Senin, 09 Februari 2009

KIKIS INKONSISTENSI PENYAKIT MENTAL MASYARAKAT ZAMAN INI

Gubernur Jambi H Zulkifli Nurdin minta masyarakat harus mengikis sifat inkonsistensi yang sering menjadi salah satu penyakit mental masyarakat sehingga hasil kerja yang dicapai juga menjadi kurang baik.

"Penyakit inkonsistensi itu harus kita hilangkan, dan mulai ditanamkan nilai-nilai baik termasuk kejujuran. Jika kejujuran itu sudah terbentuk dan tertanam kuat sejak dini, nilai-nilai itu tidak mudah hilang dengan godaan sesaat," katanya di Jambi, Selasa.

Pernyataan tersebut dikemukakan Zulkifli saat meresmikan Kantin Kejujuran SMA Negeri 2 Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi dan pencanangan 73 Kantin Kejujuran di SMA, SMK, dan SMP se-Kabupaten Tebo, Selasa, didampingi Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi Daniel Tombe, Bupati Tebo Madjid Muaz.

Lebih lanjut, Gubernur menjelaskan, pembentukan kantin-kantin kejujuran antara lain bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran sejak dini, dan menjadi salah satu media untuk bersikap sportif, bertanggung jawab, tidak berbuat curang, dan menghindari perbuatan tidak terpuji.

"Kejujuran ini juga akan membentuk sikap menghormati norma-norma atau tata nilai dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara," ujarnya.

Para murid atau siswa sebagai generasi penerus harus memiliki moral dan intelektual yang baik sebagai calon-calon pemimpin masyarakat, mereka harus memahami norma-norma yang ada, termasuk norma-norma hukum yang berlaku dan seharusnya dijalankan.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi Daniel Tombe mengatakan, pendirian Kantin Kejujuran di sekolah-sekolah dapat membentuk sikap mental yang positif dan kepribadian yang jujur di kalangan pelajar, dan sebagai media yang cukup efektif dalam menumbuhkembangkan rasa tanggung jawabnya sebagai kader atau calon pemimpin bangsa.

"Sifat jujur dan malu berbuat curang akan sangat membantu upaya-upaya meminimalisir perbuatan bersifat koruptif," katanya.

Tidak ada komentar: