyah di Wilayah (Provinsi) dan daerah (Kabupaten/Kota) untuk meningkatan komunikasi yang lebih intens antara wilayah dan daerah dan melakukan garapan pada area yang spesifik menjadi garapan Aisyiyah. MCCI/IP itu mengingatkan, bila Aisyiyah dalam proses kegiatannya memiliki program yang spesifik dapat melakukan koordinasi dengan MCCI/IP di wilayah untuk dikembangkan menjadi program baru.

Pada kegiatan workshop ini berlangsung panel yang dipandu oleh Dr. Nancy Dian Anggraini dri Sub Direktorat Imunisasi Ditjen PP-PL Depertemen Kesehatan dengan topic bahasan Tantangan dan Strategi Peningkatan Cakupan Imunisasi. Panel kedua dipandu oleh Direktur MCCI/IP Mayun Pudja dengan topic Startegi dan Implementasi Program MCCI/IP dalam peningkatan cakupan imunisasi. Panel ketiga dipandu oleh Dr. Hj. Masyitoh Chusnan M.Ag dengan topic Landasan Ideal, Visi dan Misk Aisyiyah. Panel ke empat diisi oleh Dr. Atikah M.Zaki Mars dengan topic Program Qiriyah Thoyibah Bidang Kesehatan & Lintas Majelis.

PW Aisyiyah Majelis Kesehatan & Lingkungan Hidup (MKLH) Sumatera Utara dalam kerjasamanya dengan PP Aisyiyah dan MCCI/IP ini telah melakukan kegiatan peningkatan cakupan imunisasi di 8 (delapan) daerah yakni Deli Serdang, Langkat, Medan, Serdang Bedagai, Simalungun, Labuhan Batu, Tapanuli Selatan dan Asahan. Di delapan daerah ini, Aisyiyah melakukan kerjasama dengan lintas ortom dan amal usaha memberikan motivasi dan mobilisasi peran melalui berbagai kegiatan persyarikatan (yuni)
Selengkapnya.....

Sabtu, 20 September 2008

SKANDAL SUSU TERCEMAR CINA MELUAS

Malaysia hentikan semua susu impor dari Cina.

BEIJING -- Skandal susu bubuk tercemar di Cina kemarin bertambah luas setelah pemerintah menemukan melamin, bahan kimia industri yang biasa digunakan untuk plastik, dalam susu cair produksi tiga perusahaan susu utama di Negeri Panda itu.
Perkembangan itu merupakan lanjutan dari kasus merebaknya susu bubuk tercemar melamin yang menyebabkan tiga bayi meninggal dan lebih dari 6.200 bayi menderita penyakit ginjal. Melamin tak punya nilai nutrisi tapi kaya nitrogen, sehingga bila dicampur dengan susu akan membuat kadar protein susu seolah lebih tinggi dari aslinya.
Badan Administrasi Supervisi Kualitas, Inspeksi, dan Karantina (AQSIQ), pengawas mutu di Cina, telah menguji susu cair dari tiga perusahaan susu. Mereka menemukan bahwa 10 persen susu dari Mengniu Dairy Group and Yili Industrial Group, dua perusahaan susu terbesar di sana, mengandung 8,4 milligram melamin per kilogram susu. Mereka juga menyatakan susu dari Bright Dairy di Shanghai tercemar.
"AQSIQ akan menyelidiki dengan ketat alasan penambahan melamin itu dan menghukum dengan keras pihak-pihak yang bertanggung jawab," kata badan itu. Mereka juga menyatakan bahwa semua merek yang terbukti positif tercemar itu telah ditarik dari peredaran.
Pengumuman itu mengundang reaksi cepat dari rantai grosir Hong Kong, PARKnSHOP dan Wellcome, yang menarik semua susu cair produk Mengniu dari rak tokonya. Kamis lalu, Hong Kong menarik susu, yogurt, es krim, dan produk lain yang dibuat oleh Yili Industrial Group Co.
Starbucks Corp mengumumkan bahwa 300 kafenya di daratan Cina telah menarik susu yang disuplai oleh Mengniu. Starbucks menyatakan tak ada karyawan atau pelanggan yang jatuh sakit karena susu ini.
Skandal susu itu merebak setelah muncul keluhan atas susu bubuk produk Sanlu Group, salah satu pabrik susu terkenal dan terhormat yang berbasis di Shijiazhuang, Provinsi Hebei.
Kasus itu segera membesar setelah pengujian yang dilakukan pemerintah terhadap produk susu bubuk dari 22 perusahaan ternyata mengandung melamin. Dua dari perusahaan yang terlibat itu juga mengekspor produknya ke Bangladesh, Yaman, Gabon, Burundi, dan Burma.
Malaysia, meski secara resmi tidak mengimpor susu dari Cina, telah menerapkan "mekanisme tingkat 6" untuk menghentikan semua produk susu dari Cina. Menteri Kesehatan Malaysia Datuk Liow Tiong Lai mengatakan, melalui mekanisme ini, semua produk susu yang datang dari Cina melalui enam pos menuju Malaysia akan segera dihentikan dan dikembalikan.
Adapun pemerintah Indonesia belum beraksi lebih jauh. Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Direktorat Jenderal Peternakan Turni Rusli Syamsudin mengatakan hingga kemarin belum ada laporan masuknya merek-merek susu formula atau bahan mentah susu dari Cina.
Pihaknya, kata Turni, akan terus memantau keadaan bersama Badan Pengawasan Obat dan Makanan, tapi belum menerapkan kebijakan baru untuk mengantisipasi masuknya bahan mentah pembuatan susu formula dari Cina. "Kami tidak menutup pintu masuk, tetapi mengacu kepada syarat teknis dan prosedur yang harus dipenuhi," ujarnya. XINHUA
Selengkapnya.....