Selasa, 14 Juni 2011

Aisyiyah Bantu Program Pemkab Penajam Paser Utara


PENAJAM- Personal Implementing Coordinator (PIC) Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar workshop Wit District Stakeholder selama dua hari yang berakhir kemarin di Hotel Kalimantan, Penajam.

Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah PPU Ema Wahyuni Agoes mengatakan, kegiatan ini membahas tentang penanggulangan penyakit malaria di Kabupaten PPU. “Kami ingin membantu program pemkab dalam pemberantasan penyakit malaria.

Karena beberapa lokasi masuk dalam endemis penyakit tersebut seperti Desa Bukit Subur, Kecamatan Penajam dan Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku. Dua daerah itu menjadi target PIC Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) untuk dihijaukan atau desa bebas malaria,” papar Ema Wahyuni.

Dijelaskannya, kegiatan dimulai dengan pengumpulan data sekunder tentang daerah endemik dari Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Pemprov Kaltim dan kabupaten di wilayah Kaltim dan Sulawesi. Dari data itu diperoleh Kabupaten PPU dikategorikan daerah merah atau klasifikasi kabupaten dengan tingkat endemis tinggi.

Karena itu Pimpinan Daerah Aisyiyah PPU merekrut kader yang terdiri puskesmas dan perangkat desa se kabupaten untuk membentuk Pos Malaria Desa (Polmas Desa) yang difungsikan sebagai tempat melapor jika ditemukan masyarakat yang terserang penyakit malaria.
”Dari hasil itu kemudian menjadi bahan pertimbangan Global Fund (GF) untuk membebaskan masyarakat yang memiliki daerah endemis. Jadi, peserta sepakat tugas dan peranan kader melakukan kerjasama dalam dalam penanggulangan kejadian luar biasa (KLB),” pungkasnya.(*/pam)