Senin, 01 Maret 2010

Telkom Masuki Bisnis Kesehatan


Jakarta - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk melalui anak perusahaannya, PT Multimedia Nusantara atau Metra, mengambil alih 75 persen saham PT Administrasi Medika. Akuisisi senilai Rp 128,25 miliar ini merupakan akuisisi strategis Telkom guna memasuki bisnis kesehatan elektronik atau e-health.

Vice President Public and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia, Minggu (28/2) di Jakarta, mengatakan, AdMedika adalah perusahaan asing di bidang electronic health care network yang mengombinasikan aplikasi proses klaim dan layanan data online antara pemegang polis dan layanan administrasi asuransi kesehatan.

AdMedika merupakan penghubung perusahaan asuransi, penyedia layanan kesehatan, dan peserta asuransi kesehatan.

Menurut Eddy, Telkom tertarik mengambil alih sebagian besar saham AdMedika karena sesuai dengan rencana akuisisi strategis Telkom untuk membentuk Indonesia Insurance Shared Service Platform (Insurenet).

”Insurenet merupakan sebuah platform kolaborasi dan transaksi secara online untuk meningkatkan efektivitas, produktivitas, dan mutu pelayanan institusi asuransi,” kata Eddy.

Penandatanganan akta jual beli 75 persen saham AdMedika dilakukan pada 25 Februari 2010 antara Metra dan pemilik AdMedika. Dengan menguasai 75 persen saham, Telkom melalui Metra berhak melakukan kendali secara penuh atas AdMedika.

Trikomsel

Jika Telkom merambah ke bisnis kesehatan, PT Trikomsel Oke Tbk justru tetap optimistis dengan peluang di pasar telepon seluler. Pada Februari perseroan membuka kantor cabang baru di lima kota. Langkah ini dilakukan untuk mencapai target pertumbuhan penjualan 20 persen dibandingkan 2009, khususnya untuk ponsel merek Nokia.

”Potensi pasar di dalam negeri masih besar dan banyak daerah yang belum digarap maksimal,” kata Direktur Operasional Trikomsel Oke Distribusi Nokia Ellianah Wati Setiady.

Saat ini jalur distribusi Trikomsel tersebar di 145 kota dan memiliki lebih dari 800 gerai.

Antam

Sementara itu, dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia, Sabtu (27/2), PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengumumkan kinerja keuangan tahun 2009 yang belum diaudit.

Sepanjang 2009, perseroan ini hanya berhasil memperoleh laba bersih Rp 559 miliar. Laba bersih itu anjlok hingga 59 persen dibandingkan laba bersih 2008 yang sebesar Rp 1,36 triliun.

Penurunan laba bersih Antam, produsen nikel, emas, dan bauksit ini, dipengaruhi oleh penurunan volume dan harga jual komoditas yang dihasilkan perseroan. Selama 2009, perseroan membukukan penjualan Rp 8,68 triliun atau turun 9,5 persen dibandingkan 2008 yang mencapai Rp 9,59 triliun. (REI/OSA)