Rabu, 11 Februari 2009

SILIKON CAIR BISA SEBABKAN KEMATIAN

Jakarta, Kompas - Bagi mereka yang berniat mengubah bagian-bagian tertentu tubuhnya, seperti hidung, dagu, dan payudara, sebaiknya mewaspadai tawaran suntik silikon cair. Silikon cair adalah zat yang berbahaya jika dimasukkan ke dalam tubuh karena ia sebenarnya pelumas/minyak mesin. Jika dipakai dalam jumlah besar, zat itu dapat mengakibatkan kematian.

”Sangat susah mengeluarkan silikon cair dari tubuh. Karena itu, kalau ingin mengubah atau memperbaiki bagian-bagian badan, sebaiknya melakukan bedah plastik karena lebih aman,” kata spesialis bedah plastik Rumah Sakit Kanker Dharmais, dr Irena Sakura Rini MARS SpBP, di Jakarta, Selasa (10/2).

Dua macam bedah plastik

Bedah plastik cukup dikenal masyarakat terlebih setelah para selebriti memaparkan prosedur bedah plastik untuk memperbaiki penampilan mereka dengan aman. Namun belum banyak yang mengetahui bagaimana bedah plastik sebagai pengembangan Ilmu Kedokteran Bedah dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang.

Bila hal yang tidak diinginkan menimpa kehidupan seseorang, misalnya proses penuaan, pertumbuhan tumor baik jinak maupun ganas pada wajah, payudara atau bagian tubuh lain, bedah plastik dapat digunakan. Bedah plastik juga bisa dilakukan pada korban kecelakaan lalu lintas, luka akibat ledakan bom, luka bakar, kecacatan lahir, maupun keloid pada bekas luka operasi. Operasi plastik ini dapat mengembalikan kepercayaan diri seseorang.

Irena Sakura menjelaskan, bedah plastik berasal dari bahasa Yunani, yaitu plastikos yang artinya membentuk kembali. Bedah plastik sama sekali tidak memakai bahan dasar plastik seperti yang dipikirkan awam, tetapi terlebih merupakan ilmu bedah yang menggabungkan penampilan dan fungsi secara keseluruhan.

Ada dua macam bedah plastik, yakni bedah plastik estetik yang dilakukan untuk memperbaiki penampilan dan bedah plastik rekonstruksi yang dilakukan untuk memperbaiki cacat atau kelainan bawaan lahir, trauma akibat kecelakaan, maupun penanganan pascapengangkatan tumor di payudara atau pipi.

”Jadi, agar aman sebaiknya bedah plastik saja. Jangan memakai silikon cair yang harganya hanya ratusan ribu rupiah, tetapi berbahaya, apalagi kalau silikonoma payudara,” kata Irena Sakura.

Jika silikon disuntikkan ke payudara, yang terjadi kemudian adalah infeksi terus-menerus, memerah, mengeras, atau membatu. ”Silikonnya tidak bisa dibedakan dengan jaringan payudara sehat, operasi untuk mengangkatnya menjadi sulit. Bila jumlahnya besar bisa menyebabkan kematian,” kata Irena Sakura.

Untuk pasien yang mengalami pengangkatan payudara akibat tumor atau kanker payudara, bedah plastik rekonstruksi bisa membantu memperbaiki bentuk payudara. ”Setidaknya perempuan yang mengalami pengangkatan payudara menjadi lebih percaya diri,” tutur Irena Sakura.(LOK)

Tidak ada komentar: