Rabu, 14 Juli 2010

Wapres Merasa Galau terhadap Karakter Generasi Muda


Wakil Presiden Boediono mencoba mengangkat tas calon anggota Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri disela pendidikan dasar di Situ Lembang, Bandung, Jawa Barat, Selasa (13/7).

Wakil Presiden Boediono merasa galau terhadap karakter sebagian generasi muda yang terbiasa melakukan hal-hal negatif sehingga pemerintah merasa penting untuk melakukan pendidikan karakter bangsa.

"Saya merasakan kegalauan terhadap sikap generasi penerus," kata Wapres Boediono ketika mengadakan pertemuan dengan para peserta Pendidikan Dasar Kelompok Pecinta Alam Wanadri, di Lembang, Bandung, Selasa.


Acara pembekalan ini juga dihadiri Kepala Unit Kerja Presiden Untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto yang merupakan anggota Wanadri sejak 1969.

Boediono yang didampingi Ibu Herawati Boediono mengatakan, ada yang hilang atau missing dalam pembangunan pendidikan khususnya di bidang karakter bangsa.
Wapres menuturkan kepada mereka bahwa pemerintah dan generasi tua tidak ingin meninggalkan "mesin yang bobrok" kepada generasi penerus.

Kepada 93 peserta pendidikan dasar 2010 ini, Wapres mengemukakan, sekalipun pembangunan bangsa secara fisik telah menunjukkan banyak kemajuan, ternyata pendidikan karakter bangsa belum dilakukan sebagaimana mestinya.

"Ini bukan arogansi generasi tua," ucap Boediono yang datang dari Bandung menggunakan mobil, namun kemudian kembali ke Bandung dengan menggunakan helikopter karena cuaca yang membaik.

Dia mengemukakan, kemajuan teknologi terutama di bidang teknologi informasi seharusnya justru mendorong bangsa Indonesia terutama generasi muda, untuk menyiapkan diri baik secara fisik maupun karakternya untuk membangun bangsa ini sehingga menjadi lebih baik. "Ini bukan indoktrinasi," tutur Boediono yang mengenakan syal khas Wanadri.

Dia mengatakan, generasi tua tidak ingin sama sekali mendikte generasi muda dalam membangun dan mengembangkan karakter mereka dalam menghadapi globalisasi. Karena itu, Wapres mengharapkan Wanadri yang merupakan kelompok pencinta alam yang berdiri 1964 untuk ikut bersama-sama pemerintah membangun karakter bangsa.

Sementara itu, Kuntoro yang merupakan tokoh senior Wanadri usai acara pembekalan kepada para anggota kelompok ini, mengatakan keprihatinan atau kegalauan Wapres itu tidak dimaksudkan untuk mengarahkan para generasi muda.

Kuntoro mengatakan kegalauan Boediono tersebut harus dianggap sebagai pesan kepada generasi penerus untuk menciptakan dan mengembangkan karakter generasi penerus supaya mampu menciptakan dan mengembangkan karakter mereka demi kemajuan bangsa dan negara di masa mendatang. (Ant)