Senin, 05 Juli 2010

Varia Muktamar 1 Abad: Aisyiyah Aceh Bangkit Pasca Tsunami


Yogyakarta - Agenda sidang pleno pertama di hari pertama muktamar ‘Aisyiyah, Minggu (04/07/2010), ini adalah tentang laporan pertanggung jawaban dari berberapa wilayah. Laporan yang paling menarik adalah pengurus wilayah Nanggroe Aceh Darussalam (PW NAD).

Dalam laporannya tersebut, tahun 2004 NAD ditimpa bencana tsunami yang maha dasyat yang mana sekitar 100.000 orang meninggal atau hilang. Musibah ini juga berimbas pada 'Aisyiyah karena sebagian besar bangunan badan usaha amal ‘Aisyiyah tersapu oleh tsunami.

Ternyata, kejadian enam tahun silam tersebut membuahkan hikmah yang besar bagi PW NAD. PWA NAD kembali bangkit tertatih namun pasti. Sebelum tsunami, telah berdiri 6 Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA), namun kini menjadi 9 PDA, 30 cabang dan 163 ranting.

Disamping itu, PW NAD berhasil membangun koperasi Radhatullah 'Aiysyiah yang beromset Satu Milyar yang pada awalnya hanya bermodal Satu Juta. Koperasi tersebut berada di ranting Sukaramai.

Sementara itu, PW Sumatera Barat sebagian besar bangunannya juga hancur terkena gempa bumi tahun 2009, namun hal tersebut tidak menyurutkan untuk berorganisasi dan terus berjuang untuk bangkit. Torehan emas dari Sumatera Barat masuk lima besar dalam penghargaan guru berprestasi yang diadakan oleh 'Aisyiyah.(tya)