Rabu, 04 Maret 2009

DEMI LUPUS, 10 PEREMPUAN TANCAPKAN MERAH PUTIH DI PUNCAK KALIMANJARO


JAKARTA, RABU - Sepuluh perempuan Duta Lupus berhasil menancapkan bendera merah putih di Uhuru, puncak tertinggi gunung Kilimanjaro, Tanzania. Peristiwa bersejarah itu terjadi pada 22 Februari 2009 .
"Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan penyakit lupus kepada masyarakat luas. Selain juga sebagai wadah penggalangan dana bagi penderita lupus," kata Amalia Yunita, salah satu pendaki di Jakarta, Rabu (4/3).

Kenapa yang berangkat adalah para perempuan, kata Amalia, karena 95% penderita lupus adalah perempuan.
Penderita lupus di Indonesia yang terdaftar pada Yayasan Lupus Indonesia (YLI), sebagaimana dikatakan oleh Juru Bicara YLI Ayu Bisono sejumlah 8.000 orang, dengan tingkat kematian hampir 60%. Jumlah itu hampir seluruhnya dari Pulau Jawa, karena masih kurang sosialisasi di daerah-daerah.
"Yang kurang sosialisasi bukan hanya masyarakat tetapi juga para dokternya. Untuk itulah yayasan ini dibentuk," kata Ayu.
Ketika ditanya berapa dana yang telah terkumpul melalui kegiatan ini, Ayu mengatakan masih belum terkumpul. Dana yang masuk dari sponsor dan donatur-donatur yang mendengar dan melihat aksi sepuluh perempuan pendaki Gunung Kilimanjaro.
"Pada pendakian yang pertama tahun 2006 di Kalla Pathar Pegunungan Himalaya terkumpul dana 100 juta rupiah. Untuk saat ini kita masih tunggu sampai 10 Mei mendatang saat hari lupus sedunia. Tapi setidaknya sudah ada 1.000 dollar Amerika dari sepuluh pendaki tersebut," kata Ayu.
Selain pendakian gunung, Ayu menuturkan, hari lupus akan diisi dengan seminar tentang lupus bagi masyarakat luas dan dunia medis, malam renungan pada sehari sebelum hari lupus dan pembagian buku saku tentang lupus kepada masyarakat luas. (kps)

Tidak ada komentar: