Senin, 09 Februari 2009

KEBAKARAN SEMAK BELUKAR PALING MEMATIKAN LANDA AUSTRALIA, 93 TEWAS

Angka kematian dalam kebakaran semak belukar hebat Australia menjadi 93 orang, Minggu (8/2), menjadikannya kebakaran semak belukar paling mematikan dalam sejarah Australia, kata polisi.

Kebakaran hebat itu melalap beberapa kota-kota di bagian utara Melbourne Sabtu malam (7/2), menewaskan sejumlah orang di dalam mobil-mobil mereka ketika mereka berusaha menyelamatkan diri atau mereka berlindung di rumah mereka di mana ratusan rumah musnah. Ribuan petugas pemadam kebakaran masih berjuang keras memadamkan puluhan titik api di Victoria dan negara bagian New South Wales Minggu malam.

Tragedi kebakaran semak belukar terburuk sebelumnya terjadi pada 1983 ketika 75 orang tewas dalam kebakaran “Ash Wednesday”.

Kebakaran ini merupakan yang terburuk dalam tiga dekade terakhir, dan menjadi sangat sporadik karena angin kencang yang menyebarkan percikan api ke kota-kota kecil dan ladang di dekat Kota Melbourne.

Pihak kepolisian memperkirakan korban jiwa kebakaran semak kali ini dapat terus bertambah karena proses pencarian korban kebakaran yang terjadi sejak Sabtu (7/2) hingga Minggu di utara Melbourne belum rampung dilakukan.

Kebakaran semak awal Februari ini merupakan yang terburuk kedua setelah kebakaran pada 1983 "Ash Wednesday" yang mengakibatkan 75 orang tewas.

Pemerintah Australia telah mempersiapkan tentara dalam status siaga dan menyediakan dana bantuan tanggap bencana, namun di pihak lain pemerintah juga mendapat desakan dari kalangan penggiat lingkungan agar lebih memperhatikan kebijakan perubahan iklim.

Australia diminta supaya menggalakkan kebijakan-kebijakan di sektor perubahan iklim, agar resiko bencana musim panas semacam ini bisa dikurangi.

Ribuan orang yang tergabung sebagai tenaga pemadam kebakaran memerangi api, yang menurut saksi ada yang mencapai ketinggian gedung empat lantai, berkecepatan bak kereta api, dan meluas di sepanjang kaki langit.

"Api melaju seperti peluru," ujar Darren Webb-Johnson, seorang warga yang tinggal di kota kecil Kinglake, dalam wawancara dengan Sky TV.

"Kantor pusat pelayanan hangus, restoran di seberang jalan hangus, sekitar 80 persen di kota ini hangus terbakar," kata dia.

Banyak korban jiwa yang telah dikonfirmasi ternyata terperangkap di mobil, mencoba untuk mengungsi.

Kebakaran liar adalah peristiwa tahunan di Australia, namun kali ini kebakaran terjadi karena kombinasi cuaca yang sangat panas, kemarau, dan semak yang sangat kering.

Kebakaran yang terjadi sekitar 80 kilometer utara kota Melbourne ini melanda kota kecil dan pedesaan. Lebih dari 20 orang mendapat perawatan di rumah sakit karena kebakaran ini.
Dari total korban jiwa yang sudah dikonfirmasi, polisi meyakini mereka meninggal akibat kebakaran pada hari Sabtu.

Sekitar 12 korban tewas di sekitar Kinglake, lokasi yang paling parah tertimpa musibah.

Kebakaran semak belukar di Victoria ini melanda area yang luasnya awalnya sekitar 3.000 hektar. Mayoritas kawasan yang terbakar merupakan taman nasional, yang terbakar pada hari Sabtu kemarin saat suhu mencapai nyaris 50 derajat Celsius.

Dalam hitungan jam, kebakaran telah melalap lebih dari 30.000 hektar setelah angin berbelok arah.(Ant/Rtr/AFP/hr)

Tidak ada komentar: